Brilio.net - Selama menjalani kehamilan, setiap wanita penting untuk tetap menjaga kesehatan kulit. Selama kehamilan, mereka mengalami perubahan hormon yang berdampak pada kulit menjadi lebih sensitif. Untuk itu, perawatan kulit perlu dilakukan.

Namun, melakukan perawatan kulit selama kehamilan juga perlu diperhatikan. Ibu hamil tak bisa sembarangan menggunakan produk. Alih-alih memiliki kulit yang cantik, salah-salah justru berisiko bagi ibu dan si jabang bayi.

Pakar kecantikan kulit, dr. Diah Artanti, menjelaskan bahwa ibu hamil dan menyusui harus memperhatikan kesehatan kulit karena berhubungan langsung dengan bayi. Jika ibu abai dengan hal ini, maka ibu dan si kecil mendapatkan kerugian yang sama.

Dokter Diah menyarankan ibu tetap aktif membersihkan kulit wajah dengan produk skincare yang aman, nyaman, dan ramah. Yang lebih penting lagi adalah produk skincare yang digunakan sudah disertifikasi, dan jauh dari bahan berbahaya, terutama merkuri.

“Sebaiknya memilih yang bahan botanical, kandungan untuk produk yang glowing, yang acne, kemudian pembersih, itu sebaiknya yang kandungannya botanical. Jadi, sangat-sangat aman,” katanya dalam launching kemasan baru Sarian Skincare di Penang Bistro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/12).

Loading...

Untuk pemakaian produk skincare, Dokter Diah menyarankan ibu hamil untuk terlebih dahulu mengetahui jenis kulitnya. Rata-rata kulit orang Asia cenderung berminyak atau cenderung kering, hingga normal berminyak, atau normal cenderung kering. Jika sudah memastikannya, ibu bisa memilih produk-produk skincare yang memang cocok untuk wajah.

“Pemakaian produk itu otomatis akan efektif ke kulit kita walaupun misalnya bahan-bahan kandungannya itu lebih banyak botanical, atau bahan-bahannya itu kandungannya dari bunga atau herbal. Pasti itu efektivitasnya sudah bagus, karena kita sudah sesuai penggunaannya,” katanya.

Selain itu juga banyak hal yang harus diperhatikan saat memilih skincare. Jangan sampai menggunakan skincare yang kandungannya justru membahayakan ibu dan janin.

Untuk itu, penting untuk mengetahui skincare yang memiliki kandungan berbahaya bagi ibu dan janin. Lalu, kandungan skincare apa saja yang berbahaya bagi ibu hamil?

Dikutip brilio.net dari siaran pers Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), berikut ini kandungan bahan skincare dan kosmetik yang berbahaya bagi ibu hamil.

1. Mengandung merkuri.

Kandungan skin care tidak untuk ibu hamil © 2020 brilio.net

foto: pixabay

Salah satu kandungan kimia berbahaya pada produk perawatan kulit adalah merkuri, yang secara jangka pendek membuat kulit cepat memutih dan lebih glowing. Ternyata hal itu merusak komposisi kulit dengan sangat berbahaya.

2. Isotretinoin dan tretinoin.

Kandungan skin care tidak untuk ibu hamil © 2020 brilio.net

foto: pixabay

Zat ini biasa digunakan untuk pengobatan jerawat. Namun saat kandungan ini digunakan oleh ibu hamil, dapat berisiko kelainan pada janin. Jika sudah terlanjur menggunakan, sebaiknya segera dihentikan pemakaiannya.

3. Hidrokinon.

Kandungan skin care tidak untuk ibu hamil © 2020 brilio.net

foto: pixabay

Kandungan ini biasanya ada dalam krim pencerah wajah dan penghilang bekas luka. Meskipun belum ada bukti yang menunjukkan kandungan ini berbahaya bagi ibu hamil, namun kandungan ini cukup keras bila digunakan pada kulit sensitif. Jadi, sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.

4. Resorsinol.

Kandungan skin care tidak untuk ibu hamil © 2020 brilio.net

foto: pixabay

Resorsinol dapat menyebabkan iritasi kulit dan mengganggu sistem imun seseorang. Pemakaian resorsinol pada kulit yang terkena luka atau iritasi dapat menyebabkan gejala seperti dermatitis, iritasi mata, kulit, tenggorokan, saluran pernapasan atas, peningkatan detak jantung hingga hipotermia.

5. Diethylene Glyfol (DEG).

Kandungan skin care tidak untuk ibu hamil © 2020 brilio.net

foto: pixabay

Diethylene Glyfol atau DEG merupakan kandungan yang biasanya digunakan dalam pasta gigi. DEG bisa menjadi racun bagi manusia dan binatang karena dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat, keracunan hati, dan gagal ginjal serta tentunya sangat berbahaya bagi ibu hamil.

RECOMMENDED BY EDITOR