Brilio
×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
BRILIO >> Jalan-Jalan
Syifa Fauziah (brl/pep)

08 Agustus 2019 16:26

Menikmati kelezatan serabi khas Solo di JFF

Serabi Solo berbeda dengan surabi khas Bandung..

Menikmati kelezatan serabi khas Solo di JFF

View Image



Brilio.net - Bicara soal kuliner, Indonesia memiliki banyak sekali. Mulai dari camilan hingga makanan berat, di Indonesia sangat beragam. Salah camilan khas Indonesia adalah serabi. Makanan ini sering sekali dijadikan hidangan penutup.

Kebanyakan dari kita hanya mengetahui serabi berasal dari Bandung, padahal serabi juga ada loh yang dari Solo. Salah satunya adalah Serabi Notosuman yang sudah cukup melegenda di Solo.

KTD © 2019 brilio.net

Serabi Notosuman ini jadi salah satu makanan yang meramaikan Jakarta Food and Fashion di Mall Kepala Gading. Saat ditemu brilio.net, pemilik Serabi Notosuman Yohana mengatakan bahwa serabi ini sudah ada sejak tahun 1923. Ia merupakan generasi ke keempat yang melanjutkan usaha keluarganya.

Pemberian nama Notosuman ini karena serabi ini berasal dari Kampung Notosuman di Solo. Awalnya, bernama Serabi Inggris namun kebanyakan orang lebih mengenal Serabi Notosuman jadi dipakailah nama itu hingga sekarang.

Loading...

KTD © 2019 brilio.net

Yohana menjelaskan bahwa serabi Solo ini berbeda dengan serabi Bandung. Mulai dari bahan baku pembuatan, penyajian, hingga rasanya. Serabi Notosuman memakai berbagai bahan, di antaranya tepung beras, pandan, vanilla, gula, santan kelapa, dan garam. Sementara surabi Bandung menggunakan tepung terigu.

Dari segi rasa, serabi Solo lebih cenderung manis, karena disajikan dengan topping manis, seperti meses, keju, dan sebagainya. "Dari nenek buyut saya memang hanya dua rasa ada coklat dan original. Dulu sempat pakai topping telur tapi karena permintaan membludak dan proses memasaknya lama, kita keteteran, jadi sekarang hanya dua rasa aja," ujar Yohana.

KTD © 2019 brilio.net

Brilio.net pun sempat mencicipi serabi ini. Pada penyajiannya cukup berbeda, karena saat ada yang akan membeli, penjual serabi ini akan membungkus serabi dengan daun pisang kemudian digulung. Untuk rasa tentu berbeda, gurih dan manis di dapat dari santan dan topping coklat menggunakan mesis. Selain itu wangi dari daun pisangnya juga sangat terasa dan membuat semakin nikmat.

Selain Serabi Notosuman, masih ada banyak lagi kuliner khas daerah seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya. Nah kamu bisa menikmati berbagai makanan khas daerah ini di Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) Yang terdapat di La Piazza, Kelapa Gading, mulai tanggal 7 Agustus hingga 8 September 2019.

RECOMMENDED BY EDITOR

Pilih Reaksi Kamu



Tags

Kuliner Indonesia Wisata Solo Jakarta
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE