Brilio.net - Rasulullah SAW banyak mengajarkan kaumnya untuk melakukan ibadah, baik yang sifatnya fardlu (wajib) atau sunah. Ibadah fadlu adalah ibadah yang sudah tentu menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mengamalkannya. Apabila seorang muslim meninggalkannya, ia akan mendapatkan dosa.

Sedangkan sunah, menurut ilmu fiqih, berarti sesuatu yang apabila dikerjakan mendapat pahala, namun jika tidak dikerjakan tidak berdosa. Ada dua macam sunah yakni sunah muakkad dan ghairu muakkad. Muakkad berarti yang sangat dianjurkan, sedangkan ghairu muakkad artinya tidak terlalu dianjurkan.

Sebagai seorang muslim, kita pasti ingin mendekatkan diri pada Sang Khaliq. Juga mengikuti amalan-amalan yang telah dicontohkan Nabi Muhammad, termasuk mengamalkan ibadah yang sifatnya sunah muakkad.

Ada banyak kategori ibadah yang sifatnya sunah muakkad. Salah satunya adalah sholat tahajud. Sholat sunah yang memiliki banyak keutamaan ini, juga telah dijelaskan dalam Alquran dan Hadits.

Allah berfirman dalam QS Al Isra: 79 yang artinya "Hendaknya engkau gunakan sebagian waktu malam itu untuk sholat tahajud, sebagai sholat sunah untuk dirimu, mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang baik."

Loading...

Kemudian dalam Hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, Nabi bersabda, "Lakukanlah sholat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa."

Setelah mengetahui dasar hukum dari sholat tahajud, mari kita bahas lebih lanjut. Dikutip brilio.net dari berbagai sumber, berikut tata cara dan waktu mustajab mengamalkan sholat tahajud.

1. Niat sholat tahajud.

Ada tiga esensi niat, yaitu diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jika mau melafalkan niat secara lisan maka bisa dengan mengucapkan "shollii sunnatat tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa" yang artinya "Aku niat sholat tahajud 2 rakaat, karena Allah Ta'ala".

2. Tata cara sholat tahajud.

Pelaksanaan dan rukun sholat tahajud pada dasarnya sama dengan sholat fadlu. Akan tetapi dilaksanakan pada kurun waktu setelah sholat isya dan sebelum sholat shubuh. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah sholat sunah ini harus dikerjakan setelah bangun dari tidur.

Rakaaat sholat tahajud adalah dua rakaat, namun jumlahnya tidak terbatas. Akan tetapi dalam hadits, dijelaskan bahwa Rasulullah biasanya mengerjakan sholat tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat.

3. Doa sholat tahajud.

Selanjutnya mengenai doa, tidak ada aturan baku doa apa yang harus dipanjatkan. Kita bisa berdoa apa saja. Namun jika ingin mencontoh Rasulullah, dia selalu berdoa "Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardli wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqa'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa'atu haq."

"Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Faghfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah."

Yang artinya:

"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar."

"Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."

4. Waktu mustajab sholat tahajud.

Waktu mustajab melaksanakan sholat tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir. Tepatnya, yaitu antara pukul 01.00 malam hingga sebelum memasuki waktu subuh.

Hal ini telah dijelaskan pada suatu hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Nabi bersabda, "Allah Subhanahu wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku ijabahi doanya, siapa yang meminta-Ku akan Aku beri dia, dan siapa yang minta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni dia."

reporter: mgg/deta jauda

RECOMMENDED BY EDITOR