×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Gilang Mahendra Salim

26 November 2021 16:04

Sleepwalking atau somnambulisme: Faktor penyebab dan cara mengatasinya

Sleepwalking adalah salah satu dari sekelompok perilaku yang berhubungan dengan tidur yang relatif umum pada anak kecil usia 4-8 tahun..

Sleepwalking atau somnambulisme: Faktor penyebab dan cara mengatasinya

0



Apakah kamu pernah mendengar somnambulisme atau biasa disebut sleepwalking? Mungkin kamu pernah terbangun saat malam dan melihat orang yang berjalan tetapi dia tidak membuka mata. Bisa jadi kamu ketakutan, padahal orang tersebut sedang mengalami sleepwalking

Sleepwalking adalah salah satu dari sekelompok perilaku yang berhubungan dengan tidur yang relatif umum pada anak kecil usia 4-8 tahun. Meski begitu, orang dewasa dan lansia juga bisa mengalami hal itu, atau bisa disebut parasomnia. 

Parasomnia juga termasuk dalam sleep teror dan nocturnal enuresis. Anak-anak yang terjangkit parasomnia jarang menimbulkan bahaya bagi dirinya ataupun orang lain dan biasanya tidak diobati. Pada tahun 1968, melihat ulang studi laboratorium pada anak-anak, Roger James Broughton M.D.,C.M. PhD dari University of Ottawa Department of Medicine (dalam Rosalind Cartwright, Ph.D., 2004) berpendapat bahwa ketiganya memiliki karakteristik yang sama. Karakteristik itu terjadi selama satu atau dua jam pertama malam setelah tiba-tiba terbangun dari tidur gelombang lambat ke lebih lanjut. Kebanyakan ketika mimpi terjadi mereka tidak mengalami fenomena secara psikologi, tetapi sebaliknya mereka adalah hasil kelainan dalam transisi dari tidur nyenyak ke tidur aktif yaitu dari tidur non REM ke tidur REM. Hal itu tidak biasa karena kelainan tersebut membatalkan pergeseran biasa ke tidur REM, yang terjadi karena disertai hilangnya bentuk otot dan mencegah perilaku rangsangan motorik.

Roger James Broughton M.D.,C.M. PhD juga menghadirkan tambahan data yang menunjukkan bahwa ketika terbangun dari slow wave sleep, baik sleepwalker maupun subjek memiliki gangguan responsif terhadap rangsang visual, tetapi efek ini bertahan secara signifikan lebih lama daripada sleepwalker (Rosalind Cartwright, Ph.D., 2004). 

Apa penyebab sleep walking bisa terjadi?

Loading...

1. Kelelahan setelah beraktivitas seharian dan tidur larut malam.

2. Tertekan atau stres.

3. Suasana hati yang tidak baik atau bad mood.

4. Kegelisahan memikirkan suatu hal.

5. Sakit demam.

6. Gangguan pada saat tidur.

7. Pengobatan, seperti hipnotik, sedatif, atau kombinasi obat untuk penyakit psikiatri, serta alkohol.

Siapa pun bisa mengalami sleepwalking, tetapi beberapa orang berisiko tinggi mengalami karena faktor berikut ini.

1. Faktor hereditas.

Kondisi ini dapat menurun pada keluarga. Dan dapat meningkat 2-3 kali lipat dari sebelumnya jika salah satu orang tua mengalami sleepwalking pada saat masa kecil ataupun dewasa.

2. Umur.

Sleepwalking lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang tua, dan terjadinya kondisi ini pada orang dewasa biasanya terkait dengan kondisi kesehatan.

Hal-hal yang dapat terjadi saat sleepwalking adalah cedera, contohnya yaitu jatuh dari tangga atau mengonsumsi sesuatu yang tidak boleh kamu konsumsi. Serta gangguan tidur berkepanjangan yang menyebabkan kekurangan tidur dan mengantuk di siang hari, sehingga produktivitas menurun.

Apakah ada cara mendiagnosis sleepwalking?

1. Gangguan tidur lainnya.

2. Kondisi kesehatan.

3. Penggunaan obat.

4. Kelainan mental.

5. Penyalahgunaan zat.

Kamu dapat memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memeriksa tidur kamu di laboratorium dengan teknik polysmnogram. Pemeriksaan ini akan menghasilkan data gelombang otak, detak jantung, dan pernapasan saat kamu tidur bahkan gerakan kamu direkam agar saat kamu melakukan hal yang tidak wajar akan ketahuan.

Adakah obat untuk penderita sleepwalking?

Biasanya kondisi sleepwalking pada anak-anak akan hilang pada saat beranjak remaja. Jika kamu menyadari anak atau keluargamu di rumah sedang mengalami sleepwalking, perlahan tuntun dia kembali ke tempat tidur dan pengobatan mungkin diperlukan saat terjadi konsekuensi yang serius seperti risiko cedera, malu saat dilihat orang lain, dan mengganggu orang lain.

1. Bangun dengan antisipasi.

Bangunkan orang 15 menit sebelum waktu sleepwalking dan biarkan bangun selama 5 menit sebelum tidur kembali.

2. Ganti obat.

Obat seperti benzodiazepine atau antidepresan dapat memicu sleepwalking sehingga perlu dikonsultasikan lebih lanjut oleh dokter.

3. Terapi.

Terapi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur, mungkin saat di rumah bisa memijat dengan lembut untuk merileksasikan badan.

Penulis punya tips yang mungkin berguna dan bisa kamu coba lakukan seperti berikut ini.

1. Buatlah lingkungan yang aman, bebas dari benda berbahaya atau benda tajam.

2. Kunci pintu dan jendela kamar kamu.

3. Tutup jendela kaca dengan gorden yang berat.

4. Pasang alarm atau bel pada pintu kamar tidur agar saat kamu melewatinya akan mengeluarkan bunyi yang membuat kamu terbangun.

5. Cobalah untuk tetap berpikir positif karena walaupun mengganggu, sleepwalking biasanya bukan kondisi yang serius dan akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Apakah ada pencegahan khusus untuk penderita sleepwalking?

Sayangnya tidak ada pencegahan khusus untuk penderita sleepwalking, tetapi penulis punya sedikit tips cara meminimalisir terjadinya sleepwalking seperti:

1. Menerapkan sleep hygiene agar meningkatkan kualitas tidur.

2. Tahu cara mengatasi stres, contohnya lakukan aktivitas yang menyenangkan atau meditasi.

3. Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol menjelang tidur.

Jadi buat kamu atau keluargamu yang masih sering mengalami sleepwalking, jangan panik terlebih dahulu, mungkin penderita sleepwalking memerlukan relaksasi. Semoga beberapa tips di atas dapat membantu!

Source

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

#sleep sleepwalking sleep disorder sains fakta
Loading...
Creator Banner

Gak perlu khawatir, tulisan kamu bisa tetap
TERBACA DAN TRENDING di Brilio.net

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top