Brilio.net - Hewan merupakan makhluk yang hidup berdampingan dengan manusia. Tak jauh berbeda dengan manusia, hewan juga memerlukan makanan, tempat tinggal dan juga kasih sayang. Maka dari itu, memang diperlukan kesadaran dan kepedulian untuk melindungi hewan. Karena keberadaan hewan juga bisa memberikan pengaruh baik pada kehidupan manusia.

Sayangnya masih ada saja tingkah manusia yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang terjadi di Malaysia, sebuah foto yang beredar di media sosial menunjukkan seekor tupai yang diikat.

Dilansir brilio.net pada Selasa (10/3) dari borakdaily.com, tupai itu terikat dan ditarik pada tangan dan kakinya. Kondisi tersebut terungkap dari akun Facebook Asosiasi Haiwan Malaysia.

Aksi tupai diikat © 2020 brilio.net

foto: borakdaily.com

Loading...

"Ini bukanlah cara mengajar tupai. Mengatasi gangguan perkebunan seharusnya dengan perikemanusiaan," tulis akun Persatuan Haiwan Malaysia.

Tindakan kejam tersebut bermula saat seekor tupai mencuri sebuah durian. Melihat kondisi itu, pihak Persatuan Haiwan Malaysia menilai aksi tersebut menjadi tidak tepat jika dilakukan untuk menakuti tupai lain. Justru aksi yang dilakukan pelaku akan menyakiti tupai itu.

Perilaku yang dilakukan warga setempat itu mendapat tindakan dari pihak yang berwenang. Ia juga didakwa dengan undang-undang Malaysia mengenai perlindungan satwa liar tahun 2010.

Aksi tupai diikat © 2020 brilio.net

foto: borakdaily.com

Aksi menghukum tupai dengan cara tersebut sontak membuat warganet kesal. Berbagai respons diutarakan dengan mengomentari tindakan pelaku. Warganet Malaysia menilai tindakan tersebut bukan satu-satunya jalan untuk mencari jalan keluar dari permasalahan dalam desa itu.

"Fitrah hewan mencari makanan, tapi tiba-tiba manusia mengaku tanah itu punya mereka dan hewan yang disalahkan," tulis salah satu warganet.

"Semoga Allah memberikan hidayah untuk orang yang menganiayanya. Bertaubatlah sebelum hukum karma datang," ujar seorang wanita.

"Kenapa kejam sekali, kita ini kan sesama makhluk," ungkap warganet lain.

Bagaimana pendapat kalian?

RECOMMENDED BY EDITOR