Brilio.net - Setiap pasangan tentu menginginkan kisah cintanya berakhir bahagia. Patokan bahagianya adalah bisa menikah dengan pasangan dan membangun rumah tangga sehidup semati.

Meski demikian, kisah cinta nggak melulu bisa berakhir bahagia seperti yang direncanakan. Ada juga yang endingnya sedih sampai mengenaskan.

Belum lama ini, seorang pria harus meregang nyawa ketika mengejar pacarnya yang sedang ngambek. Pria asal Sarawak, Malaysia bernama Yung Fei Kong ini diceritakan sedang beradu argumen dengan pacarnya.

Lalu pacarnya yang tidak disebutkan identitasnya itu ngambek dan lari menjauh. Yung Fei Kong yang kelelahan mengejar pacarnya itu lalu tewas di tempat.

Dilansir brilio.net dari World of Buzz, Senin (19/8), pertengkaran dua sejoli ini terjadi di pasar sentral Sibu. Kemudian cewek yang ngambek tersebut lari dari pasar dan dikejar oleh Yung Fei Kong. Pria ini mengejar kekasihnya tanpa menggunakan alas kaki. Ia bahkan beberapa kali terjatuh dalam pengejarannya tersebut.

Loading...

kejar pacar ngambek tewas kecapekan © worldofbuzz.com

foto: worldofbuzz.com

Ketika sampai di sebuah pertokoan, keduanya kecapekan dan beristirahat di sana. Menurut keterangan cewek tersebut, pacarnya kemudian ambruk di tangga sesaat setelah mereka sampai. Meski demikian, dia hanya cuek saja. Saat itu ia kira pacarnya hanya kelelahan habis berlari dengan jarak yang cukup jauh.

Kemudian cewek itu sempat meninggalkan pacarnya yang sebenarnya sudah tak sadarkan diri. Ia kembali ke arah pasar sentral untuk mengambil sepatunya yang sempat terlepas. Namun ia dibuat kaget ketika sampai kembali ke pertokoan. Pacarnya masih dalam posisi yang sama saat ia tinggalkan. Tidak bergerak sedikitpun.

Orang sekitar yang melihat kemudian memutuskan untuk menelepon pihak yang berwajib. Namun ketika polisi sampai di tempat kejadian perkara, Yung Fei Kong sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Usai diperiksa kepolisian, cewek itu mengungkapkan kalau peristiwa memilukan itu terjadi pada pukul 8 pagi waktu setempat. Sementara ia kembali dari mengambil sepatu di pasar sentral menuju tempat pacarnya yang kolaps sekitar pukul 9 pagi.

Tentu saja ini bukan akhir cerita cinta yang pasangan itu inginkan. Namun namanya takdir, tidak bisa ditebak. Bisa datang kapan saja dan di mana saja.

RECOMMENDED BY EDITOR