Brilio.net - Jika dipikirkan baik-baik, dokter, perawat dan tenaga medis lainnya merupakan salah satu pekerjaan yang paling melelahkan. Selain jam kerjanya yang nggak tentu, dokter harus selalu stand by jikalau ada keadaan penting yang menimpa pasiennya.

Untuk membuktikan kalau kerjaan dokter itu benar-benar berat, seorang dokter bernama Kanya Vidzuno membeberkan jadwal dan jam kerja dokter. Lewat unggahan Instagram pribadinya, dokter spesialis anak ini mengungkapkan betapa padatnya jadwal kerja dokter bahkan dari sebelum ayam berkokok.

Menurut pengakuannya, seorang dokter residen alias yang paling junior sudah harus ada di rumah sakit sejak pukul 04.30 pagi. Mereka memulai pekerjaan dengan memeriksa dan menulis rekam medis pasien. Diungkapkan juga kalau terkadang 30 pasien hanya dipegang oleh 2 sampai 3 dokter saja.

"06.00 : sebagian konsulen ada yg sudah memulai visite bangsal, kami harus menemani, menjelaskan detail ttg pasien 1-1 mulai identitas, diagnosis, terapi yg sdh didapat, yg akan didapat, dan rencana lain berikutnya ke depan utk pasien tsb apa. tidak jarang 2-3 orang konsulen visite disaat yg bersamaan, membuat kami juga harus tau detail tentang pasien teman kami," kata Kanya seperti brilio.net lansir pada Jumat (16/08).

Jam-jam paling sibuk untuk seorang dokter adalah ketika pukul 10.00 sampai 14.00. Di waktu tersebut seorang dokter residen harus lari-lari menyiapkan dan memasukkan obat, mengambil dan mengirim sampel darah. Belum lagi harus melayani konsultasi dari departemen lain.

Loading...
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

lagi viral video coass dan residen bobok.. . yess we are sleeping when we can.. yg lebih seringnya kami ga bisa karena ga sempat.. . ni ya jam kerja kami residen anak junior paling bontot 4.30 : sdh harus d rs utk follow up (periksa dan nulis status rekam medis) pasien bangsal yg jumlahnya bisa minimal 30 dipegang ber-2 sd 3.. nyiapin segala tetek bengek rencana pemeriksaan lab, terapi medis /non medis, konsul dll 06.00 : sebagian konsulen ada yg sudah memulai visite bangsal, kami harus menemani, menjelaskan detail ttg pasien 1-1 mulai identitas, diagnosis, terapi yg sdh didapat, yg akan didapat, dan rencana lain berikutnya ke depan utk pasien tsb apa.. tidak jarang 2-3 orang konsulen visite disaat yg bersamaan, membuat kami juga harus tau detail tentang pasien teman kami.. 07.30 : laporan jaga pagi, disaat spt ini kami sempatkan menulis surat konsul, permintaan lab, ngedit ppt presentasi kasus / ujian, sarapan ( susu kotak+ camilan ala kadarnya).. ataupun sejenak memejamkan mata alias (ke)TIDUR(an) 8.30: lanjut ronde konsulenss lain yg belom visite 10.00-14.00 : kerja keras dimulai, lari2 menyiapkan dan masukkan obat kemo, ambil darah, ngirim sampel darah, memastikan darah siap di transfusi ke pasien yg benar, memastikan residen divisi / departemen lain datang menjawab konsul kita, memastikan operasi/tindakan/terapi terjadi sesuai jadwal, terkadang sembari mencicil dan menyiapkan kasus sulit, presentasi kasus, ujian.. makan?? mana sempeeettr.. kentut aja ga sempet.. trus gimana? kalau aku, jam istirahat siang kan banyak suster makan tu di ruang perawat, minta suapin 1 sendok dari tiap 1 suster yg makan kl ada 5 yg makan, mayan nyumpel perut.. atau kl pas perlu fotokopi, sembari nunggu sembari makan minum seadanya di warung tsb, cilok kek, popmie kek, roti kek, lemper kek, apapun lah.. biar berenergi minum yg dingin n manis ga heran residen bukannya kurus malah tambah gendut 14.00-15.00 : acara ilmiah siang, disini kami ngapain? kl kerjaan belom selesai ya sambil ngerjain surat jawaban konsul, nyiapin resep obat buat besok, kl kerjaan uda selesai kami nulis operan di buku jaga utk mengoperkan kerjaan thd pasien kami kepada (lanjut di komen

Sebuah kiriman dibagikan oleh dr. Kanya Fidzuno Sp.A (@drkanyafidzuno) pada

Jangan dikira kerjaan malam bakal lebih ringan dari yang masuk sejak pagi. Justru banyak terjadi peristiwa genting pada malam hari. Belum lagi jika mendapat jatah jaga IGD. Dokter itu menyebutkan kalau satu hari di dokter residen hanya bisa beristirahat selama 2-4 jam saja.

Oleh karena itu, jika ada kesempatan untuk tidur sedikit saja pasti akan dimanfaatkan untuk memejam mata. Bahkan mereka sudah tidak peduli lagi bagaimana posisi tidur saat itu saking kelelahan. Ada yang tidur di lantai, memasukkan sebagian badannya ke lemari, tidur di bagian atas lemari ataupun bawah kursi bahkan ada yang tidur sambil berdiri.

"yang penting kami tidur saat kami PASTIKAN TUGAS KAMI terhadap pasien SUDAH SELESAI dan semua rencana terapi, tindakan dan pemeriksaan penunjang terhadap pasien itu BERJALAN DENGAN BAIK APAPUN n BAGAIMANAPUN CARANYA," kata dokter Kanya

Curhatan Kanya ini tentu saja membuka pengetahuan orang awam tentang beratnya tugas seorang dokter. Kerja dari matahari belum terbit, sampai matahari telah terbenam. Hingga kini postingan Instagram akun @drkanyafidzuno itu telah mendapat ratusan tanda suka dan juga banjir komentar warganet.

"sy yg cuma baca, ikut ngos2an," tulis akun @rahadianipratami.

"Ini baru baca kegiatannya..blm mikirnya ya dok..bs rontok rambutnya," kata akun @mrs_esti_ermawati.

"Koas dokter umum berarti belum ada apa2nya yah dok, lebih sadis lagi residen," ujar akun @fs_yay.

RECOMMENDED BY EDITOR