Brilio.net - Punya rambut bagus itu idaman banyak orang, baik wanita maupun pria. Rambut bisa menjadi salah satu gaya tersendiri untuk menunjang penampilan kamu. Bener, nggak? Tapi kalau sering rontok, apa kata dunia? Bete kan, jadinya. Kira-kira kenapa, ya?

Dikutip brilio.net dari huffingtonpost.com, Rabu (15/4), inilah alasan rambut kamu sering rontok.

1. Trikotilomania
Trikotilomania adalah gangguan kontrol impuls. Meskipun penyebab untuk gangguan ini tidak secara nyata dapat dipahami, gejala yang paling jelas adalah dorongan untuk mencabut rambut sendiri. Individu yang memiliki trikotilomania tidak dapat mengendalikan dorongan tersebut dan sering mencabut-cabut seluruh rambut mereka (sering dari kulit kepala atau alis). Gangguan ini cukup langka, meskipun pria cenderung mengalami dorongan ini daripada wanita.

2. Perawatan rambut
Kalau kamu suka melakukan pewarnaan rambut atau menggunakan pencatok atau pengeriting rambut, inilah penyebab rambutmu rontok. Perawatan-perawatan itu bila dilakukan berlebihan, justru merapuhkan rambut kamu sendiri.

3. Gaya rambut ketat
Rambut yang sering dikepang atau diikat ketat mengembangkan kondisi traction alopecia (rambut rontok).

4. Kekurangan gizi
Kekurangan zat besi dan protein adalah dua pemicu yang paling umum untuk rambut rontok. Jika individu memiliki tingkat rendah zat besi-bahkan jika mereka tidak anemia-rambut rontok dapat terjadi. Akan tetapi, alasan tepatnya belum terbukti. Berbeda dengan protein. Pertumbuhan rambut memang membutuhkan protein. Bila kekurangan, bisa menyebabkan rambut yang kurang sehat.

5. Kehilangan berat badan berlebihan
Meskipun pemicu ini secara teknik berada di bawah pengaruh kekurangan gizi, tapi hal ini lebih spesifik. Menurut American Academy of Dermatology, orang yang kehilangan berat badan signifikan, sering mengalami rambut rontok.

6. Penyakit Tiroid
Rambut rontok merupakan gejala umum dari ketidakseimbangan hormon tiroid. Baik kondisi hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) atau hipertiroidisme (tiroid yang terlalu aktif) dapat menyebabkan rambut rontok secara berlebihan. Setelah ketidakseimbangan tiroid diobati, rambut umumnya tumbuh kembali.

7. Menopause
Walaupun dokter belum menemukan secara pasti korelasi menopause dengan rambut rontok, namun kebanyakan wanita yang menopause mengalaminya.

8. Alopecia Areata
Alopecia areata adalah salah satu jenis penyakit autoimun (sistem imun tubuh menyerang dirinya sendiri). Alopecia areata biasanya ditandai dengan rambut rontok yang membentuk pola bulat di kulit kepala atau bagian lain dari tubuh. Penyakit ini bisa mempengaruhi laki-laki, perempuan, maupun anak-anak.
 
9. Trauma atau stres
Para ahli menyatakan bahwa peristiwa traumatis atau stres adalah alasan umum inidividu mengalami rontok (hal ini lebih banyak berlaku bagi wanita ketimbang pria). Penyebab paling umumnya adalah misalnya kematian atau perceraian yang memaksa kehidupan seseorang berubah dan memberikan tekanan psikologis tersendiri.

10. Penyakit
Biasanya orang yang stres akan mudah terserang penyakit. Nah, dari sini akan bisa berlanjut dengan gangguan siklus rambut. Setelah penyakit itu hilang, rambut bisa sehat kembali.

11. Pengobatan
Banyak obat yang memiliki efek samping menyebabkan rambut rontok, walaupun pengaruhnya berbeda pada setiap orang. Misalnya saja obat mengandung hormon (seperti pil KB), umumnya membuat rambut rontok. Selain itu, obat antidepresan, obat tekanan darah, dan obat untuk penderita arthritis juga bisa menjadi penyebab rambut rontok.

Jadi, guys, periksa kembali kenapa rambutmu rontok, ya. Selalu waspada dan sigap untuk merawat kesehatan rambut. Rambut itu mahkota, bukan?