Brilio.net - Masalah kesehatan kerap dialami oleh masyarakat. Penyebabnya juga beragam. Mulai dari penyakit bawaan hingga gaya hidup yang tidak baik. Salah satu penyakit yang kerap dialami oleh masyarakat adalah sakit punggung. Sakit punggung biasanya terjadi karena terlalu lelah dengan rutinitas, terlalu sering duduk, cidera, efek dari olahraga keras, bahkan kurangnya aktivitas tubuh.

Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. Mustaqim Prasetya, SpBS dari Klinik Utama DR Indrajana menjelaskan ruas tulang belakang area lumbal (pinggang) dan servikal (leher) sangat rentan cedera atau mengalami masalah. Sebab area ini berfungsi menahan beban dan terlibat dalam beragam gerakan seperti menekuk, memuntir.

“Nyeri saraf juga terjadi karena ketegangan otot atau keseleo hingga ada masalah pada ruas tulang belakang yang salah satunya adalah penyakit degeneratif tulang belakang,” ujar dokter yang akrab disapa Tyo dalam konferensi pers baru-baru ini.

Menurut Thio beberapa penyakit degeneratif yang bisa terjadi di ruas tulang belakang adalah penyempitan rongga tulang belakang (stenosis spinal), hernia nukleus pulposus, osteoartritis, dan sendi facet yang menebal.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

“Semua proses degeneratif pada tulang belakang itu dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan yang juga disertai kebas, kesemutan hingga sulit menggerakkan kaki atau tangan,” tuturnya.

Sakit nyeri pada punggung © 2021 brilio.net

Ia mengatakan, untuk memastikan penyebab dan penanganannya, dokter perlu mengevaluasi dengan melakukan pemeriksaan fisik yang komprehensif dan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, MRI, dan CT Scan.

Ditemui dalam acara yang sama, Dokter Spesialis Bedah Dr. Danu Rolian, SpBS memaparkan ada cara untuk mengobati sakit pada tulang belakang. Salah satunya adalah dengan teknologi Biportal Endoscopic Spinal Surgery atau BESS.

Danu menjelaskan teknologi ini dapat mengobati pasien dengan cara bedah bedah invasif minimal, bukan bedah terbuka. Tentu saja cara ini lebih menguntungkan pasien untuk penyembuhan pasien dan mengurangi rasa sakit pasca tindakan.

“Manfaat pada pasien, proses pemulihannya lebih cepat, dan masalah nyeri pada tulang belakang cepat teratasi, derajat nyeri terus menurun,” paparnya.

Dengan perkembangan teknologi sudah semakin canggih, sehingga tindakan untuk penyembuhan nyeri pada punggung semakin mudah.

“Dibandingkan dengan teknologi endoskopi PELD sebelumnya, kini semakin lebih efektif dan unggul untuk mengatasi saraf terjepit karena jangkauannya lebih luas sehingga bisa memperbaiki kondisi ruas tulang belakang,” pungkas Danu.

(brl/guf)

RECOMMENDED BY EDITOR