Brilio.net - Halo, guys! Kapan terakhir kamu memeluk orang yang kamu cintai? Pertama-tama perhatikan video berikut. Bisakah kamu melakukan hal yang sama seperti pria dalam video ini?

Memeluk orang yang kamu kasihi itu terasa melegakan dan membahagiakan. Nah, ternyata ada alasan ilmiah yang mendasari pelukan bermanfaat bagi jiwa dan ragamu. Nggak percaya? Dikutip brilio.net dari sott, Rabu (30/12), berikut delapan manfaat kesehatan pelukan yang wajib kamu tahu:

1. Menurunkan kekhawatiran kematian

Dalam sebuah studi tentang yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science mengungkapkan bahwa pelukan dan sentuhan secara signifikan dapat mengurangi kekhawatiran dan kematian. Sekalipun yang dipeluk adalah benda mati, semisal guling atau boneka, tetap bisa memberikan efek penenang.

Loading...

"Sentuhan interpersonal adalah mekanisme kuat, bahkan termasuk benda-benda yang mensimulasi sentuhan orang lain, sehingga membantu orang merasakan keberadaaan orang lain," tulis pemimpin penelitian Sander Koole.

2. Merangsang oksitosin

Oksitosin adalah neurotransmitter yang bekerja pada sistem limbik, yaitu pusat emosi otak yang menyokong perasaan puas, mengurangi kecemasan dan stres, dan membuat mamalia, termasuk manusia bermonogami. Penelitian baru dari University of California, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa oksitosin pada pria membuat pria lebih romantis dan memiliki ikatan sosial. Selain itu juga bisa meningkatkan libido dan kinerja seksual mereka. Nah, sering berpelukan dengan pasangan bisa melepaskan hormon oksitosin yang bisa menurunkan tekanan darah dan hormon kortisol. Hormon kortisol adalah hormon stres yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan denyut jantung lebih cepat.

3. Menurunkan denyut jantung

Sebuah eksperimen di University of North Carolina, Chapel Hill, Amerika Serikat, partisipannya yang tak melakukan kontak dengan pasangan mereka, memiliki kecepatan denyut jantung 10 denyutan lebih tinggi per menit, dibandingkan dengan lima kali per menit mereka memeluk pasangan selama percobaan.

4. Merangsang dopamin

Segala sesuatu yang dilakukan orang untuk melindungi, dapat memicu aliran dopamin. Masalah dengan dopamin dapat menyebabkan depresi serius dan penyakit mental lainnya. Kadar dopamin rendah berperan dalam penyakit neurodegeneratif Parkinson serta gangguan mood seperti depresi. Maka dari itu, dopamin kamu butuhkan untuk merasa lebih tenang dan gembira.

Nah, pelukan merangsang otak untuk melepaskan dopamin atau hormon kesenangan ini. Hasil scan Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau Positron Emission Tomography  (PET) menunjukkan bahwa ketika kamu memeluk seseorang atau mendengarkan musik yang menggairahkan, maka otakmu akan melepaskan dopamin ke seluruh tubuh.

5. Merangsang serotonin

Serotonin berperan dalam perasaan senang dalam dirimu. Bersama dengan endorfin, serotonin bisa meredakan rasa sakit, kesedihan, dan mengurangi kemungkinan masalah jantung. Selain itu dapat membantu melawan kelebihan berat badan dan memperpanjang hidup. Nah, memeluk orang terkasih atau hewan peliharaan memiliki efek menenangkan yang mengurangi stres. Memeluk dalam waktu yang lama dapat meningkatkan serotonin kamu, memperbaiki mood, dan menciptakan kebahagiaan.

6. Memeluk bayi bisa mengurangi stres orang dewasa

Ingin menjadikan generasi mendatang lebih baik? Peluklah generasi muda sejak mereka masih kecil. Sebuah studi dari Emory University, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat,  terhadap tikus menemukan hubungan antara sentuhan dan menghilangnya stres, terutama pada tahap awal kehidupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hal yang sama bisa diterapkan pada manusia, dalam hal ini sejak bayi. Termasuk juga hasil yang menunjukkan bahwa pelukan juga bisa memberikan efek pengurangan stres bagi orang dewasa yang memeluk bayi.

7. Menyeimbangkan parasimpatis

Pelukan bisa menyeimbangkan sistem saraf parasimpatis. Perlu kamu ketahui, kulit mengandung jaringan kecil, pusat tekanan berbentuk telur yang disebut sel-sel Pacinian, yang dapat merasakan sentuhan. Pacinian juga berada dalam kontak dengan otak melalui saraf vagus. Respons kulit galvanik seseorang saat menerima dan memberikan pelukan menunjukkan perubahan konduktansi kulit. Efek kelembapan dan listrik di kulit menunjukkan keadaan seimbang dalam sistem saraf parasimpatis.

8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Penelitian menunjukkan bahwa hormon yang dilepaskan ke tubuh akibat pelukan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Saat sistem imun tubuh kuat, maka tubuh bisa mengatasi tekanan fisik maupun sosial. Kamu jadi bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari dan tak mudah sakit.

RECOMMENDED BY EDITOR