Brilio.net - Ada-ada saja cara produsen makanan memasarkan produknya. Ada yang memanfaatkan iklan mainstream, seperti media cetak maupun elektronik. Selain itu dengan memanfaatkan keberadaan media sosial yang makin populer. Namun, ternyata nggak semua produsen memerhatikan etika beriklan. Baru-baru ini kaum ibu rada kesal dengan iklan bihun instan merek Bikini (Bihun Kekinian). Makanan ringan produksi Bandung ini sangat ramai dipasarkan lewat facebook, twitter, broadcast di WhatsApp dan BBM.

Bukan soal rasa dan jenis makanan yang membuat produk ini kontroversi. Tapi nama, gambar, dan kemasannya yang dinilai menjurus pada unsur pornografi yang tak layak dilihat anak di bawah umur. Lihat saja gambarnya. Nama Bikini dipadukan dengan tubuh wanita yang menggunakan pakaian bikini. Belum lagi tagline-nya, 'Remas Aku' yang ditaruh di atas gambar perut wanita.

bihun bikini istimewa

Di media sosial, makanan dipasarkan salah satunya oleh akun @bihunbikini. Dalam kemasannya, disebutkan jika mi Bikini diproduksi oleh Cemilindo – Bandung. Di sejumlah grup WhatsApp, kaum ibu banyak yang ngomel-ngomel protes.

"Sekarang beredar snack anak-anak dgn kemasan berbau pornografi...Bihun Bikini...Jadi jauhkan dari jangkauan anak-anak..mudah2an segera ditarik dari peredaran," tulis pemiliki akun Sudarmini Mini.

bihun kekinian istimewa

Selain banyak yang marah-marah, sebagian ada yang penasaran dengan isinya. "Waaaaah......................... makan bihun enak nih kayanya," tulis pemiliki akun Anton Wonder.

 Duh ada-ada saja ya.