Brilio.net - Serangan gangguan pencernaan sering menyerang kita. Mulai dari maag, sembelit, hingga yang terparah usus buntu. Hal itu bisa terjadi karena berbagai faktor. Salah satu yang sering menjadi penyebanya adalah pola makan tidak teratur. Apalagi kalau sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan, biasanya kita akan mengesampingkan makan atau sembarang dalam memilih menu makanan.

Hati-hati lho, kebiasaan yang mungkin kamu sepelekan ini bisa membawa dampak buruk untuk kesehatanmu. Jajan sembarangan memang tidak bisa dihindari, tapi usahakan jangan terlalu sering ya. Karena kebersihan yang tidak terjamin dapat menimbulkan berbagai penyakit. Mungkin pada awalnya kamu akan merasakan sakit perut biasa, tapi bisa jadi ini menjadi pertanda kamu terkena penyakit usus buntu akut.

Usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada usus buntu atau apendiks. Usus buntu merupakan organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Biasanya ciri-ciri yang sering ditemukan adalah merasa nyeri di perut kanan bagian bawah.

Usus buntu kronis dan akut biasanya terjadi karena adanya penumpukan feses yang menimbulkan bakteri berkembang biak di dalam usus buntu. Bakteri yang biasa berkembang biak adalah bakteri Escerichia Colli, bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Usus buntu juga dapat memengaruhi dalam tubuh sebagai pertahanan karena usus buntu merupakan tempat kotoran keluar.

Usus buntu akut jika tidak diatasi dengan segera, ada kemungkinan usus buntu yang akut dan meradang dapat pecah, dan mengeluarkan feses atau tinja ke rongga perut. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan infeksi yang membahayakan, namun infeksi dapat tertutup dan membentuk asbes.

Sebelum kamu mengalami penyakit usus buntu akut, sebaiknya kamu pahami seperti apa saja penyebab-penyebabnya agar kamu dapat terhindar dari risikonya.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Selasa (20/11), berikut 3 penyebab usus bantu dan cara mengatasi hingga mengobatinya.


1. Genetik.

foto: pixabay.com



Faktor genetik dapat menjadi salah satu pengaruh terjadinya usus buntu akut. Hal ini dapat memberikan dampak sekitar 56%. Kondisi ini dapat muncul saat seorang anak terikat darah dengan penderita usus buntu baik yang masih aktif atau yang pernah berobat, meningkat 10 kali lipat dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang bebas usus buntu.


2. Penyumbatan.

foto: unsplash.com



Radang usus buntu dapat disebabkan oleh penyumbatan. Penyumbatan ini dapat terjadi karena penumpukan sisa makanan atau tinja yang mengeras dan tidak bisa keluar. Sisa makanan yang sulit dicerna inilah yang akan menyumbar saluran usus buntu.


3. Infeksi.

foto: unsplash.com



Nah, untuk yang satu ini kamu perlu waspada. Infeksi dapat disebabkan oleh virus salah satunya adalah virus gastrointestinal. Jika seseorang yang  terkena infeksi dapat disebabkan oleh pembengkakan. Virus biasanya dapat masuk melalui makanan, oleh karena itu kita disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bersih dan higienis.

2 dari 2 halaman



Cara mengatasi dan mengobati usus buntu

Memang disarankan jika kamu mengalami usus buntu akut, sebaiknya harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan tepat. Namun memang pada kebanyakan kasus, operasi dipilih sebagai tindakan dalam mengatasi penyakit ini.

Tapi kamu juga bisa melakukan pengobatan di rumah atau setidaknya meminimalisir kemungkinan usus buntu akut terasa sakit. Berikut adalah cara mudah mengatasi usus buntu akut.

foto: unsplash.com



1. Hindari aktivitas berat. Kalau kamu memiliki apendektomi terbuka, batasi aktivitas selama 10-14 hari. Jangan lupa juga untuk tanyakan dokter tentang batasan pada aktivitas dan kapan akan dapat kembali melakukan aktivitas normal setelah operasi.

2. Tahan perut saat batuk. Coba letakkan bantal di atas perut dan beri tekanan sebelum batuk, tertawa, atau bergerak untuk mengurangi rasa sakit.

3. Bangun dan bergerak saat sudah siap. Coba untuk mulai dengan perlahan dan tingkatkan aktivitas saat kamu sudah merasa lebih siap. Jangan terburu-buru, jalanlah secara perlahan.

4. Tidur saat merasa lelah. Jangan paksakan kegiatanmu, terutama saat masa pemulihan. Karena biasanya saat masa pemulihan kamu akan merasa lebih mengantuk dari pada biasanya.

foto: pixabay.com



Nah, untuk kamu yang tidak mengalami penyakit usus buntu akut, kamu juga harus mengetahui gejala-gejala usus buntu. Perlu diketahui karena usus buntu akut dapat menyerang siapa saja, dari bayi hingga orang dewasa. Terkadang beberapa orang juga baru menyadari jika ia mengalami usus buntu akut saat kondisi sudah parah. Nah, jangan sampai kamu mengalaminya ya!

Berikut ini adalah gejala-gejala usus buntu akut:

1. Rasa tidak nyaman ringan di sekitar pusar, berpindah pada kuadran bawah kanan perut.
2. Nyeri yang tajam.
3. Detak jantung cepat.
4. Kehilangan nafsu makan.
5. Sakit perut berhenti mendadak setelah gejala lain muncul.
6. Mual dan muntah.
7. Buang air kecil yang sakit dan sering.
8. Terdapat darah pada urin.
9. Pembengkakan pada perut atau kembung.
10. Nyeri yang memburuk dengan pergerakan, napas dalam-dalam, batuk, bersin, berjalan, atau tersentuh.
11. Konstipasi dan tidak dapat buang angin, kemungkinan juga diare.