Brilio.net - Sejumlah mahasiswa kembali menggelar demonstrasi di sejumlah lokasi di Jakarta, Senin (30/9). Para demonstran yang terdiri dari mahasiswa di Jakarta dan sekitarnya memadati lokasi sejak pagi hingga malam ini.

Aparat kepolisian pun berupaya membubarkan aksi unjuk rasa tersebut, salah satunya dengan mengeluarkan gas air mata. Dilansir dari kapanlagi.com, karena hal tersebut, sebuah kejadian tak terduga dirasakan oleh band Wali.

Hari itu, band yang beranggotakan empat orang ini dijadwalkan melakukan pengambilan gambar video klip single Lamar Aku di Jalan Hang Tuang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka berkumpul di dalam sebuah kafe kemudian melihat aparat kepolisian memukul mundur para pendemo di sekitar wilayah tersebut.

wali © 2019 brilio.net

foto: Instagram/@bandwaliofficial

Salah satu personel Wali, Apoy mengungkapkan bahwa di luar kafe tempat mereka berkumpul terdengar keributan dari para pendemo dan pihak aparat. Terdengar suara-suara seperti petasan dan gas air mata yang terasa hingga ke dalam ruangan kafe.

"Kita lagi buat video klip dan ada yang demo di luar, polisi nembakin gas air mata. Nggak tau ada bunyi-bunyi kayak petasan, peluru-peluru gitu nggak tahu," tutur Apoy seperti dikutip dari kapanlagi.com, Selasa (1/10).

Untuk mengurangi efek dari gas air mata yang ditembakkan polisi, para personil dan kru terlihat mengoleskan pasta gigi di wajah mereka.

Karena kondisi yang tidak kondusif, penggarapan video klip tersebut terpaksa dihentikan. Namun berdasarkan keterangan apoy, semua personel dan para kru serta peralatan syuting telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.