Brilio.net - Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, kini orang dengan mudah berkomunikasi dengan siapapun di penjuru dunia. Perkembangan teknologi yang mengubah kebiasaan orang dari konvensional ke arah digital ini benar-benar sangat berbeda.

Di mana dulu jika ingin mendapat informasi, kita harus melihat iklan televisi, koran, majalah dan radio. Kini, hanya dengan smartphone orang bisa mengakses informasi tanpa harus repot.

Meski kehadiran teknologi mempermudah kehidupan, efek negatif juga muncul dari era digital. Di mana berbagai informasi bisa masuk dari mana saja. Mirisnya informasi-informasi yang menyesatkan banyak beredar lewat media sosial dan pesan singkat. Jika tidak bijak dalam memahami informasi, maka kita akan termakan kabar bohong atau hoaks.

Lantas bagaimana cara mengidentifikasi berbagai pesan atau informasi melalui pesan singkat chatting atau media online? Trik mengenali informasi ini mungkin tak semua orang mengetahuinya. Agar tidak mudah termakan informasi bohong, berikut cara membedakan informasi benar dan hoaks dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (21/2).

1. Cek informasi di media online resmi.

 WhatsApp Hoaxs istimewa

foto: pixabay.com

Berita hoaks bisa menghampiri siapa saja yang menggunakan media sosial. Pertama yang harus kamu ketahui adalah judul berita hoaks selalu menuding pihak tertentu. Isinya hampir sama dengan berita-berita resmi lainnya, hanya dirubah bebera hal untuk menimbulkan persepsi sesuai yang dikendaki si pembuat hoaks.

Untuk menyikapi hal ini cobalah cari informasi di media online resmi. Bandingkan berita yang kamu terima dengan berita di media online resmi. Jika kamu melihat ada perbedaan, maka lebih baik abaikan informasi yang tidak jelas tersebut.

 

2. Gabung grup diskusi anti-hoaks.

 WhatsApp Hoaxs istimewa

foto: pixabay.com

Saat ini kita dengan mudah membuat grup diskusi di berbagai media sosial, mulai dari Facebook Instagram dan WhatsApp. Nah dengan bergabung di beberapa grup diskusi anti-hoaks, kamu bisa meminta klarifikasi atas berbagai pesan bohong yang beredar.

Ada beberapa grup anti-hoaks di Facebook di antaranya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Indonesian Hoax Buster, Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Segala sesuatu termasuk mencari kebenaran dari berita tersebut bisa didiskusikan bersama di grup-grup ini.

 

3. Gunakan Google Images.

 WhatsApp Hoaxs istimewa

foto: pixabay.com

Untuk memastikan informasi bohong atau tidak, kamu bisa melakukan cek foto di berita tersebut. Caranya cukup mudah, kamu bisa memanfaatkan tool milik Google, yaitu Google Images. Pertama screenshot foto di berita tersebut. Lalu buka laman Google Images, kemudian screenshot foto tersebut drag ke kolom pencarian. Dengan melakukan ini, kamu akan tahu berita tersebut asli atau tidak.

 

4. Gunakan alat forensik digital.

 WhatsApp Hoaxs istimewa

foto: shutterstock.com

WhatsApp menjadi salah satu aplikasi chatting paling fenomenal jika dibandingkan dengan aplikasi chatting lainnya. Melihat potensi WhatsApp yang begitu besar, terkadang aplikasi ini disalahgunakan orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan foto, meme dan video hoaks.

Cara memverifikasi informasinya dengan alat forensik digital seperti InVid dan TinEye, Trello dan Meedan's Check.

 

5. Skeptis terhadap informasi.

 WhatsApp Hoaxs istimewa

foto: pixabay.com

Skeptis terhadap informasi yang beredar itu tidak ada salahnya. Perhatikan setiap informasinya, apakah isinya memprovokasi dan siapa narasumbernya.

 

6. Cari kata kunci dari pesan WhatsApp.

 WhatsApp Hoaxs istimewa

foto: pixabay.com

Cari kata kunci dari pesan WhatsApp yang kamu curiga. Kata kunci tersebut lalu telusuri memakai Google. Jika informasi itu benar maka akan ada beberapa media online resmi yang mengulasnya.