Brilio.net - Tekanan hidup seperti pekerjaan, masalah keluarga dan lain sebagainya kerap kali membuat kita banyak berpikir. Jika kamu tak mampu mengatur pola pikirmu, maka pikiranmu perlahan akan menimbulkan masalah terhadap tubuhmu. Stres, begitu biasa penyakit ini biasa disebut memang menjengkelkan. Bisa bikin tubuhmu tersiksa.

Nah, tapi tahukah kamu, orang bisa dikatakan menderita stres jika 7 tanda ini muncul di tubuh. Apa saja itu? Berikut penjelasannya yang brilio.net lansir dari positivmed, Selasa (2/5).


1. Muncul masalah di kulit.

Stres © 2017 positivmed.com

Stres memengaruhi perubahan kimia dalam tubuhmu yang membuat kulit lebih sensitif. Penyakit seperti jerawat dan eksim biasanya menghampiri orang yang stres.


2. Sakit kepala.

Stres © 2017 positivmed.com

Sakit kepala akibat stres muncul ditandai tegangnya otot di leher. Saat itu kamu akan lebih sensitif terhadap cahaya mau pun suara, sulit tidur dan nyeri di bagian belakang mata.


3. Gangguan pencernaan.

Stres © 2017 positivmed.com

Stres akan mengganggu sistem pencernaan dan membuatmu mual. Banyak ahli mengatakan bahwa stres akan memicu produksi berlebih asam lambung yang memicu gangguan pencernaan.


4. Berat badan naik turun.

Stres © 2017 positivmed.com

Pikiran yang kacau membuat kamu bertingkah aneh. Ini dikarenakan stres menyebabkan perubahan hormonal dalam tubuh. Ada yang melampiaskannya dengan makan banyak, ada juga yang tak nafsu makan akibat stres.


5. Rambut rontok.

Stres © 2017 positivmed.com

Stres membuat pertumbuhan rambut terganggu sekaligus mempercepat rontoknya rambut. Hal ini dikarenakan terganggunya produksi hormon dalam tubuhmu. Jika tak segera tertangani maka kamu terancam mengalami kebotakan. Wah!


6. Daya tahan tubuh melemah.

Stres © 2017 positivmed.com

Orang yang stres akan mudah terserang penyakit. Menurut penelitian, hal ini terkait meningginya produksi cytokinins saat stres. Cytokinins banyak dihubungkan dengan gangguan autoimun.


7. Gampang lupa.

Stres © 2017 positivmed.com

Seorang peneliti di University of Iowa, Amerika Serikat menemukan adanya hubungan antara hormon stres dengan kehilangan memori jangka pendek pada orang dewasa.