Brilio.net - Tubuh manusia pada dasarnya mudah terserang berbagai penyakit. Jika stamina tubuh tidak dijaga dengan baik, kuman, bakteri, hingga virus dapat masuk ke tubuh. Perkembangan teknologi dewasa ini diikuti dengan perkembangan virus dan bakteri. Jangan kaget kalau virus dan bakteri semakin berevolusi menyerang tubuh manusia. Beragam penyakit baru pun muncul menjangkit, salah satunya penyakit herpes.

Herpes adalah salah satu penyakit yang tergolong masih baru dan awam menyerang manusia. Meskipun begitu, penyakit ini sudah umum menyerang manusia. Penyakit ini akan menyebabkan kulit gatal, luka melepuh, kemerahan, dan berair seperti kutil.

Herpes disebabkan karena serangan virus herpes simpleks (HSV). Herpes bisa menyerang di beberapa bagian tubuh, mulai dari bibir, leher, pantat, dan bagian tubuh lainnya. Herpes ini bisa menimbulkan perpaduan rasa gatal dengan sensasi perih dan panas.

Pada dasarnya herpes terbagi jadi dua macam, yakni herpes simpleks dan herpes zoster. Walaupun namanya berbeda, kedua penyakit ini sama-sama disebabkan oleh virus herpes HSV tersebut. Gejala dari dua herpes ini tidak selamanya sama. Ada baiknya perlu mengetahui gejala dari masing-masing penyakit herpes agar tepat ditangani.

Berikut penjelasan mengenai penyakit herpes, gejala, penyebab, dan cara mengobatinya seperti brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Selasa (19/11).

Jenis penyakit herpes.

1. Herpes simpleks.

foto: freepik.com

Gejala herpes adalah hal yang harus diwaspadai agar tidak menjadi semakin parah. Ciri-ciri yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak napas, nyeri di persendian.

Herpes simpleks merupakan salah satu tipe penyakit herpes. Biasanya menyebabkan ruam dan luka melepuh di bagian leher, lengan, dan anggota tubuh lainnya.

Penyebab herpes simpleks berdasarkan tipe virus yang menyerang. Adapun virus tersebut ialah HSV-1, tipe 1 sering menyerang manusia. Virus ini dikenal dengan Herpes simpleks Virus-1 (HSV-1). Bisa menyerang bagian mulut atau pinggang ke atas.

Tipe kedua biasanya karena virus HSV-2. Virus ini sering dikenal dengan herpes genitalis. Biasanya menyerang di bagian pinggang ke bawah dan lebih sering menyerang bagian kelamin. Karena itu disebut sebagai virus genital.

Pada umumnya herpes tipe dua ini menyerang bagian dubur, vagina, dan selangkangan. Uniknya saat virus ini menyerang pada wanita, tidak bisa terlihat jelas atau secara langsung.

2. Herpes Zoster.

Loading...

foto: freepik.com

Herpes ini cenderung karena lanjutan dari infeksi kulit yang pernah menyerang seperti chickenpox (cacar air). Bedanya dengan cacar air biasa adalah herpes zoster punya ciri-ciri gelembungnya lebih besar dan berkelompok pada satu bagian tubuh tertentu. Bisa terjadi pada punggung, dada, dan dahi.

Penyebab penyakit herpes.

foto: freepik.com

Herpes adalah penyakit yang disebabkan karena virus. Penyakit ini bisa menular dari satu orang ke orang lain. Kenali beberapa penyebab herpes yang harus kamu waspadai. Beberapa di antaranya seperti infeksi virus yang bisa menular dari bersin, batuk, pakaian yang tercemar, sering menyentuh herpes orang lain, masalah daya tahan tubuh yang kurang, kontak langsung dengan orang yang terkena cacar air, dan karena hubungan seks.

2 dari 3 halaman


Gejala penyakit herpes.

