Brilio.net - Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Oleh karena itu, mereka rela melakukan apa saja asalkan sang anak dapat bahagia dan tidak kesusahan. Tak peduli jika itu berarti dirinya harus berkorban besar.

Adapun salah seorang ibu yang rela berkorban untuk anak-anaknya ini ialah Prema Selvam. Diketahui, perempuan asal India yang tinggal di Distrik Salem, Tamil Nadu, India, ini tidak punya apa pun untuk memberi makan ketiga putranya yang masih berusia 5 tahun, 3 tahun, dan 2 tahun.

Dirinya bahkan hampir putus asa karena tak memiliki uang dan kehabisan bahan makanan. Prema tak bisa lagi mengandalkan suaminya karena sang suami mati akibat bunuh diri.

Akhirnya, karena terdesak oleh keadaan dan tak ingin membuat anak-anaknya makin kelaparan, perempuan 31 tahun itu melakukan aksi yang cukup nekat, yakni menjual rambutnya.

Prema Selvam berbagai sumber

Loading...

foto: instyle.com

"Saya tidak punya apa pun untuk diberikan. Hancur hati saya. Saya pikir apa gunanya hidup jika saya tidak bisa memberi makan anak-anak saya sendiri," ungkapnya yang dilansir brilio.net dari The Times of India, Rabu (29/1).

Lebih jauh, Prema juga mengatakan bahwa ia tak punya barang berhaga berupa perhiasan atau bahkan peralatan dapur yang dapat ditukar dengan uang.

"Saya bahkan tidak punya 10 rupee (Rp 2.000). Saya hanya punya beberapa ember plastik," tambahnya.

Prema Selvam berbagai sumber

foto: thetimesofindia.com

"(Tapi) saya (lalu) teringat sebuah toko yang biasa membeli rambut. Saya ke sana dan menjual seluruh rambut di kepala saya," ucapnya.

Rambut Prema itu lalu dijualnya dengan harga 150 rupee atau setara sekitar Rp 28 ribu. Untuk sementara waktu, dengan uang tersebut Prema pun dapat memberi makan ketiga anaknya dengan cukup.

"Saya membeli tiga bungkus nasi, yang satunya seharga 20 rupee (Rp3.800) untuk ketiga anak saya," tutur Prema.

Namun, di balik tindakannya itu, Prema pun menyadari bahwa ia sudah kehilangan satu-satunya opsi untuk memberi makan anak-anaknya di kemudian hari. Ia pun mulai khawatir bagaimana cara mencari uang untuk membeli makanan selanjutnya.

Lepas dari itu, sebelum sang suami meninggal, diketahui bahwa Prema dan sang suami bekerja di sebuah pabrik batu bata. Uang yang didapat kala itu hanya cukup untuk sekadar makan makanan sederhana.

Di tengah kondisi yang serba sangat pas-pasan itu, sang suami lalu mengambil pinjaman untuk membuka usaha pembuatan batu bata sendiri. Namun malangnya, rencana tersebut tak berhasil. Suami Prema pun depresi. Ia lantas bunuh diri tujuh bulan yang lalu dengan cara membakar diri.

RECOMMENDED BY EDITOR