Brilio.net - Selama empat dekade, pria, wanita, dan anak-anak di Kazakhstan hidup di bawah bayang-bayang awan jamur besar. Saat mereka melangkah keluar rumah, mereka seringkali melihat ledakan besar lewat bom nuklir yang diledakkan oleh Uni Soviet.

Ya, Uni Soviet saat itu memang dikenal sebagai negara adidaya. Sebagaimana dilansir dari laman Mirror, Senin (26/12), pada periode 1949 hingga 1989, Uni Soviet seringkali melakukan serangkaian uji coba nuklir di wilayah yang kini menjadi negara Kazakhstan.

di negara ini bom nuklir meledak 456 kali dalam 40 tahun terakhir © 2016 mirror.co.uk

Hingga saat ini, diperkirakan ada beberapa sisa bahan berbahaya dari nuklir tertinggal di daerah tersebut. Hal itu lantas memicu kekhawatiran karena dianggap bisa diperoleh dan dimanfaatkan oleh para teroris.

di negara ini bom nuklir meledak 456 kali dalam 40 tahun terakhir © 2016 mirror.co.uk

Namun pada 2012, Amerika Serikat, Rusia, dan Kazakhstan dilaporkan telah mengamankan bahan-bahan terlarang seperti plutonium di daerah tersebut selama 17 tahun terakhir.

Selama 40 tahun, sekitar 456 bom nuklir dikabarkan diledakkan oleh Uni Soviet, di Kazakhstan, wilayah yang menjadi tempat pengujian untuk senjata nuklir Uni Soviet.

di negara ini bom nuklir meledak 456 kali dalam 40 tahun terakhir © 2016 mirror.co.uk

Bom-bom tersebut seringkali diuji di udara terbuka atau dalam terowongan bawah tanah. Penduduk desa pun sering mendengar ledakan memekakkan telinga dan melihat awan jamur di langit.

Akibatnya, dampak buruk dari paparan radiasi telah muncul di tempat tersebut sejak tahun 1991.