Brilio.net - Barbie adalah salah satu jenis boneka yang identik dengan anak perempuan. Mainan yang satu ini memang sangat populer di dunia. Menampilkan visual yang cantik dengan aksesoris yang beragam membuat boneka Barbie terus digemari.

Berbicara mengenai Barbie, kamu pasti sudah menyaksikan versi film kartunnya kan? Dahulu, kartun Barbie sering tayang di stasiun televisi. Ada yang mengisahkan tentang putri, peri, mermaid, dan masih banyak lagi. Nah, sebagai ajang nostalgia, ada beberapa film kartun Barbie terbaik yang bisa kamu tonton ulang.

Apa saja? Dihimpun brilio.net dari berbagai sumber pada Sabtu (8/2), berikut tujuh film kartun Barbie terbaik yang bikin kamu kangen masa kecil.

1. Barbie as Rapunzel.

barbie © 2020 brilio.net

Loading...

foto: imdb.com

Dongeng klasik yang mengisahkan putri berambut panjang Rapunzel, pasti sudah tidak asing lagi terdengar. Nah, sebelum diadaptasi Disney dalam film animasi Tangled, kisah Rapunzel sudah lebih dulu diadaptasi pada kartun Barbie yang rilis tahun 2002. Hampir sama dengan versi aslinya, kisah Barbie as Rapunzel mengisahkan tentang seorang putri yang terkurung di menara.

Ia sangat kesepian dan ingin melihat dunia luar. Karena terjebak dalam menara, Rapunzel hanya bisa menggambar pemandangan yang ia bayangkan pada setiap sudut kamar. Suatu ketika, Rapunzel tak sengaja menggambar menggunakan kuas ajaib dan membuat objek gambarannya menjadi nyata. Selain bisa berganti-ganti pakaian, Rapunzel juga dapat pergi kedunia luar menggunakan kuas ajaibnya.

Kesempatan itu pun tak disia-siakan Rapunzel. Ia bertekad mencari tau dari mana kuas ajaib itu berasal. Siapa sangka, Rapunzel juga bertemu dengan pangeran yang akan membebaskannya dari menara. Rapunzel juga menyadari identitas aslinya sebagai tuan puteri yang hilang.

2. Barbie and the Nutcracker.

barbie © 2020 brilio.net

foto: imdb.com

Rilis tahun 2001, film kartun Barbie and the Nutcracker bermula dari scene yang memperlihatkan seorang anak bernama Kelly yang murung karena kesusahan menari. Ia sempat putus asa dan merasa tak bisa menjadi balerina. Barbie pun mencoba memberinya semangat dan mengisahkan cerita yang menarik, yakni "Barbie and the Nutcracker".

Kisah ini berpusat pada gadis bernama Clara yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Ia mengalami banyak kesulitan, namun kehidupannya berubah setelah bertemu dengan Nutcracker, sebutan untuk boneka kayu pemecah kacang. Secara ajaib, Nutcracker hidup dan bisa berkomunikasi. Clara pun memulai petualangannya di dunia fantasi bersama Nutcracker. Ketika menghadapi segala masalah, Clara selalu percaya diri akan kemampuannya.

3. Barbie as the Princess and the Pauper.

barbie © 2020 brilio.net

foto: imdb.com

Barbie as the Princess and the Pauper sempat beberapa kali ditayangkan oleh stasiun televisi Indonesia. Film kartun yang rilis pada 2004 ini mengisahkan seorang putri bernama Anneliese. Sebagai anak perempuan Raja, perjodohan Anneliese tentu sudah diatur. Ia akan dijodohkan dengan calon raja bernama Dominick. Namun, Anneliese sebenarnya menyukai pria lain bernama Julian.

Suatu hari, Anneliese diculik oleh menteri jahat yang ingin menguasai kerajaan. Julian pun berusaha menyelamatkan Anneliese seorang diri. Agar tidak menimbulkan kekacauan, Julian juga meminta Elika, untuk menggantikan posisi Anneliese. Elika sendiri merupakan penjahit yang memiliki wajah mirip dengan sang putri. Perbedaan keduanya, hanya terletak pada rambutnya saja.

4. Barbie of Swan Lake.

barbie © 2020 brilio.net

foto: imdb.com

Selanjutnya ada Barbie of Swan Lake yang mengisahkan tentang Odette, gadis yang tak sengaja melihat Peri baik dan penyihir jahat yang saling bertarung. Mengetahui keberadaan Odette, penyihir jahat itu pun berniat merubah Odette menjadi angsa. Peri baik juga tak tinggal diam, dia berusaha melindungi Odette dari penyihir. Akibatnya, Odette pun mengalami masalah. Setiap terbenamnya matahari, Odette akan berubah menjadi angsa. Namun disiang hari, ia bisa kembali menjadi manusia.

Untuk mematahkan sihir tersebut, Odette harus menemukan cinta sejatinya. Orang itu haruslah mengenali sosok Odette, meski dengan keadaan apapun. Setelah menemukan pangerannya, Odette terus mendapatkan masalah. Sebab, ada anak perempuan sang penyihir yang juga menyukai pangeran. Ia bahkan mengelabui pangeran dengan menyamar sebagai Odette di malam hari.

5. Barbie and the 12 Dancing Princess.

barbie © 2020 brilio.net

foto: imdb.com

Sesuai dengan judulnya, film ini mengisahkan tentang 12 putri yang suka menari. Setelah sang Ratu meninggal, Raja pun meminta kerabatnya Rowena untuk mengasuh kedua belas putrinya. Tak suka melihat kesenangan para putri, Rowena pun melarang mereka melakukan tarian apapun. Mereka hanya diperbolehkan berada di kamar sepanjang hari.

Salah seorang putri bernama Genevieve tak mau berhenti menari. Suatu ketika, ia menginjak lantai istana yang memiliki corak unik. Ketika menari sesuai susunan lantai, Genevieve pun membuka pintu ajaib dari dunia yang indah. Bak negeri dongeng, dunia tersebut memiliki tempat yang dipenuhi emas dan bisa mewujudkan semua impian. Genevieve juga mengajak saudaranya yang lain untuk ikut serta. Sementara itu, Rowena terus menjalankan rencana jahatnya untuk menyingkirkan Raja.

6. Barbie Fairytopia.

barbie © 2020 brilio.net

foto: imdb.com

Selanjutnya ada Barbie Fairytopia yang berpusat pada karakter bernama Elina. Ia adalah satu-satunya peri yang tidak memiliki sayap. Karena itulah ia dikucilkan dan menghabiskan banyak waktu didalam kelopak bunga. Suatu hari, hutan ajaib mengalami kerusakan yang parah. Elina pun menyadari bahwa Laverna lah, dalang dibalik semua kekacauan ini. Ia pun berusaha melawan Laverna dan mengembalikan keseimbangan alam.

7. Barbie and the Magic Pegassus.

barbie © 2020 brilio.net

foto: imdb.com

Film kartun Barbie and the Magic Pegassus mengisahkan tentang seorang putri bernama Annika. Karena menolak lamaran penyihir jahat bernama Wenlock, seluruh kerajaan pun dibuat membeku. Berbekal keberanian, Annika pun berusaha mematahkan sihir tersebut dan mengalahkan Wenlock. Ia pun memulai petualangan yang seru bersama Pegassus.

Reporter: Deta Jauda Najmah

RECOMMENDED BY EDITOR