Brilio.net - Kacang merah (Phaseolus vulgaris) adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang populer di berbagai negara. Biasanya kacang ini diolah menjadi sayur, sop, atau sebagai hidangan pencuci mulut. Bahkan, kini dijumpai kacang merah dalam berbagai olahan makanan lezat, mulai dari roti, es krim, puding, dan es susu kacang merah.

Tak hanya mudah diolah dan rasanya enak, kacang merah juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satu kandungan yang sangat tinggi dalam kacang merah adalah serat. Dalam setiap 100 gram kacang merah, terdapat kira-kira 13 gram serat larut dan tak larut.

Manfaat kacang merah untuk diet dipengaruhi oleh kandungan nutrisinya. Kacang merah mengandung beragam asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, karbohidrat, serat, antioksidan, vitamin C, vitamin B, folat, serta mineral termasuk kalium, magnesium, kalsium, fosfor, zat besi dan zinc.

Jika dikonsumsi secara rutin, kacang merah akan bermanfaat bagi kesehatan. Berikut 10 manfaat kacang merah untuk kesehatan, brilio.net lansir dari healthline.com dan sumber lainnya pada Selasa (1/12).

1. Kaya protein.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

Loading...

foto: freepik.com

Vegan dan vegetarian seringkali menemukan diri mereka kekurangan pilihan dalam hal sumber protein. Menurut USDA, satu porsi 100 gram kacang merah mentah mengandung sekitar 24 gram protein. Kacang merah yang dipadukan dengan nasi disebut sebagai makanan berprotein lengkap.

Ahli gizi makrobiotik dan praktisi kesehatan Shilpa Arora mengatakan, kacang-kacangan adalah protein yang bagus, dan juga mengandung serat berkualitas baik. Kombinasi biji-bijian dan kacang-kacangan bekerja dengan baik jika tubuh menginginkan variasi asam amino dalam satu kali makan.

2. Menjaga sistem pencernaan.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Kacang merah mengandung campuran serat larut dan tidak larut. Serat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan keteraturan usus.

Serat tak larut ampuh untuk mendorong makanan dalam usus, sehingga saluran pencernaan menjadi lebih lancar. Serat ini juga mampu membuang racun-racun yang tersisa dalam tubuh serta menjaga keasaman lambung.

3. Mencegah penyakit jantung.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine menegaskan bahwa rajin mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti kacang merah dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Hampir 10.000 orang dewasa Amerika berpartisipasi dalam penelitian ini dan diikuti selama 19 tahun. Mereka mengonsumsi 100 gram kacang merah (6,4 gram serat) setiap hari.

4. Menurunkan berat badan.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Diet yang sehat dan benar adalah dengan memenuhi beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh, termasuk protein dan serat, memperhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi, serta menghindari konsumsi lemak jenuh dan gula.

Karena kacang merah kaya akan protein, serat larut, dan karbohidrat kompleks, maka mengonsumsi kacang merah bisa membuat seseorang kenyang lebih lama. Sehingga, dapat mengontrol nafsu makan orang yang sedang menjalankan diet sehat, sekaligus membantu menurunkan berat badan.

5. Mengontrol gula darah.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Seiring waktu, gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko banyak penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes. Kaya akan protein, serat, dan karbohidrat, kacang merah sangat efektif untuk menjaga kesehatan kadar gula darah.

Mereka memiliki skor GI rendah, yang berarti kenaikan gula darah seseorang setelah memakannya akan mulai menurun secara bertahap.

6. Mencegah kanker usus besar.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker paling umum di seluruh dunia. Studi observasi mengaitkan asupan kacang-kacangan, termasuk kacang merah, dengan penurunan risiko kanker usus besar. Kacang mengandung berbagai nutrisi dan serat dengan efek antikanker yang potensial.

Serat, seperti pati resisten dan alfa-galaktosida, tidak tercerna sampai ke usus besar, di mana mereka difermentasi oleh bakteri ramah, dan menghasilkan pembentukan SCFA seperti butirat yang dapat meningkatkan kesehatan usus besar dan menurunkan risiko kanker.

7. Membantu pembentukan kolagen tubuh.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Di beberapa negara Asia, kacang merah sering dimakan dengan nasi. Kombinasi ini tidak hanya lezat, tetapi sangat bermanfaat bagi kesehatan karena campuran ini memainkan peran dalam produksi karnitin yang bertanggung jawab mengubah asam lemak menjadi energi dan membantu menurunkan kolesterol.

Menurut para ilmuwan di University of Maryland Medical Center, mengonsumsi dua bahan ini dapat membantu tubuh menyerap kalsium dan membantu pembentukan kolagen, zat penting untuk tulang dan jaringan ikat termasuk kulit, tendon, dan tulang rawan.

8. Menjaga kesehatan gigi dan tulang.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Menurut buku 'Healing Foods' oleh DK Publishing House, kacang merah tinggi zat besi yang dapat membangun sel darah, fosfor dan vitamin K yang memainkan peran penting dalam kesehatan tulang dan gigi serta membantu melindungi sistem saraf dari kerusakan radikal bebas.

9. Membantu perkembangan janin.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Kacang merah bagus dikonsumsi selama masa kehamilan. Kacang merah mengandung protein, serat, zat besi, dan antioksidan yang sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin.

Zat besi dapat membantu ibu menghasilkan banyak hemoglobin, serta jika dipadukan dengan kandungan folat, maka akan membantu perkembangan organ janin dalam kandungan.

10. Mencegah penyakit stroke.

kacang merah untuk kesehatan © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Selain menurunkan kolesterol dan baik untuk kesehatan jantung, manfaat lain kacang merah yakni dapat mencegah stroke. Hal ini dikarenakan kacang merah mengandung folat esensial (vitamin B9) pada 177 gram.

Folat telah dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, komplikasi koroner dan stroke.

RECOMMENDED BY EDITOR