Brilio.net - Memasuki usia senja sebaiknya digunakan oleh seseorang untuk beristirahat. Namun, hal tersebut tidak dapat dinikmati oleh beberapa orang, salah satunya karena faktor ekonomi.

Harus menjalani kehidupan masa tua dengan memprihatinkan ini dialami oleh salah seorang nenek penjual minuman di Surabaya ini.

Dilansir brilio.net dari akun TikTok @menthueel, Rabu (10/11) mengunggah sebuah video yang memperlihatkan sosok nenek yang berjualan minuman itu hidup sebatang kara. Ia juga tidak memiliki tempat tinggal, sehingga harus tidur di sebuah lemari sempit yang berada di warungnya tersebut.

@menthueel Balas @menthueel Ruamah dan suka bercanda ini ibu, Yook larisin #fyp #viral suara asli - Bkn penikmat BanSos

Tidak memiliki suami dan anak, nenek tersebut terpaksa harus tinggal di lemari lantaran dirinya tidak memiliki biaya untuk sekadar menyewa tempat tinggal.

Dalam video sang nenek memperlihatkan tempat tinggalnya di dalam lemari kayu usang tersebut. Sambil membuat minuman pesanan, nenek tersebut bercerita jika di dalam lemari itu sang nenek juga menyimpan sedikit perabotan yang dimilikinya.

nenek penjual minuman di Surabaya tinggal di lemari © 2021 TikTok

foto: TikTok/@menthueel

Untuk urusan toilet nenek yang diketahui berasal dari Madura tersebut menumpang di sebuah bank yang berada di belakang lapak jualannya.

"Tidure (tidurnya) masa di situ nek di dalam lemari, ya Allah" kata si pengunggah video.

"Iyo neng kene iya di sini," kata nenek tersebut.

nenek penjual minuman di Surabaya tinggal di lemari © 2021 TikTok

foto: TikTok/@menthueel

Dari video tersebut sang nenek memperlihatkan cara ia tidur di dalam lemari kayu tersebut. Nenek tersebut duduk membelakangi pintu lemari, lalu kemudian kepalanya masuk ke dalam dengan sedikit menunduk dan kedua kakinya langsung diarahkan ke bagian dalam.

Posisi tidur nenek tersebut juga terlihat tidak nyaman karena terbatasnya ruang dalam lemari sehingga kakinya tidak bisa lurus.

nenek penjual minuman di Surabaya tinggal di lemari © 2021 TikTok

foto: TikTok/@menthueel

"Tiap hari neng kene, nah kepala e di sini (tiap hari di sini, nah kepalanya di sini)," jelasnya.

Di akhir ceritanya, nenek mengaku, sempat tinggal di dapur orang lain dan diharuskan membayar Rp 10 ribu.