Brilio.net - Rasanya senang banget ya, menikmati hari libur pada akhir pekan? Tapi kalau sudah menuju hari aktif, rasanya malas minta ampun. Eh, tapi bukan sekadar malas saja lho, risiko yang kamu tanggung. Kemungkinan risiko kesehatan juga menghampirimu. Penelitian terbaru menunjukkan transisi atau perpindahan tidur pada hari libur ke hari aktif, terutama dituntut bangun pagi-pagi sekali dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Sebagaimana dilansir brilio.net dari Real Simple, Selasa (24/11), penelitian sebelumnya telah mengaitkan antara ketegangan sirkadian (terkait detak jantung) dengan peningkatan risiko metabolisme, dan gangguan tidur telah terbukti memiliki dampak negatif pada kesehatan kita.

Namun begitu, studi terbaru dari University of Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat yang telah diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, menunjukkan bahwa perubahan tidur rutin, seperti bangun pagi untuk bekerja, dapat meningkatkan risiko terkena masalah metabolisme.

Para peneliti tersebut meneliti pola tidur dan risiko kardiometabolik (risiko mengalami diabetes, penyakit jantung, atau stroke) dari 447 partisipan laki-laki dan perempuan sehat, yang berusia antara 30-54 tahun, dan semuanya bekerja bekerja minimal 25 jam setiap minggu di luar rumah. Untuk mengukur gerakan mereka dan aktivitas tidur, peserta menggunakan gelang 24 jam sehari selama seminggu. Selain itu, mereka juga mengisi kuesioner yang menanyakan tentang diet dan kebiasaan olahraga mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari-hari bebas (saat partisipan tidak bekerja), 85% mereka memiliki tidur yang baik, daripada ketika hari kerja. Bahkan ketika aktivitas dan asupan kalori fisik diperhitungkan, mereka yang mengalami ketimpangan dalam dunia sosialnya (terkait perbedaan antara ritme sirkadian biologis dan jadwal tidur), cenderung memiliki berat badan lebih tinggi, lingkar pinggang lebih besar, tingginya tingkat insulin, dan kolesterol yang memburuk.

Loading...

Meskipun studi tersebut tidak menemukan hubungan sebab-akibat langsung antara ketidakselarasan jadwal tidur dan pengembangan penyakit metabolik, namun tetap layak mempertimbangkan bagaimana pekerjaan dan kewajiban sosial memengaruhi tidur dan kesehatanmu, untuk dijadikan dasar penelitian selanjutnya pada masa depan.

"Mungkin ada manfaat untuk intervensi klinis yang fokus pada gangguan sirkadian, guna membantu karyawan dan keluarga mereka membuat keputusan tentang pengaturan jadwal (kegiatan dan tidur) mereka, dan kebijakan untuk mendorong pengusaha mempertimbangkan masalah ini," pungkas peneliti, Patricia M Wong.

Jadi, bangun pagi tetap sehat, asal jadwal tidurmu rutin dan tepat, baik ketika hari aktif maupun akhir pekan. Tapi kalau jadwal tidurmu tak keruan, misalnya tidur dini hari pada Minggu menjelang Senin, itu artinya kamu akan buru-buru bangun untuk masuk kerja pada jam 8 pagi (umumnya jam kerja kantor). Hal inilah yang bikin kamu nggak sehat, terutama bagian jantungmu. Selalu jaga kesehatan ya guys!