Brilio.net - Baru-baru ini, media sosial heboh dengan sebuah video yang memperlihatkan kemacetan di jalan Raya Parung-Bogor, Jawa Barat. Rupanya, dari video yang diunggah akun Twitter @PamanukanP, kemacetan terjadi karena adanya truk yang mengangkut bagian pesawat.

Kemacetan ini semakin diperparah karena badan pesawat berwarna putih yang diangkut truk tronton harus berhenti, saat bersimpangan dengan sebuah bus dari lawan arah. Hal ini menghambat kendaraan lain yang akan melintas.

heboh truk angkut pesawat bikin macet © berbagai sumber

foto: Twitter/@PamanukanP

Tampak para pemotor yang hendak melewati jalanan tersebut harus rela menunggu sejenak karena tak bisa melaju. Ditambah, beberapa orang yang penasaran melihat kemacetan yang terjadi.

Melihat kondisi tersebut, pemilik pesawat pun menyampaikan permintaan maaf lewat Instagram-nya. Muqliz Zaky Ramadhan menyebut awal mula kemacetan lantaran truk yang mengangkut pesawat terhalang kabel listrik. Sehingga, driver tak bisa mengemudikan dengan kecepatan tinggi.

heboh truk angkut pesawat bikin macet © berbagai sumber

foto: Instagram/@muqliz_zaky32

"Sekali lagi saya mohon maaf bagi pengguna jalan dan warga sekitar atas pesawat boeing 737-800 ex sriwijaya air dengan kode registrasi PK-CMT sudah membuat titik kemacetan di jl.raya parung-bogor daerah jampang. Karna tonase dan size yang besar serta tinggi badan pesawat yang besar kemungkinan nyangkut kabel PLN, maka dari itu driver gak bisa untuk melaju lebih dari 40kph di jl raya," tuturnya dilansir brilio.net pada Rabu (27/7).

Muqliz menjelaskan alasannya tak membawa bagian pesawat pada malam hari karena terkendala perizinan dari otoritas. Ia pun memohon maaf apabila hal tersebut menyebabkan kemacetan di jalan.

"Pesawat keluar hanggar ft technic (soetta) jam 2 pagi, sampai parung jam set 6 pagi. Dan terkendala macet di daerah jampang sebelum masuk gudang. Kenapa nggak dibawa malem? Ya karna alasan perizinan dari otoritas bandara dan tonase maupun size pesawat ini sendiri. Sekali lg saya mohon maaf," imbuhnya.

(brl/jad)

RECOMMENDED BY EDITOR

(brl/jad)