Brilio
×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
BRILIO >> Film
Yani Andriansyah (brl/red)

28 Juni 2019 21:30

Milenial semakin antusias menggeluti dunia film, ini buktinya

Kegiatan ini bisa meningkatkan kecintaan anak muda akan film Indonesia..

Milenial semakin antusias menggeluti dunia film, ini buktinya

View Image



Foto-foto: Dok Exsport

Brilio.net - Dunia audio video kini sudah tidak asing di mata milenial. Mereka pun selalu berupaya untuk mengembangkan kemampuan dengan belajar dari berbagai sumber. Ada yang belajar secara otodidak, tapi tak sedikit juga yang menimba ilmu lewat berbagai workshop atau kelas khusus.  

Salah satunya ditunjukkan Exsport, produk tas asli Indonesia. Perusahaan yang awalnya dikenal sebagai Exxon Bag’s ini, beberapa waktu lalu menggelar kelas film bertajuk Kelas Film Musim Hujan. Kegiatan ini khusus untuk remaja. Pelatihan yang dilakukan sejak 14 April 2019 hingga 18 Mei 2019 ini pun mendapat animo cukup besar dari kaum milenial. Tercatat ada sekitar 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Menariknya kelas film ini menggandeng The Panasdalamovies, rumah produksi milik Pidi Baiq (penulis novel dan sutradara film Dilan 1990, Dilan 1991 dan Milea). 

Kelas Hujan  © 2019 brilio.net

“Alasan kami mengadakan kelas film ini selain pembuktian eksistensi Exsport sebagai brand yang menyasar anak remaja, juga melihat tren film Indonesia yang kembali naik dua tahun belakangan ini,” ujar Marcomm Manager Exsport Dina Haris dalam keterangan resmi yang diterima Brilio.net (28/6). 

Loading...

Menurut Dina, pihanya ingin Kelas Film Musim Hujan ini menjadi salah satu rangkaian acara yang memperkuat positioning Exsport sebagai brand untuk anak muda. Karena selain kelas film ini, Exsport sudah menyiapkan berbagai macam kegiatan yang bermuara pada perayaan ulang tahun Exsport yang ke-40. 

Kolaborasi Exsport bersama The Panasdalamovies pun memiliki cerita yang menarik. Alasan utama tentunya kepiawaian Pidi Baiq dalam merangkai kata dan gambar dalam trologi novel dan film Dilan.

Kelas Hujan  © 2019 brilio.net

“Exsport dan Pidi Baiq sebenarnya memiliki ikatan yang kuat. Kami sudah bekerja sama mulai dari film Dilan 1991. Kerjasama jangka panjang ini kami tuangkan tidak hanya dalam film tapi sampai ke luar film, dengan pembuatan Kelas Film Musim Hujan,” ungkap Dina.

Hal senada disampaikan Pidi selaku founder The Panasdalamovies. Menurutnya kerjasama ini bisa meningkatkan kecintaan anak muda akan film Indonesia. Menurutnya Exsport dengan pasar yang menyasar anak muda memiliki tujuan yang sama dengan The Panasdalamovies, bagaimana mengembangkan pasar film Indonesia agar memiliki regenerasi yang baik. “Dalam hal ini The Panasdalamovies merasa anak muda menjadi wadah regenerasi film Indonesia untuk di masa mendatang,” jelas Pidi.

Peserta Kelas Film Musim Hujan dijaring setelah mendaftarkan diri. Mereka diharuskan memberikan ide cerita lalu dipilih oleh 50 perserta yang dapat mengikuti kelas film yang dilakukan. Ke-50 peserta ini kemudian dibagi menjadi 5 kelompok.

Di mana masing-masing kelompok memproduksi film pendek yang dikompetisikan. Sebelum memproduksi film, kelima kelompok tersebut diberi pembekalan mengenai tahapan produksi film mulai dari pra produksi, produksi, dan pasca produksi.

Rangkaian pengumuman pemenang diadakan pada 22-23 Juni 2019 lalu dengan mendatangkan pembicara yang membahas mengenai keahlian dan pengalaman yang mereka miliki. Para pembicara mulai dari duet Pidi Baiq dan Ody Mulya yang bercerita mengenai sesi produser dan sutradara. Lalu ada Cesa David Lukmansyah yang berbicara mengenai serunya editing film. 

Kelas Hujan  © 2019 brilio.net

Sebagian materi yang disampaikan di Kelas Film Musim Hujan bukan hal baru di dunia perfilman. Namun The Panasdalamovies mencoba menawarkan sesuatu yang baru bagi industri perfilman Indonesia, yaitu dengan menggandeng Nevix dalam hal bagaimana mensinergikan teknologi Blockchain dan digital asset dengan industri film Indonesia. 

Teknologi ini sedang hangat di dunia barat. Jika di Indonesia bisa mensinergikannya, itu merupakan sesuatu yang luar biasa sekaligus membuktikan bahwa Indonesia siap dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0. 

Tujuan disinergikan teknologi ini dengan dunia perfilman adalah pembukuan keuangan bisa lebih aman dan efisien dalam sebuah produksi film, selain itu aliran dananya akan lebih transparan sehingga timbul rasa saling percaya yang membuat suasana produksi menjadi lebih nyaman.

RECOMMENDED BY EDITOR

Pilih Reaksi Kamu



Tags

Film Film Indonesia Generasi Milenial Sineas Muda Workshop
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE