Brilio.net - Penyanyi muda tanah air, Cinta Wirawan baru saja merilis single terbaru yang bertajuk Kita Bersama. Berbeda dengan lagu debutnya, Sakit Bila Dipendam, kali ini Cinta ingin menyemangati banyak orang lewat lagu keduanya.

Pembuatan lagu Kita Bersama terinspirasi dari situasi pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi banyak orang di dunia. Menurut Cinta, lagu ini diciptakan karena banyak orang yang harus kehilangan orang tersayang bahkan diri mereka sendiri karena keadaan.

Lewat lagu ini, Cinta ingin mengajak tiap orang yang terkena dampak pandemi untuk tetap bangkit dan semangat dalam menjalani kehidupan. Gadis 14 tahun ini berharap lagunya dapat memberi kekuatan untuk menjalankan hari-hari penuh rintangan ini dengan senyuman dan sikap positif.

"Aku juga kasih judul lagu ini ‘Kita Bersama’ karena aku ingin membangkitkan rasa kesatuan dan pohon beringin dari Indonesia. Jadi, mari kita kuatkan iman dan imun kita dalam melewati semua kesulitan ini bersama-sama. Saling menjaga. Saling percaya. Saling berpegangan," ujar Cinta.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Proses penggarapan lagu yang ditulis Krista Monika ini mendapat banyak bantuan dari sosok luar biasa. Di antaranya, Ivan Edbert sebagai Executive Producer, Ivan Tangkulung sebagai Music Producer, dan masih banyak lagi.

Nuansa anthemic ditambah lirik yang menggugah semangat, membuat Kita Bersama dapat memberi semangat lebih kepada para pendengar. Kerennya, lagu ini dibuat hanya kurang lebih dua minggu secara online dari Medan, Jakarta, Bandung, dan Bali.

Bukan hanya sekadar merilis lagu baru, Cinta juga menyiapkan campaign terbaru untuk memperkuat pesan dari lagu ini. Bersama Eventori, cewek yang tinggal di Bali ini berencana melakukan donasi senilai Rp 100 juta untuk membantu teman-teman industri kreatif terdampak pandemi.

Selain itu, Cinta bersama Eventori, platform kolaborasi industri hiburan terbesar di Indonesia, juga berencana mengonversi donasi pada musik video Kita Bersama. Untuk menggalang donasi solidaritas itu, Eventori bekerja sama dengan Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO) menggagas gerakan #CintaKitaBersama.

Seluruh masyarakat bisa mengikuti gerakan ini dengan menonton video musik Kita Bersama yang sudah tayang di YouTube. Setiap view pada video musik Kita Bersama akan dikonversi menjadi sejumlah rupiah yang akan dibagikan ke para pekerja industri hiburan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by EVENTORI (@eventori.id)

"Ide awalnya datang dari Cinta. Dia sedih dan resah melihat Pulau Dewata yang sepi akibat pandemi. Dia melihat sendiri ayahnya, seorang wedding organizer yang sepi job dan harus berjuang dengan segala cara untuk mempertahankan kondisi ekonomi keluarga. Dia diskusi dengan kami dan dari diskusi itu lahirlah ide gerakan ini," papar Rio Abdurrachman, CEO Eventori dalam konferensi pers daring, Kamis (19/8).

Nanda Persada, Ketua Umum IMARINDO menambahkan, saat ini tidak sedikit pekerja industri di balik layar yang harus kehilangan pekerjaan. Selain itu, pengurangan pendapatan juga jadi salah satu isu bagi kalangan pekerja di balik layar.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyampaikan apresiasinya, terutama karena gagasan gerakan ini datang dari pendatang baru di industri hiburan.

"Saya mengapresiasi gerakan ini. Terasa betul ide ini genuine, datang dari pengamatan seorang anak belasan tahun yang baru masuk di industri hiburan. Ini membuktikan bahwa solidaritas atau gotong royong kita dalam menghadapi situasi penuh tantangan ini bisa datang dari siapa saja," ujar Sandiaga.

Dalam gerakan #CintaKitaBersama, setiap view pada video musik Kita Bersama di YouTube akan dihargai senilai Rp 50. Dalam periode satu bulan, 19 Agustus – 19 September 2021, diharapkan terkumpul satu juta view sehingga akan terkumpul Rp 50 juta.

Nantinya uang ini akan dibagikan dalam bentuk bantuan kepada pekerja industri hiburan. Selain konversi, ada juga program kompetisi cover lagu Kita Bersama di media sosial untuk menguatkan pesan solidaritas gerakan #CintaKitaBersama.

(brl/lak)

RECOMMENDED BY EDITOR