Brilio.net - Dalam suasana kegiatan belajar mengajar tentu kamu pernah punya pengalaman memalukan. Pengalaman yang memicu gelak tawa dari teman-teman yang ada di sekitarmu. Suasana belajar mengajar adalah suasana yang penuh serius. Wajar, jika semisal peristiwa kamu kentut, atau kamu tertidur adalah peristiwa yang memalukan. Maka segera, ketika hal itu dipergoki pengajar akan menimbulkan gelak tawa. Benar bukan?

Salah satu cerita itu didapat dari Andika Dara. Kejadian yang mengundang gelak tawa terjadi di pesantren tempat ia belajar, di Lhoksumawe, Aceh. Saat itu ada di kegiatan belajar mengajar dengan ustaz yang dikenal galak, sebut saja Ustaz Sanusi. Di dalam pelajaran itu santri cowok dan santri cewek digabung, namun tetap ada pembatasnya.

Saat Ustaz Sanusi dengan serius menerangkan pelajaran, tiba-tiba terdengar suara kentut. Sontak, Dara dan teman-temannya sebar pandangan, mencari siapa gerangan yang berani berbuat demikian. Sempat Dara dan teman-temannya menduga seseorang, sebab di mata mereka dia cukup sering bikin onar.

Dengan penuh keyakinan, Dara dan teman-temannya menertawakan orang itu. Ia senang lantaran si perusuh ini bakal kena hukuman. Namun rupanya Ustaz Sanusi lebih tahu. Beliau memanggil salah seorang santri cowok yang cukup pendiam orangnya. Setelah cowok itu duduk di hadapan ustaz, langsung ia ditampar. "Plak!" tutur santri 17 tahun ini kepada brilio.net melalui layanan bebas pulsa story telling 0-800-1-555-999, Selasa (24/11).

Setelah cowok itu ditampar, semakin pecahlah gelak tawa. Semua tidak menyangka si pendiam ini berbuat konyol. Berkali-kali ustaz melantangkan kalimat, "Berani-beraninya kamu buang angin, ga beradab". Seperti yang dituturkan Dara.

Loading...

Ketika dimintai keterangan oleh ustaz, cowok ini hanya bisa bilang keceplosan buang angin. Dari perbuatannya, cowok ini kemudian dihukum tidak diperkenankan hadir dalam pengajian sampai Ustaz Sanusi lupa akan kejadian itu. Ustaz sangat marah karena beliau tidak pernah mengalami kejadian itu selama 25 tahun beliau mengajar.

"Dua hari kemudian dia baru boleh ikut pengajian, mungkin ustaz udah lupa," pungkasnya. Kejadian ini dialami dari dua bulan lalu. Semenjak itu ia illfeel melihat cowok itu. Dia merasa bahwa sebagai seroang murid harus behati-hati, dan jangan pernah bertindak biadab di depan gurunya. Apalagi membuat gurunya sakit hati.

Cerita ini disampaikan oleh Andika Dara melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.

RECOMMENDED BY EDITOR