Brilio.net - Tato alis merupakan tren kecantikan yang tengah digandrungi banyak wanita. Prosedur tato alis dilakukan dengan menempatkan tinta permanen pada lapisan teratas alis. Tato alis bisa bertahan kurang lebih satu tahun lamanya. Namun saat menato alis, pastikan prosedur yang dilakukan tepat.

Seorang wanita dari Greater Manchester, Inggris mengalami nasib naas akibat salah prosedur tato alis. Dilansir brilio.net dari newsarchyuk.com, Jumat (12/10), alis wanita bernama Leanne Martin ini mengalami kerontokan pasca melakukan tato alis. Tidak hanya itu, alisnya memerah dan terasa terbakar.

Awalnya Leanne Martin pergi ke salon untuk merapikan kukunya. Setelah sampai di salon, wanita 31 tahun itu memutuskan mencukur alis. Kemudian ia meminta pekerja salon untuk menato alisnya juga.

Leanne Martin mengaku, pegawai salon hanya menanyakan apakah ia pernah melakukan tato alis. Namun pegawai salon tersebut tidak melakukan tes alergi sebelum menato alisnya. Padahal, jika tidak cocok dengan zat warna akibatnya bisa fatal.

salah prosedur tato alis © trianglenews.co.uk

Benar saja, sehari setelah melakukan tato alis Leanne Martin merasakan alisnya terbakar. Tidak hanya itu, bagian alisnya mulai memerah. Alis Leanne Martin juga mulai mengalami kerontokan.

Untuk menghindari efek lebih lanjut, Leanne Martin memutuskan pergi ke dokter. Ia diberi krim hydrocortisone untuk mengehentikan peradangan. Leanne Martin juga mendatangi salon tempat ia menato alis. Namun pihak salon hanya memberinya ganti rugi dengan hadiah senilai Rp 700 ribu.

salah prosedur tato alis © trianglenews.co.uk

Setelah alisnya rontok, Leanne Martin tidak bebas ke mana saja karena harus menjaga alisnya tetap bersih dari kuman. Ia juga merasa sedih karena anaknya malu terhadap kondisinya, sehingga enggan diantar ke sekolah. Kesedihan ini ia bagikan ke media sosial sembari mengunggah keadaan alisnya.