Brilio.net - Perkembangan teknologi yang begitu pesat, tanpa disadari mengubah perilaku manusia. Rata-rata ingin serba cepat. Namun di balik itu, tingkat tekanan hidup manusia juga berbanding lurus. Artinya, di era digital seperti sekarang, tekanan hidup manusia modern juga semakin meningkat. 

Tak jarang, hal itu justru berdampak buruk bagi kesehatan jiwa. Muncul perasaan gundah, gelisah, stress, yang bisa saja mengarah pada depresi. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa pun yang setiap saat bergelut pada rutinitas harian.  Maka itu sangat penting untuk bisa mengatasi stres agar tidak mengganggu pekerjaan.

Ada juga yang beranggapan, tingkat stres yang mengarah pada depresi lebih banyak dialami mereka yang sudah berkeluarga. Eits, jangan salah, beberapa penelitian justru memperlihatkan fakta yang sebaliknya. 

Ternyata angka depresi kelompok milenial saat ini justru lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Sebagai generasi terbesar kedua setelah baby boomers, pola hidup dan kebiasaan milenial ternyata kerap menyeret mereka pada ‘ruang’ depresi. 

Baca Alquran © 2019 brilio.netthegoodtidings.net

Loading...

Koq bisa begitu ya? Dalam sebuah studi yang diterbitkan American Psychological Association berdasarkan penelitian Thomas Curran dari University of Bath dan rekannya Andrew Hill dari York St John University, disebutkan dorongan untuk menjadi sempurna dalam tubuh, pikiran, dan karier di kalangan milenial saat ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kondisi ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental kaum muda. 

Menurut kedua peneliti, generasi milenial gampang depresi. Tingkat depresi, kecemasan, dan pikiran bunuh diri generasi milenial bahkan dua kali lebih tinggi dibanding 10 tahun lalu. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari ketidakberdayaan menanggung beban hidup, kegagalan, tekanan eksternal dan permasalahan berat lainnya. Nah di kalangan milenial berbagai penyebab itu ditambah lagi dengan makin berkembangnya budaya perfeksionisme. 

Generasi muda cenderung memiliki tuntutan lebih tinggi terhadap orang lain, termasuk diri mereka sendiri, sekaligus menganggap bahwa orang lain memiliki tuntutan yang tinggi terhadap mereka. Memiliki standar terlampau tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain berisiko bagi kesehatan mental generasi milenial.

Namun sebenarnya banyak cara bisa dilakukan agar rasa depresi itu tidak menghantui. Salah satunya adalah dengan cara yang mungkin selama ini luput dari perhatian yakni membaca Alquran. Allah SWT menurunkan Alquran sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman. 

Baca Alquran © 2019 brilio.netamazingreveal.com

Kitab suci umat Muslim ini juga memiliki banyak nama lain yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Salah satu nama dan sifat Alquran yang belakangan banyak dibahas yakni Asy-Syifa atau sebagai penyembuh. 

Dalam banyak penelitian, Alquran memiliki khasiat sebagai penawar penyakit baik jasmani maupun rohani. Salah satunya seperti yang dilakukan Dr Ahmed Al-Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat. Menurutnya, membaca atau memperdengarkan lantunan ayat suci Alquran saja sudah dapat memberikan perubahan fisiologis yang besar bagi tubuh manusia.

Dalam studi lain yang dilakukan  Universitas Salford, Inggris, para ahli menemukan bahwa para peserta yang membaca Alquran menjadi jauh lebih rileks dan tenang setelahnya, dibanding peserta lain yang membaca buku biasa. Membaca Alquran dapat menenangkan pikiran dan batin.

Sementara  Ir Abduldaem Al-Kaheel dalam bukunya yang berjudul ‘Al-Qur`an The Healing Book’ menjelaskan beberapa ayat dalam Alquran yang bisa dibaca saat seseorang merasakan sakit baik rohani maupun jasmani. Berikut penjelasannya.

1.Membaca Surah Al-Fatihah sebanyak tujuh kali. 

Baca Alquran © 2019 brilio.netfurkannesli.net

Surah Al-Fatihah sebagai pembuka dari kitab suci Alquran memiliki banyak keutamaan. Para ulama pun telah bersepakat mengenai keunggulan surah yang juga disebut sebagai Ummul Qur’an ini. Rasulullah SAW bersabda “Demi Zat Yang Jiwaku ada di Tangan-Nya, Allah SWT tidak menurunkan surah yang setara dengan surah Al Fatihah dalam Taurat, Injil, dan Zabur, bahkan dalam Al Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Membaca Ayat Kursi atau Al-Baqarah Ayat 255.

Baca Alquran © 2019 brilio.neti.dawn.com

Ayat Kursi diyakini punya posisi penting dalam penyembuhan jika dibaca bagi mereka yang sedang sakit. Allah SWT akan memelihara orang yang membacanya dari seluruh kejahatan, keburukan, dan penyakit. Ayat ini sangat disarankan untuk dibaca pada saat pagi dan sore hari.

3.Dua ayat terakhir surat Al-Baqarah

Baca Alquran © 2019 brilio.netsd-studio.com.ua

Rasulullah menyebutkan, barang siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah malam hari, maka Allah akan melindunginya dari berbagai keburukan, penyakit, rasa khawatir, dan gelisah.

4.Surah Al-Ikhlas

Baca Alquran © 2019 brilio.netislamicity.com

Surat ini setara dengan sepertiga Alquran, sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW. Surat ini mengandung makna tentang sifat-sifat keesaan Allah SWT yang tak ada di ayat lain. Karenanya, surat ini disebut penting sekali untuk penyembuhan semua penyakit.

5.Surah Al-Falaq dan An-Naas

Baca Alquran © 2019 brilio.nettimedotcom.files.wordpress.com

Rasulullah SAW bersabda, tidak ada sesuatu yang bisa melindungi seorang mukmin melebihi dari dua surat ini. Ketika seorang mukmin berlindung kepada Allah SWT dan membaca dua surat ini, maka Allah SWT akan melindungi dan membentenginya dari berbagai keburukan penyakit.

Alquran merupakan pedoman yang paling mulia bagi setiap muslim. Karenanya, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengamalkannya.” 

Baca Alquran © 2019 brilio.netoneyoufeed.net

Di era digital saat ini, belajar Alquran bisa dilakukan di manapun kapan pun. Apalagi saat ini sangat banyak website atau situs di internet yang menyediakan layanan praktis belajar Alquran seperti bisaquran.com dan tafsirweb.com.

Nah bisaquran.com menghadirkan sarana full digital berupa kelas online berbasis aplikasi instant messaging, atau menggunakan website khusus sebagai Learning Management System (LMS). Tak hanya itu, ada pula yang menggunakan sistem hybrid yakni menggabungkan materi klasik berupa buku dan video pembelajaran. 

Sementara tafsirweb.com memberikan akses untuk mempelajari tafsir al-Qur’an dengan beragam versinya. Di antaranya yakni, Tafsir Kementrian Agama Republik Indonesia, Tafsir Kementrian Agama Saudi Arabia, dan lain sebagainya. Semuanya tersedia gratis untuk dibaca koq.

RECOMMENDED BY EDITOR