Brilio.net - Selain berbisik, manusia juga bisa teriak dalam keadaan tertentu. Ada yang saking bahagianya, mereka teriak untuk mengekspresikan kebahagiaannya. Selain itu, kita juga teriak karena emosi atau rasa marah yang sudah tidak tertahan lagi. Frekuensi seseorang untuk teriak memang tidak bisa disamaratakan. Akan tetapi, sudah tahukah kamu tentang fakta teriakan yang sering kamu lontarkan?

Berikut adalah hal unik tentang teriakan yang dihimpun oleh brilio.net dari berbagai sumber, Senin (11/5):

1. Respons alami akan perasaan negatif

Ketika kamu merasa takut, cemas, atau panik tubuh kamu merespons keadaan tersebut dengan teriakan. Berdasarkan salah seorang psikolog Universitas Tech di Texas, teriakan merupakan respons alami yang dikeluarkan oleh manusia ketika merasa ketakutan. Ketika kamu takut, secara otomatis tubuh kamu memunculkan pertahanan dengan teriakan.

2. Teriakan merupakan sebuah evolusi

Loading...

Sebuah riset yang dilakukan oleh psikolog asal Universitas Emory, Amerika Serikat, teriakan merupakan sebuah evolusi sejarah. Bahkan sang psikolog, Harold Gouzoules, mempercayai bahwa teriakan merupakan bagian dari cara manusia untuk bertahan.

3. Manusia bisa membedakan berbagai macam teriakan

Tubuh kita ternyata bisa membedakan berbagai jenis teriakan dari orang lain. Seperti teriakan kebahagiaan atau teriakan akibat rasa sakit. Meskipun sebenarnya kemampuan seperti ini sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Berdasarkan penelitian, hal ini bisa terjadi karena kemampuan empati kita terhadap orang lain.

4. Teriakan sebagai terapi untuk mengatasi stres

Sebuah riset mengungkap bahwa teriak bisa mengatasi stres. Jadi, ketika kamu sedang merasa penat dan tertekan, teriak merupakan hal yang bagus. Agar tidak menganggu orang lain, kamu bisa melakukan di pantai atau di tempat umum yang sempit. Jadi, dengan teriakan, dijamin masalah kamu makin ringan.

Kapan kamu terakhir berteriak dengan kencang?