Brilio.net - Siapa yang tak kenal rendang, makanan asal Padang yang kelezatannya telah dikenal hingga luar negeri? Kalian pasti telah mengenalnya. Bahkan, mungkin ada dari kamu yang berminat untuk memasak rendang.

Bagi yang tidak terbiasa, memasak rendang tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menentukan bumbu dalam takaran yang pas. Nah, kini kamu tidak perlu khawatir tidak bisa masak rendang yang enak. Sebab, di pasaran banyak beredar bumbu rendang. Salah satu pengusaha bumbu rendang kemasan adalah Elfika Candra (40).

Dari jualan bumbu rendang, Elfika bisa kantongi Rp 30 juta/bulan

Wanita empat orang anak ini memulai bisnis bumbu rendang kemasan sejak lima tahun yang lalu. Dia memulai bisnis ini dengan memanfaatkan kenyataan ibu-ibu muda saat ini yang lebih menyukai bumbu yang simpel dan sederhana, tapi masakan tetap enak.

Dia melihat bahwa keberadaan rendang sebagai salah satu masakan asli Padang disukai berbagai kalangan, sedangkan waktu memasak bumbu untuk membuat rendang terbilang cukup sulit dan agak merepotkan. Butuh waktu berjam-jam hanya sekadar untuk mendapatkan bumbu rendang yang enak, belum lagi waktu mengolah dagingnya yang lama. Ini kadang membuat para ibu muda menjadi malas membuat olahan daging yang lezat ini.

Elfika kemudian berpikir untuk memberikan solusi terhadap permasalahan ibu-ibu muda dalam memasak rendang dengan membuka usaha penjualan bumbu rendang kemasan. "Saya pikir bumbu rendang bisa dibuat secara kemasan, pasti ibu-ibu bakal suka," ujar Elfika kepada brilio.net, Jumat (15/5).

Elfika dan suami yang memang asli Padang pun mencoba menekuni usaha tersebut. Dengan bermodalkan Rp 1 juta, dia mulai merintis usaha ini secara berlahan di rumahnya yang saat itu masih mengontrak. Dalam merintis usaha ini, berbagai tantangan dihadapinya, mulai dari tidak adanya karyawan yang membantu hingga peralatan memasak yang seadanya dengan menggunakan tungku arang.

Seperti yang diketahui, memasak rendang bisa membutuhkan waktu 4-5 jam, bisa dibayangkan sulitnya memasak dengan arang yang besar kecil apinya tidak bisa diatur seperti kompor gas pada umumnya. Namun, wanita tangguh itu tidak menyerah. Dia yakin bahwa usahanya akan sukses. Dia mulai memasak bumbu rendang dari pagi hingga siang hari dengan kompor arang. "Saya tidak pernah berpikir untuk menyerah, saya yakin pasti ada akan dimudahkan nantinya," ujarnya sembari mengingat-ingat awal mula dia merintis usaha lima tahun yang lalu.

Ternyata permasalahan yang dihadapi Elfika tidak berhenti pada pengolahan bumbu rendang saja, dia juga mengalami kesulitan dalam pemasaran. Masyarakat awalnya tidak percaya dengan bumbu yang dibuatnya hanya karena bumbu itu tidak berasal dari pabrik besar. "Awal merintis itu saya sering rugi, saya bikin dan saya hanya membagikannya cuma-cuma kepada tetangga buat dicoba," lanjutnya

Bumbu kemasan mereka pun diberi merek 'Sutan Sati'. Merek ini diambil dari nama gelar yang diperoleh sang suami sebagai orang asli Padang. Dengan penuh keyakinan Elfika percaya bahwa nama merek bumbunya ini akan mudah diterima masyarakat. Tiga tahun pertama dia mencoba untuk tetap bertahan dengan usahanya, akhirnya masyarakat mulai suka dengan bumbu rendang buatannya dan mulai memiliki satu orang reseller.

Kini Elfika tidak hanya memproduksi bumbu rendang kemasan, tapi juga memproduksi bumbu kemasan untuk opor, gulai, tongseng, soto, rawon, dan kari. Dia telah mempekerjakan tujuh orang ibu rumah tangga.

Dari jualan bumbu rendang, Elfika bisa kantongi Rp 30 juta/bulan

Dari usaha bumbu rendang itu, Elfika dan keluarga dapat membangun rumah baru dan tidak mengontrak lagi serta mampu memiliki kendaraan pribadi. Diakui Elfika, kini omzet yang diperolehnya per bulan dapat mencapai Rp 30 juta.

Baginya hal itu tidak pernah dibayangkan sebelumnya, bahwa ibu rumah tangga sepertinya sekarang bisa ikut memberdayakan ibu rumah tangga lainnya, sehingga membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan. Bumbu rendang Sutan Sati pun dapat ditemui di 60 swalayan di Yogyakarta.