Brilio.net - Kejadian memilukan dialami model asal Pakistan, Qandeel Baloch yang tewas ditangan kakak laki-lakinya sendiri, Waseem Azeem. Hal ini diketahui oleh media setelah sang ayah, Mohammed Azeem yang melaporkan putranya ke polisi setempat.

model dibunuh kakaknya © 2016 brilio.net

Qandeel Baloch saat menjadi model.


Seperti yang dilansir dari Aljazeera, Senin (18/7), alasan Waseem membunuh saudarinya adalah dikarenakan Baloch sudah mempermalukan keluarganya. Dengan wajah yang ditutupi saat konferensi pers di kepolisian, Waseem mengaku bahwa ia sama sekali tidak menyesali perbuatannya dan malah merasa terhormat bisa membunuh adiknya itu.

BACA JUGA: Coba pecahkan tebak-tebakan emoji ini kalau ngaku suka science

Selain menjadi model dan sering memposting foto-foto seksi di media sosialnya seperti Facebook, Instagram dan Twitter, Baloch memang dikenal sebagai aktivis feminis yang vokal serta seringkali mengkritisi politik dan agama.

model dibunuh kakaknya © 2016 brilio.net

Qandeel Baloch bersama dengan Mufti (ulama) Abdul Qavi yang di unggah di Instagram Baloch.

Terakhir, ia mengunggah fotonya bersama ulama terkenal Mufti Abdul Qavi yang menjadi viral, saat itu ia juga bercanda tentang meminum minuman keras dan merokok pada bulan puasa dengan Qavi. Saat itu Qavi dikeluarkan dari komite ulama Pakistan dan Baloch mendapatkan makian dari masyarakat bahkan hingga ancaman mati. Inilah yang menjadi penyebab Waseem membunuh adiknya, karena dianggap mempermalukan keluarganya.

model dibunuh kakaknya © 2016 brilio.net

model dibunuh kakaknya © 2016 brilio.net

Para Feminists yang mengaku kehilangan Baloch dan melawan Honour Killing.

Kepolisian mengatakan bahwa Baloch meninggal karena kehabisan nafas setelah hidung dan mulutnya ditutup oleh kakaknya. Akibat kematian Baloch, para feminis baik dari dalam negeri maupun luar Pakistan mulai membuat kampanye tentang "Anti-Honour Killing" di Pakistan. Setidaknya di Pakistan ada 10.000 wanita yang terbunuh karena adanya Honour-killing yang sudah melekat di masyarakat Pakistan ini.