Brilio.net - Aturan mengenai sistem zonasi berbasis tempat tinggal tampaknya sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Pekalongan, Jawa tengah. Namun  ternyata tak semua siswa atau siswi bisa menerima aturan yang telah ditetapkan ini.

Seorang siswa merasa sangat kecewa dengan aturan tersebut, bahkan kekecewaannya itu ditunjukkannya dengan membakar sejumlah piagam penghargaan yang didapatnya selama sekolah. Siswa yang diketahui bernama Yumna ini baru saja lulus dari SDN 02 Pekeringanalit, Pekalongan, Jawa Tengah.

Yumna merasa sangat kecewa karena tidak bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah impiannya karena sistem zonasi. Rumah Yumna berjarak 2000 meter dari sekolah impiannya, yakni SMPN 1 Kajen, Pekalongan itu. Yumna diketahui tak hanya membakar piagam, namun juga piala bukti kerja kerasnya selama ini.

Video pembakaran piagam yang diunggah pada Minggi (23/6) tersebut sontak saja mencuri perhatian warganet. Tak sedikit yang merasa kecewa dengan aturan yang diberlakukan.

Dilansir brilio.net dari merdeka.com, Jumat (28/6), Orangtua Yumna, Sugeng Wiyoto (50) dan Sukoharti (45), yang tinggal di Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, mengaku masih sedih dengan yang menimpa anaknya. Bahkan, Yumna sendiri sempat jatuh sakit.

Loading...

"Anak saya merasa piagam itu tidak berlaku lagi dengan kondisi saat ini. Yang dibakar ada piagam kejuaraan seni dan agama. Beberapa di antaranya juara satu tingkat Kabupaten Pekalongan," katanya.

Yumna diketahui anak yang berprestasi, di mana ia telah membuktikan dengan meraih berbagai juara di beberapa kegiatannya, seperti piagam lomba menulis halus, cerita islami, tilawah, azan, menyanyi solo, menyanyi grup, hingga piagam dokter kecil.

Sebelumnya, orangtua Yumna mendaftarkan anaknya tersebut ke MPN 1 Kajen, namun karena aturan sistem zonasi membuat Yumna tersingkir oleh pendaftar lain yang memiliki jarak domisili lebih dekat.

Tak hanya itu saja, saat akan menggunakan jalur prestasi, Yumna lagi-lagi terbentur aturan zonasi. Yumna dinyatakan berada di dalam zona, sehingga tidak boleh menggunakan jalur prestasi.

RECOMMENDED BY EDITOR