Brilio.net - Alat Pelindung Diri atau APD merupakan kebutuhan mendasar yang kini dibutuhkan para tenaga medis dalam menangani tenaga pasien infeksi Corona atau Covid-19. Penggunaan ini tentunya dilakukan sesuai prosedur kesehatan dunia atau WHO. Namun kini APD semakin langka tidak hanya dialami oleh tim medis di Indonesia saja, sebagian negara lain mengalami hal yang sama.

Padahal, para perawat di berbagai rumah sakit tentunya tetap membutuhkan APD. Sebab, mereka kerap kedatangan pasien yang menderita gejala serupa virus Corona. Saking langkanya, tim medis bahkan memakai APD dari plastik sampah hingga jas hujan.

Hal ini tentu bikin miris, di mana para tim medis yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19 harus rela menggunakan APD seadanya untuk melindungi diri. Nah berikut brilio.net himpun dari merdeka.com, 5 potret paramedis pakai APD dari plastik, pada Selasa (24/3).

1. APD dari plastik sampah.

tim medis gunakan APD © 2020 Instagram/@mestyariotedjo  ; merdeka.com

Loading...

foto: merdeka.com

Sebuah video viral menghebohkan media sosial yang diunggah oleh akun @brotherjambang, yang ditulis dalam cuitannya.

"Mereka seperti ke medan perang tanpa senjata. Tabahnya kaki tangan perubatan KKM disarungkan plastik sampah. Tiada ah, tiada yang membantah, hanya pasrah. Wahai rakyat Malaysia, pengorbanan mereka sebegini pun kamu masih bongok dan buta?," tulisnya.

Dari video itu, menampilkan para perawat laki-laki yang saling membantu menggunting, lalu memakaikan plastik di kepala rekan lainnya. Peristiwa ini terjadi di salah satu rumah sakit di Malaysia.

2. Hazmat dari plastik sampah.

tim medis gunakan APD © 2020 Instagram/@mestyariotedjo  ; merdeka.com

foto: Instagram/@mestyariotedjo

Selain APD yang digunakan oleh para dokter dan perawat ketika menangani pasien, mereka juga membutuhkan hazmat suit atau hazardous material suit, pakaian pelindung yang harus dikenakan selama merawat pasien dengan level biohazard tinggi, supaya tim medis tidak tertular.

Mesty Ariotedjo, seorang dokter spesialis anak sekaligus model dan selebgram ini juga ikut menjadi garda terdepan yang berjuang menghadapi virus Corona di rumah sakit.

Unggahan dokter @mestyariotedjo menjadi saksi bentuk inovasi dan keprihatinan para pejuang di rumah sakit. Menggunakan plastik sampah menjadi solusi tepat, cepat, dan hemat.

"Prihatin sekali melihat keadaan nyata di lapangan, rekan sejawat memakai alat tempur yang sangat tidak layak, kantong plastik sampah," tulisnya.

3. Plastic wrap jadi pelindung diri.

tim medis gunakan APD © 2020 Instagram/@mestyariotedjo  ; merdeka.com

foto: merdeka.com

Sebuah video unggahan dari akun Cyberjaya Info, Malaysia juga menampilkan ketiga perawat wanita yang sedang membungkus rekannya menggunakan plastic wrap sebelum beranjak menangani pasien.

4. Jas hujan untuk pelindung diri di Puskesmas Serang.

tim medis gunakan APD © 2020 Instagram/@mestyariotedjo  ; merdeka.com

foto: merdeka.com

Kondisi miris juga terjadi di Serang, Banten. Di mana tenaga medis hanya menggunakan jas hujan untuk melindungi diri.

"APD kita memang tidak ada dan kalaupun ada ya APD yang sederhana lah, ya APD sederhana seperti jas hujan, ya itu kan tidak berstandar gitu," kata M Ikbal, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, usai rapat forkopimda di kantor Wali kota Serang, Senin (23/3).

Sementara waktu, para dokter dan perawat menggunakan jas hujan dan masker bedah sebagai APD. Ikbal mengungkapkan, bahwa Pemkot tengah menganggarkan Rp 1 miliar untuk membeli APD bagi Puskesmas dan Rumah Sakit.

5. Jas hujan plastik di Leuwiliang.

tim medis gunakan APD © 2020 Instagram/@mestyariotedjo  ; merdeka.com

foto: merdeka.com

Jas hujan seharga Rp 10.000,- menjadi pelindung para tim medis Puskesmas Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang. Petugas medis harus mengenakan jas hujan kresek untuk melindungi diri saat memeriksa Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus Corona Covid-19. Pasalnya saat ini Puskesmas Leuwiliang menangani 12 ODP dan 2 PDP.

"Kalau ada keluhan flu, batuk dan demam kami pisahkan di ruangan yang sudah disiapkan. Kalau tidak ya bisa masuk ke ruangan pemeriksaan biasa," Atih Djuarsih, seorang petugas Puskesmas.

RECOMMENDED BY EDITOR