Brilio.net - Sebuah restoran memang sudah sepatutnya melayani para pelanggan yang ingin membeli makanan. Siapapun pengunjung yang datang, tentu akan mendapat perlakuan sama untuk bisa menikmati setiap hidangan di restoran tersebut.

Namun berbeda halnya dengan seorang pelayan yang bekerja di restoran cepat saji ternama sekelas McDonald's's di Virginia. Ia terpaksa dipecat karena tidak mau melayani pengunjung yang ingin membeli makanan.

Kejadian tersebut bermula ketika pengunjung yang menggunakan seragam aparat kepolisian ingin memesan dan membayar lewat drive-thru dan bersiap untuk mengambil pesanannya. Namun ketika sampai di area pengambilan, sang pelayan yang melihat polisi bernama Scott Naff itu malah menolak untuk melayani dan pergi meninggalkan area pengambilan pesanan.

Melihat sikap pelayan itu, polisi yang bekerja di Virginia divisi Department of Game and Inland Fisheries tersebut sontak kaget dengan perlakuan tidak mengenakan yang menimpanya. Hal ini pun diungkapkan oleh sang istri, Cathy Naff. Catchy mengungkapkan bahkan sang pegawai tersebut, mengatakan dengan jelas bahwa ia tidak ingin melayani aparat kepolisian sebelum menutup jendela dan meninggalkan area pengambilan pesanan drive-thru.

Dilansir brilio.net dari Foxnews, Selasa (25/7), Cathy menambahkan meski mendapat perlakuan yang tidak mengenakan, sang suami tetap menunggu pesanannya dengan sabar. Meskipun sang suami saat itu merasa malu karena menjadi pusat perhatian para pengunjung lain yang ada di restoan.

Loading...

"Aku yakin kala itu Scott merasa malu, karena para pegawai yang lain mengintip dari sisi tempat lain, belum lagi ia juga ditatap oleh para pembeli lainnya yang ada di tempat tersebut," ungkap Cathy.

Setelah menunggu pesanannya dengan sabar, akhirnya seorang pegawai dari dapur datang ke area drive-thru dan memberikan menu pesanan Scott. Sementara itu, menyikapi kejadian ini dikabarkan pihak McDonald's sendiri sudah memberhentikan atau memecat sang pegawai drive-thru yang menolak melayani Scott hanya anggota polisi.

Hal ini terungkap lewat pernyataan resmi manager McDonald's setempat, yang menyatakan bahwa McDonald's sendiri merasa menyesal atas kejadian tersebut. Serta menjelaskan bahwa apa yang dilakukan pegawai drive-thru itu, sudah menyalahi kode etik dari McDonald's sendiri yang mempunyai moto pelayanan yang ramah kepada semua pelanggan.

Mendengar kabar tersebut, Cathy mengaku dirinya dan sang suami merasa sangat sedih karena mereka tidak mengharapkan pegawai itu dipecat. Namun ia tetap menghargai respons dari pihak McDonald's. Cathy juga berharap agar restoran cepat saji ternama itu lebih baik lagi melatih dan mendidik para pegawainya.

RECOMMENDED BY EDITOR