Brilio.net - Kalau kata orang yang sudah pernah merasakan jatuh cinta, punya pacar itu rasanya kayak permen. Manis, asam, asin, aduh semuanya bercampur jadi satu deh! Ehmm.., tetap banyakan manisnya sih, beda sama waktu masih jomblo, kurang kasih sayang. Eh...

Tapi terkadang jatuh cinta juga ada rasa nggak enaknya. Apalagi kalau sudah cinta setengah mati, dikasih lampu hijau ketika PDKT, eh begitu ditembak, malah nggak mau. Duh, nyesek abis nih kalau ketemu yang beginian! Bikin patah hati, ya kan? Sakit. Iya, sakit.

Tapi jangan pernah menganggap enteng sakit akibat patah hati ya. Wajar sih, kalau pernah merasakan patah hati, apalagi ketika mengalami sesuatu yang kurang mengenakkan ataupun ditolak oleh orang lain. Nah, yang jadi masalah adalah ketika kamu membiarkan perasaan sakit hatimu semakin bertumbuh dalam diri. Tahukah kamu kalau rasa sakit akibat patah hati bisa berakibat fatal? Dilansir brilio.net dari MedPageToday, Senin (14/9), perasaan sakit hati ternyata bisa memperpendek umurmu, lho. Waduh!

Penelitian ini sendiri dilakukan oleh beberapa peneliti dari University Hospital Zurich. Menurut Jelena Ghadri, MD, salah satu dari para ilmuwan tersebut, patah hati ternyata bisa membuat jantungmu berkontraksi secara abnormal. Pemicunya, apalagi kalau bukan karena stres maupun depresi berat akibat patah hati. Bahkan menurut survei yang telah mereka lakukan, 9,9 persen responden mengalami serangan jantung, serta 5,5 persennya berakibat sangat fatal, kematian. Wah!

Masih menurut Ghadri, walaupun lebih sering ditemui pada perempuan, lelaki ternyata juga nggak bebas dari ancaman ini. Sebab, beberapa orang sering menganggap sakit hati sebagai kondisi yang remeh, padahal sebetulnya di balik pembiaran tersebut, ada penyakit yang membahayakan nyawa. Bahkan menurut penelitian yang sudah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine, sakit akibat patah hati dapat menyebabkan gagal jantung akut serta kematian yang substansial.

Hiii, seram ya? Makanya jangan suka baper sih. Kesehatanmu lho!