1. Mirip dengan sariawan di mulut.

foto: freepik.com

Pada dasarnya gejala penyakit ini hampir sama dengan sariawan biasanya. Akan muncul bintik di mulut misalnya. Namun bedanya herpes ini punya sensasi yang lebih perih dibandingkan dengan sariawan biasa. Herpes mulut ini bisa hilang dengan diobati. Namun tidak bisa sembuh secara total, karena bisa muncul lagi sewaktu-waktu.

2. Ruam pada bagian yang terkena herpes.

foto: freepik.com

Salah satu gejala yang pasti muncul ketika terkena herpes adalah ruam. Ruam atau warna kemerahan ini muncul karena rasa sakit atau perih akibat herpes itu sendiri. Ruam ini terjadi tepat di bagian terkumpulnya dan di sekitaran bagian tubuh yang terkena herpes.

3. Muncul gelembung berair.

foto: freepik.com

Gelembung ini tidak sama dengan cacar air. Gelembung ini berbentuk lebih besar dan berkumpul di salah satu bagian tubuh. Gelembung ini bisa pecah dan melepuh. Gelembung ini akan berdiam diri dan tidak terasa gatal. Kamu lebih akan merasakan perih pada bagian gelembung. Namun jika kamu menggosok bahkan memegangnya saja akan terasa lebih perih.

4. Rasa gatal pada miss V.

foto: freepik.com

Jika salah satu gelembung di bagian tubuh muncul tidak terasa gatal, beda halnya jika herpes muncul di bagian intim. Apabila bagian miss V terserang, kamu akan merasakan rasa gatal yang nggak tertahankan.

5. Sakit saat buang air.

foto: freepik.com

Gejala lainnya ketika bagian intim terkena penyakit herpes adalah sakit saat buang air. Hal ini lantaran adanya benjolan atau gelembung yang tumbuh di sekitar alat kelamin. Sehingga alat kelamin atau anus mengalami luka. Selain itu, bagian miss akan mengeluarkan cairan yang tak biasa.

6. Daya tahan tubuh menurun.

foto: freepik.com

Daya tahan tubuh yang menurun menjadi salah satu tanda atau gejala dari munculnya berbagai penyakit. Saat kamu terjangkit herpes, daya tahan tubuh akan menurun. Saat itu kamu akan merasakan demam, sakit kepala, lemas, bahkan hingga silau karena cahaya.

7. Munculnya koreng yang menyakitkan.

foto: freepik.com

Bukan hanya gelembung atau benjolan yang akan muncul saat terinfeksi herpes. Tubuh akan mulai memunculkan koreng seperti di kemaluan, anus, atau mungkin di bagian paha. Koreng ini akan terasa menyakitkan.

3 dari 3 halaman


Cara mengobati herpes.

foto: freepik.com

Herpes ini bisa diobati dengan beragam cara. Namun perlu kamu tahu, penyakit bisa muncul kembali jika tidak bisa merawat diri dengan baik. Dilansir dari medicalnewstoday, tidak ada obat yang bisa menghilangkan virus herpes. Dokter mungkin dapat meresepkan antivirus, seperti asiklovir yang dapat mencegah virus berkembang biak. Obat antivirus itu akan membantu mengurangi keparahan gejala.

Cara meredakan herpes antara lain:

1. Minum obat penghilang rasa sakit seperti asetaminofen atau ibuprofen.

2. Mandi di air asin ringan membantu meringankan gejala, berendam di bak mandi hangat.

3. Mengoleskan petroleum jelly ke area yang terkena dampak dan menghindari pakaian ketat di sekitar area yang sakit.

4. Cuci tangan dengan bersih terutama setelah menyentuh area yang sakit, menahan diri dari aktivitas seksual sampai gejalanya hilang. Jika kencing terasa sakit oleskan krim atau lotion ke uretra, bungkus es batu dengan kain atau handuk kemudian kompreskan pada bagian herpes.


RECOMMENDED BY EDITOR