×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Andini Anastasia Putri

10 Juli 2020 12:20

Tren jualan di media sosial saat pandemi, serius atau cuma latah?

Tren jualan yang ada selama pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pebisnis..

Tren jualan di media sosial saat pandemi, serius atau cuma latah?

0



Lagi-lagi, akibat Corona ini ada saja orang kreatif yang memanfaatkan moment pandemi buat melakukan dan menghasilkan sesuatu. Mulai dari yang bertujuan untuk aktualisasi diri sampai menghasilkan keuntungan, contohnya memulai bisnis.

Karena dianjurkan #dirumahaja, kegiatan sehari-hari dominan dilakukan secara online dan virtual. Memang pada hakikatnya manusia selalu ingin mencari sesuatu yang baru, maka dari itu di saat terkurung di rumah saja, orang-orang berusaha mencari cara buat melakukan kegiatan baru agar nggak bosan bahkan sampai stres karena nggak ada yang bisa dilakukan lagi.

Jualan di media sosial adalah kunci.

Salah satu sektor yang sangat terdampak selama pandemi ini adalah sektor ekonomi. Bisnis yang sedang berjalan stabil bahkan memuncak tiba-tiba harus drop akibat Corona. Berbulan-bulan di rumah saja pun bikin keuangan semakin menipis dan membutuhkan pemasukan tambahan. Keadaan yang mendesak membuat kita harus terus memutar otak untuk tetap bertahan hidup.

Memulai bisnis kecil-kecilan secara online adalah pilihan yang pasti terlintas saat pandemi, apalagi melihat penggunaan sosial media yang meningkat. Media sosial menjadi wadah untuk melakukan marketing dengan mengandalkan followers yang ada sebagai target pasar.

Loading...

Akhir-akhir ini Instagram, Facebook, hingga Twitter dipenuhi lapak jualan berbagai macam barang dan jasa. Mungkin kamu pun merasakan, setiap membuka instastories dan kolom reply di Twitter selalu ada saja yang promosi. Mulai dari jual barang, kuliner, dan menawarkan berbagai macam jasa.

Alasan memulai jualan di media sosial ini pun beragam, mulai dari yang memang didesak finansial sampai yang cuma ingin ikut-ikutan saja karena gabut alias sudah nggak tahu lagi harus ngapain. Jualan di media sosial pun makin menjamur karena dinilai mudah tanpa mengeluarkan modal yang besar.

Banyaknya saingan jangan sampai bikin kamu lengah.

Munculnya produk dan brand baru secara serentak dalam waktu yang berdeketan tentunya membuat khawatir, apalagi bagi brand yang baru merintis dan pasar yang dimiliki masih dalam lingkup yang cukup kecil. Namun nggak perlu panik, kamu harus cerdas untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

Perhatikan branding produkmu dan lakukanlah strategi yang kreatif untuk membuat pasar yang lebih luas dan buatlah promosi yang menarik agar produkmu semakin diminati oleh banyak orang. Kamu bisa memanfaatkan fitur ads yang ada di Instagram dan Facebook. Kalau memiliki cukup modal, kamu bisa gunakan jasa influencer untuk mempromosikan produkmu. Bisa juga meminta tolong teman-teman baikmu untuk  bantu mempromosikan usahamu, loh.

Perlu diingat, usaha yang kamu jalankan harus dilakukan dengan hati yang baik dan jangan sampai menjatuhkan usaha orang lain. Rejeki nggak bakal ke mana, kok!

Bisnis serius atau cuma musiman? Ini tips mempertahankan bisnismu.

Tren jualan yang ada selama pandemi ini menjadi tantangan sendiri bagi para pebisnis. Adanya produk yang lebih bervariasi membuat konsumen memilih produk-produk baru yang ada. Bisa-bisa tren ini akan mengalami kejadian seperti tren bisnis kue artis yang awalnya booming dan bisnis memuncak, namun hanya bertahan sebentar dan satu per satu mulai tutup.

Untuk yang ingin serius mempertahankan bisnis, kamu harus melakukan beberapa hal ini.

1. Konsisten.

Konsisten adalah kunci utama dalam mempertahankan bisnismu. Memang terlihat klasik dan sepele, tapi hal ini yang wajib kamu lakukan. Niatkan dalam hati bahwa kamu akan terus membangun usahamu dan terus melakukan apa yang sudah dilalui selama menjalankan usahamu.

Pertahankan kualitas produk dan jalin hubungan yang baik dengan konsumen. Awalnya akan terasa sulit, namun kamu tetap harus berjalan dan jangan berhenti.

2. Atur keuangan dengan baik.

Hal krusial lainnya adalah keuangan. Selalu catat arus kas dan perhatikan antara pengeluaran dan pemasukan. Jangan sampai pengeluaran terlalu boros untuk hal-hal yang tidak memiliki impact baik terhadap bisnismu.

Gunakanlah keuanganmu untuk sesuatu yang dapat meningkatkan penjualan, seperti biaya promosi, biaya inovasi dengan meningkatkan kualitas produk, dsb. Kalau merasa kurang bisa mengatur keuangan, kamu bisa memulai mempelajari strategi mengatur keuangan melalui internet, mencari mentor, mengikuti web-minar dan workshop, atau mempercayakan keuanganmu pada orang lain yang lebih ahli.

3. Terus berinovasi dan berpikir kreatif.

Untuk mempertahankan bisnismu, lakukanlah inovasi agar pelanggan tidak bosan dan akhirnya berpaling ke brand lain yang lebih menarik. Kamu bisa memanfaatkan media dengan baik untuk pemasaran.

Perhatikan pasarmu dan mulailah membuat konten yang sesuai dengan branding dan karakter pasarmu. Buat foto dan video produk yang menarik, ciptakan varian atau bentuk baru, lakukan promosi dengan cara-cara baru sesuai dengan tren yang sedang berkembang di media, dan buatlah produkmu lebih unggul dari pesaing.

 

Oleh: Andini Anastasia Putri, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

bisnis online mediasosial pandemi corona tren
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya


ON FIRE

MORE
Back To Top