Brilio.net - Donor darah sudah menjadi yang cukup akrab di telinga masyarakat. Kegiatan satu ini merupakan upaya seseorang dalam memberikan sejumlah darahnya yang ditransfusikan kepada orang lain. Kegiatan ini juga kerap disebut kegiatan sosial.

Banyak orang yang bertanya-tanya apa sih manfaat dari mendonorkan darah? Selain membantu orang yang membutuhkan darah? Namun tahukah kamu, kegiatan mulia ini memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Setelah seseorang mendonorkan darahnya, tubuh menjadi lebih fit karena produksi darah diperbarui.

Tak hanya itu, tekanan darah menjadi lebih stabil. Keuntungan dari mendonorkan darah juga bisa dirasakan oleh mereka yang kelebihan sel darah merah. Pasalnya dengan mendonorkan darah, tubuh jadi menyeimbangkan dengan kebutuhan.

Darah merupakan salah satu komponen terpenting di dalam tubuh  manusia. Mendonorkan darah merupakan suatu keputusan mulia, karena darah yang kamu sumbang akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Lalu manfaat apa saja yang bisa kamu dapatkan dari aksi mulia ini? Berikut rangkumannya yang dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Sabtu (7/12).

1. Membakar kalori dan membantu menurunkan berat badan.

foto: caliberstrong.com

Loading...

Manfaat dari mendonorkan darah adalah dapat membakar kalori dalam tubuh serta bisa menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan rata-rata orang dewasa dapat membakar 650 kalori saat memberikan 450 ml darahnya untuk donor.

2. Menurunkan risiko kanker.

foto: bizjournals.com

Jika kamu rajin mendonorkan darah, maka manfaat lain yang bisa kamu dapat adalah menurunnya risiko kanker. Menurut beberapa artikel kesehatan, donor darah akan menurunkan kadar zat besi.

Jika kadar zat besi terlalu tinggi, maka seseorang akan berisiko terkena kanker seperti kanker hati, usus besar, paru-paru, kerongkongan, dan perut.

3. Menghilangkan stres.

foto: hardrockfm.com

Siapa sangka dengan mendonorkan darah dapat menghilangkan stres. Hal ini dikarenakan dengan mendonorkan darah seseorang telah menyelamatkan nyawa orang lain.

Dengan melakukan suatu kebaikan, maka dengan sendirinya kita akan merasa lebih tenang karena telah melakukan suatu yang positif dalam hidup.

4. Mendeteksi penyakit serius.

foto: everplans.com

Setiap orang yang akan mendonorkan darahnya harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu. Seperti berat badan, suhu nadi, tekanan darah, dan kadar hemoglobin.

Ketika kamu menjalani pemeriksaan, kamu juga diminta untuk menjalani pemeriksaan darah untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sipilis, dan malaria. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit melalui transfusi.

Dengan begitu kamu bisa mengetahui apakah kamu mengalami penyakit serius atau tidak.

5. Meningkatkan produksi darah.

foto: dietsuchi.com

Bagi kamu yang kerap mendonorkan darah, maka dapat membantu merangsang produksi sel-sel darah baru. Proses mendonorkan darah ini akan membantu tetap sehat dan bekerja lebih efisien.

2 dari 3 halaman


6. Menurunkan kolesrol.

foto: express.co.uk

Manfaat lain yang bisa kamu rasakan adalah membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Dilansir dari liputan6.com, sebuah penelitian membuktikan bahwa donor darah dapat mengurangi kekentalan darah sehingga dapat membantu dalam menurunkan kadar LDL.

LDL adalah kolesterol yang dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti sumbatan di peredaran darah. Kondisi tersebut biasanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan penyakit lain yang berkaitan dengan pembuluh darah.

7. Mempercepat proses pemulihan luka.

foto: medicalnewstoday.com

Ketika kamu mendonorkan darah akan terjadi penyesuaian tubuh terhadap berkurangnya sel darah merah. Penyesuaian tubuh ini juga dibutuhkan ketika tubuh mengalami luka yang mengakibatkan berkurangnya sel darah merah, sehingga penyembuhan luka jadi lebih cepat.

8. Mengurangi penyakit jantung.

foto: geneticliteracyproject.org

Manfaat mendonorkan darah yang paling penting adalah dapat menjaga kesehatan jantung. Pasalnya mendonorkan darah bisa meningkatkan zat besi dalam darah dan mengurangi kemungkinan kamu menderita penyakit jantung.

9. Menjadi lansia yang sehat.

foto: theconversation.com

Siapa yang tak ingin tetap sehat diusia lanjut? Tentunya ini menjadi impian banyak orang. Nah dengan mendonorkan darah, kamu akan merasakan hal tersebut, di mana tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit di usia senja.

10. Memiliki energi positif.

foto: sacap.edu.za

Mendonorkan darah dapat membangkitkan energi positif bagi setiap pendonornya. Pasalnya setelah mendonorkan darah, seseorang akan merasakan lebih sehat secara fisik maupun pikiran karena bisa melakukan suatu yang lebih berharga dalam hidup. Sehingga engergi positif menyebar ke dalam tubuh dan membuat seseorang lebih sehat.

3 dari 3 halaman


Tidak semua orang boleh mendonorkan darahnya.

Kamu sudah mengetahui manfaat dari mendonorkan darah sangat penting bagi kesehatan tubuh. Namun demikian kamu tidak bisa memaksakan diri untuk mendonorkan darah jika memiliki beberapa riwayat penyakit atau dalam kondisi yang tidak sehat.

Berikut ini adalah kondisi seseorang tidak bisa mendonorkan darahnya, seperti yang dirangkum brilio.net dari berbagai sumber.

1. Sedang demam atau flu.

Demam dan flu memang bukan penyakit yang serius, namun kondisi ini membuat kamu tidak bugar. Jadi kamu tidak bisa mendonorkan darah, karena akan berdampak buruk bagi kesehatanmu sendiri.

2. Berat badan kurang dari 50 kg.

Biasanya sebelum kamu mendonorkan darah, petugas kesehatan akan menanyakan berapa berat badanmu atau meminta kamu untuk mengukur berapa berat badan kamu terlebih dahulu.

Jika berat badan kurang dari 50 kg, kamu tidak diizinkan untuk mendonorkan darah. Hal ini dikhawatirkan tidak dapat mentoleransi pengambilan darah sejumlah yang dibutuhkan dalam proses transfusi.

3. Memiliki tekanan darah tinggi.

Jika kamu memiliki riwayat penyakit diabetes, maka kamu tidak diizinkan untuk mendonorkan darah.

4. Sedang hamil.

Dalam kondisi sedang hamil seseorang juga tidak diizinkan untuk mendonorkan darahnya. Jika kamu ingin mendonorkan darah, maka harus menunggu hingga 6 bulan setelah melahirkan.

5. Sedang mengonsumsi antibiotik.

Jika kamu sedang mengonsumsi antibiotik, sebaiknya tidak mendonorkan darah untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan, antibiotik yang kamu minum dapat ditularkan melalui darah yang akan kamu donorkan.

RECOMMENDED BY EDITOR