Brilio.net - Setiap orang bisa berubah, baik menjadi lebih bagus maupun buruk. Tapi yang terjadi pada Deni Dwi Mahardika (22) ini adalah sebuah anugerah. Dika, panggilan akrabnya, mengaku telah mengalami perubahan cukup drastis dalam kehidupannya. Mahasiswa yang kuliah di dua jurusan, yakni Fakultas Hukum Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten dan Jurusan Agama di Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar,  Jakarta Selatan ini mengaku lebih memaknai hidup dari sisi religi. Kini dia lebih mengejar akhirat daripada duniawi.

"Jadi, kalau misalnya dulu saya pacaran dan melakukan apa yang anak muda lazimnya lakukan, sekarang saya berusaha sekali menjauh. Sebab saya ingat pesan guru saya tentang hadits yang intinya kalau kita mengejar akhirat, maka dunia akan mengikuti kita," ujar Dika kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Minggu (3/1).

Guru yang dimaksud Dika adalah rekan kerjanya, Prasetyo (35). Pria yang berprofesi sebagai door man sebuah rumah sakit di daerah Jakarta Barat ini, sering berbagi pengalaman masa lalunya yang kelam. Minum minuman keras sempat dia lakoni. Tapi sekarang dia sadar bahwa hidupnya harus berubah lebih baik, terutama dalam segi agama. Maka dari itu, pria yang mengambil jurusan kuliah agama seperti Dika ini, memotivasi Dika untuk berhijrah kepada kebaikan.

"Dari beliau saya belajar bahwa selagi muda, kita harus menimba ilmu sebanyak-banyaknya, baik ilmu dunia maupun akhirat. Jadi, semisal nanti married, terutama laki-laki, kita punya bekal jadi pemimpin rumah tangga," lanjut pria asli Ngawi, Jawa Timur ini.

Meskipun Dika mengaku baru mengalami perubahan pascalebaran 2015 kemarin, tapi dia optimis bisa meningkatkan kualitas imannya.
Bagi Dika, pengalaman seniornya itu adalah bukti keoptimisan seseorang. Dika merasa lebih tenang menjalani hidup. Terkhusus perihal asmara, dia juga jadi belajar sesuatu.

Menurutnya, dulu saat dia mengejar wanita, semuanya menjauh. Tapi setelah memahami ilmu agama, misalnya tentang pacaran itu haram dalam Islam, Dika merasa dunia berbalik kepadanya. Banyak wanita yang mendekatinya, misalnya lewat Facebook. Tak jarang wanita-wanita itu memujinya sebagai pemuda yang saleh dan berbudi. Tapi, ternyata ada juga orang yang tak berkenan.

"Jadi, waktu itu di kondangan teman. Dulu saya biasa aja lihat cewek berpakaian minim, tapi sekarang risih. Nah, saya kasih jaket buat cewek itu, eh, saya diprotes," sambung pria yang telah bekerja selama 3,5 tahun sebagai house keeping di sebuah  rumah sakit, di Jakarta Barat.

Ke depannya, Dika ingin terus berbuat baik. "Saya pengen terus berdakwah walaupun dengan cara yang sederhana dan menyasar anak muda. Misalnya ya, dimulai menyampaikan bahwa pacaran itu nggak boleh dan yang lainnya juga."

Cerita ini disampaikan oleh Deni Dwi Mahardika melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!