Brilio.net - Penelitian terus dilakukan oleh para ilmuwan untuk memperoleh perkembangan teknologi secara mutakhir. Tuntutan zaman membuat berbagai teknologi perlu dilakukan pengembangan secara berkala. Hal itu juga yang dilakukan para ilmuwan untuk menemukan drone yang paling canggih.

Charles Stark Draper Laboratory bersama dengan Howard Hughes Medical Institute melakukan penelitian pengembangan drone cyborg. Proyek mereka saat ini menghasilkan DragonflEye yang merupakan modifikasi dari capung hidup.

DragonflEye © 2017 indiatimes.com

Dilansir brilio.net dari India Times, drone yang ada saat ini meski canggih masih punya banyak kekurangan untuk melakukan merekaman secara fleksibel. Para peneliti akhirnya melakukan biohacking, yakni memodifikasi makhluk alam dengan tambahan bagian elektronik.

Mereka memilih capung karena memiliki kepala besar, badang cukup panjang, dan dapat melesat cepat dengan memaksimalkan dua sayapnya.

Mereka memasang sebuah alat pada capung yang nantinya bisa mereka kendalikan. Selain itu, tim yang berpusat di Amerika Serikat ini menyuntikkan gen kepekaan cahaya ke bagian sumsum serangga itu sehingga dapat dikendalikan dengan baik.

Drone ini disebut dapat membantu proses penyerbukan, pengiriman, pengintaian, hingga ranah diagnostik medis. Tentu dengan ukuran yang kecil dan gerakan yang kincah mampu membantu menembus celah kecil hingga di area yang tak aman.

Namun, pengaplikasian teknologi ini tentu masih cukup jauh karena harus dilakukan penelitian terus menerus.