Brilio
×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Siska Aningdiyah

18 Januari 2020 16:30

Yuk, hindari sikap sengaja dan suka memanfaatkan teman

"Jika punya teman yang bisa dimanfaatkan mengapa harus disia-siakan?" Kalimat itu salah besar..

Yuk, hindari sikap sengaja dan suka memanfaatkan teman

0



Memanfaatkan teman adalah satu hal yang sudah sering didengar. Mungkin bukan hanya didengar, tetapi juga dialami. Entah kamu yang merasa memanfaatkan teman atau justru dimanfaatkan oleh teman. Pasti sakit hati rasanya jika tahu kita memiliki teman yang hanya memanfaatkanmu.

Jika kamu merasa dimanfaatkan oleh temanmu, ada dua kemungkinan yang menjadi alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Bisa karena kamu terlalu baik atau temanmu yang terlalu tega padamu. Tapi hal tersebut kembali lagi kepada introspeksi diri masing-masing.

Berikut ini bisa menjadi ciri jika kamu hanya dimanfaatkan oleh temanmu.

1. Teman datang jika sedang butuh.

"Datang jika butuh, lalu pergi dan acuh."

Loading...

Ini merupakan hal yang awam dan sering terjadi. Tak jarang pula hal semacam ini menjadi bahan omongan atau gibah bagi mereka yang merasakan. Terkadang teman yang kamu rasa sudah dekat pun bisa seperti ini. Maka berhati-hatilah jika mengalami hal semacam ini. Bisa saja kamu diperlukan saat dia ada butuhnya.

2. Selalu meminta tolong tanpa mau menolong.

"Tolong dong, ambilin itu."

"Tolong dong, bantu aku nyelesain tugas ini."

"Tolong dong, aku nitip makan."

Dan 'tolong dong, tolong dong' yang lainnya. Bener sih dia mengatakannya menggunakan kata tolong, tapi ya jangan keseringan juga. Namun kalau misalnya saling tolong-menolong gak apa-apa sih seperti simbiosis mutualisme yang menguntungkan kedua belah pihak.

Tapi kalau jadinya simbiosis parasitisme yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak yang lain itu beda ceritanya. Ini adalah ciri kedua jika kamu hanya dimanfaatkan oleh temanmu.

Sebenarnya masih banyak contoh lainnya, tapi yang sering terjadi ya kedua hal tersebut. Lalu, bagaimana cara menghadapi teman yang sering memanfaatkanmu?

1. Tinggalkan.

Daripada batinmu tersiksa mending tinggalin saja. Jangan hidup di dalam lingkup pertemanan yang hanya memanfaatkan dirimu.

2. Beri nasihat dan dibicarakan dengan cara yang baik.

Jika kamu tidak tega untuk meninggalkannya, cobalah beri dia nasihat. Bicarakan dengan cara baik-baik. Ungkapkan keluh kesahmu padanya.

3. Diamkan.

Ini cara yang bisa dilakukan jika kamu tidak tega meninggalkan dan kamu sudah mencoba menasehatinya namun dia tetap saja tidak sadar. Diamkan, jangan beri respon apa pun padanya. Jika dia meminta tolong dan kalau kamu masih mau menolongnya, berilah dia bantuan sedikit saja. Terkadang menjadi orang yang acuh itu perlu. 

Janganlah memanfaatkan teman jika kamu tidak ingin ditinggalkan temanmu dan dianggap toxic dalam kehidupan temanmu. Dan kemungkinan terparahnya kamu akan mengalami apa yang kamu lakukan terhadap temanmu. Jagalah hubungan baik dalam pertemanan. Jangan melakukan hal yang bisa merusak hubungan pertemananmu.

Saya menulis topik ini bukan berarti merasa yang paling benar. Saya pun manusia biasa yang terkadang juga merasa terlalu sering memanfaatkan orang lain. Jadi, marilah kita sering-sering melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Sebab evaluasi diri sendiri pun penting dilakukan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

sosial kehidupan pertemanan hubungan #teman palsu
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top