Brilio.net - Belum lama ini sosok Thareq Kemal Habibie yang tak lain adalah putra bungsu almarhum Presiden ke-3, BJ Habibie curi perhatian warganet. Hal ini lantaran ia memakai penutup mata saat memberikan pernyataan resmi usai sang ayah, BJ Habibie meninggal dunia. Gayanya tersebut bahkan disebut-sebut mirip bajak laut.

Warganet pun bertanya-tanya alasan Thareq Kemal Habibie menggunakan penutup mata. Dilansir brilio.net dari liputan6.com, teka-teki tersebut akhirnya terungkap lewat penyampaian sang kakak Ilham Habibie. Ia mengatakan bahwa adiknya itu terkena penyakit glaukoma yang merusak bagian retina mata.

Menurut penuturan Ilham Habibie, hingga kini belum ada teknologi yang bisa memulihkan kembali kondisi mata pria berusia 52 tahun tersebut. Glaukoma sendiri merupakan penyakit mata yang ditandai oleh kerusakan saraf mata yang dikaitkan dengan peningkatan tekanan bola mata dan gangguan lapang penglihatan.

Kerusakan tersebut bersifat permanen dan dapat berakhir pada kebutaan. Glaukoma merupakan salah satu penyakit penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, khususnya di Asia.

Glaukoma dapat merusak penglihatan dengan perlahan sehingga seringkali penderita tidak menyadari kerusakan tersebut sampai akhirnya kerusakan yang terjadi sudah cukup parah. Kondisi ini terjadi di semua usia namun lebih sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun.

Loading...

Berikut ini gejala glaukoma yang diderita Thareq Kemal Habibie yang dilansir dari liputan6.com, Minggu (15/9).

Glaukoma bukanlah jenis penyakit yang bisa dicegah. Namun jika seseorang bisa cepat mengambil tindakan jika merasa ada sesuatu yang janggal dengan matanya, maka penyakit tersebut dapat dideteksi dan ditangani lebih awal. Gejala yang muncul akan berbeda-beda pada setiap penderita glaukoma.

Umumnya penderita glaukoma akan mengalami gangguan penglihatan, di antaranya:

1. Penglihatan kabur

2. Terdapat lingkaran seperti pelangi ketika melihat ke arah cahaya terang

3. Memiliki sudut buta (blind spot)

4. Kelainan pada pupil mata, seperti ukuran pupil mata tidak sama.

Dilansir brilio.net dari liputan6.com yang merangkum dari WebMD, Minggu (15/9), tekanan bola mata atau tekanan intraokular yang terlalu tinggi merupakan faktor utama penyebab glaukoma. Tekanan bola mata yang tinggi akan menekan saraf optik yang terletak di belakang mata. Lama-lama saraf ini bisa rusak akibat terjadinya penurunan aliran darah ke saraf mata karena tertekan tersebut.

Selain tekanan bola mata, ada beberapa kondisi lain yang juga bisa memicu terjadinya glaukoma, seperti:

1. Aliran darah yang tidak lancar ke saraf optik atau terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah mata

2. Cedera akibat paparan zat kimia pada mata

3. Infeksi dan peradangan mata yang parah

4. Penggunaan obat-obatan kortikosteroid

Tentunya banyak yang menanyakan bagaimana cara mengobatinya jika seseorang mengalami masalah tersebut? Sayangnya, kerusakan mata yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diobati atau diperbaiki kembali. Namun, pengobatan tetap perlu dilakukan untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengobatan Glaukoma, yaitu:

1. Menggunakan obat tetes mata untuk pengidap glaukoma

Penggunaan obat tetes mata baik dilakukan untuk mengurangi pembentukan cairan pada mata karena adanya penekanan.

2. Operasi

Operasi ini dapat ditempuh ketika kondisi sudah tidak lagi dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Operasi yang dilakukan biasanya berlangsung selama 45-75 menit.

3. Laser

Ada dua jenis laser yang dapat dilakukan sebagai langkah pengobatan glaukoma, yaitu trabekuloplasti dan iridotomi. Trabekuloplasti merupakan tindakan yang biasa dilakukan untuk orang yang mengidap glaukoma sudut terbuka. Sedangkan iridotomi merupakan tindakan yang dilakukan untuk pengidap glaukoma sudut tertutup.

Meski belum ditemukan obat khusus untuk menyembuhkannya, namun ada beberapa cara untuk mencegah penyakit Glaukoma sejak dini. Salah satunya dengan menjaga kesehatan mata sejak dini dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan pemeriksaan kesehatan mata ke dokter secara rutin.

Selain itu juga ada beberapa cara yang bisa membantu pencegahan Glaukoma, antara lain:

1. Menggunakan obat tetes mata yang diresepkan dokter secara teratur. Obat tetes mata glaukoma dapat secara signifikan mengurangi risiko tekanan mata tinggi berkembang menjadi glaukoma.

2. Gunakanlah pelindung mata. Cedera mata yang serius dapat menyebabkan glaukoma. Kenakanlah pelindung mata saat berolahraga atau saat bekerja dengan menggunakan alat-alat listrik.

RECOMMENDED BY EDITOR