Brilio.net - Beberapa jam yang lalu, di media sosial khususnya Twitter sedang heboh dengan beredarnya cuplikan ceramah seorang ustaz yang ditayangkan oleh televisi swasta Indonesia. Acara yang memang mengulik tentang indahnya agama Islam itu malah menuai hujatan dari netizen. Pasalnya, seorang ustaz dalam ceramahnya itu melontarkan kata-kata 'pesta seks' yang dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia.

Dalam cuplikan video yang dikutip brilio.net dari akun Twitter @AdellaWibawa, Senin (17/7), terlihat sang ustaz mengatakan hal yang dianggap netizen tak pantas dilontarkan dan disiarkan oleh televisi.


Dalam video berdurasi 56 detik itu, terdapat kata-kata yang bikin netizen geram.

"Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks. Minta maaf karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia dan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT di surga adalah pesta seks. Kenapa ini? Karena ini yang disuruh tahan di dunia oleh laki-laki," ungkap ustaz tersebut dalam cuplikan video yang beredar.

Ungkapan 'pesta seks' oleh ustaz tersebut pun langsung menuai hujatan para netizen. Berikut beberapa ungkapan protes netizen terhadap cuplikan video tersebut:

"Ustaz piktor, yang gak malu bicara seperti ini didepan ibu-ibu, naudzubillah," kata akun @JunizarT.

"Yth @KPI_Pusat... Ini ujaran dalam ceramah yang tidak mendidik. Nanti anak2 kita yg muda belia pengen cepat2 masuk sorga @DivHumasPolri," kata akun @K_Muslim_UNRAM.

"Ngaco aja tuh... memalukan.. apa gak kebliger tuh ustad? Trus kita sholat apakah tujuan kita adalah pesta seks di sorga? Asli ngaco tuh ustad," kata akun @hendrorustadi.

"Ini @TRANSTV_CORP dari programming, produksi, EP, Produser sampai kreatif pada tidur apa? Kok yang begini bisa tayang?" kata akun @r0ckinray.

"Tolong ditindak ini ustad gadungan. Selama saya quran gak ada tuh janji Allah seperti ini. Ngawur," kata akun @MieLurus.

"Ya Allah. Ustadz dulu ngaji di mana? Kamu rendahkan cakrawala berpikirmu. Ini stasiun tevenya juga, kok nyiarin kuliah subuh model begini," kata akun @kangzteguh.

Laporan mengenai ceramah ini pun langsung direspons oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"Aduan bapak dan ibu akan kami bawa ke rapat internal kami pada hari rabu besok untuk ditindak lanjuti. Terima kasih," kata akun resmi @KPI_Pusat.