×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Seftina Aswinda N.W

30 Maret 2022 15:19

Mengenal dan memahami disleksia pada anak

Kenali disleksia dengan baik dan hadapi dengan tepat..

Mengenal dan memahami disleksia pada anak

0



Setiap manusia mengalami pertumbuhan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Hal ini ditandai oleh meningkatnya kemampuan manusia dalam berbagai hal, baik dalam kehidupan sosial maupun pendidikan. Sebagian orang dapat memproses hal ini dengan baik, namun tidak semua anak mampu menguasainya, seperti halnya yang dialami oleh anak disleksia, di mana mereka mengalami kesulitan dalam belajar membaca.

Menurut Asosiasi Disleksia Indonesia, anak sekolah di dunia yang menderita disleksia ada sekitar 10% sampai 15%, di Indonesia terdapat 5 juta dari 50 juta anak yang menderita disleksia (Ulfa, 2018).

Bagi masyarakat yang tidak memahami mengenai anak penderita disleksia, mereka sering kali memberikan label kurang cerdas atau tidak pintar pada anak-anak dengan kesulitan membaca dan menulis. Kurangnya pengetahuan atau informasi yang didapatkan oleh masyarakat menyebabkan timbulnya anggapan bahwa anak disleksia itu bodoh karena tidak mencapai kemampuan yang baik dalam akademis. Psikolog menjelaskan bahwa orang tua yang memiliki anak dengan gangguan disleksia mengatakan jika anaknya memiliki kemampuan melukis di atas rata-rata apabila dibandingkan dengan anak seusianya, hal ini dapat terjadi karena anak disleksia dominan menggunakan otak kanan dalam penyelesaian konflik dan sering kali memiliki kemampuan imajinasi dan abstraksi yang baik (Prastiwi, 2021).

Disleksia merupakan spektrum kesulitan belajar tertentu di mana keterampilan menulis, membaca, dan kesadaran fonologis tidak berkembang secara baik atau dapat dikatakan sulit untuk berkembang, antara lain adalah kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Kesulitan tersebut akan tetap terus berlanjut meskipun individu yang menderita disleksia memiliki kesempatan belajar yang efektif dan sesuai dengan individu normal lainnya. (Nicholson, 2012)

Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah.

1. Suka mencampuradukkan kata-kata dan frasa.  

Loading...

2. Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama).

3. Sulit mengingat nama atau sebuah objek.

4. Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat.

5. Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata.

6. Sulit untuk berpakaian (Tammasse & T, 2018).

Multilevel model dari disleksia memiliki dua tingkatan yang berkaitan dengan primary dan secondary causes serta primary symptoms dan secondary symptoms yang akan menentukan intervensi dan treatment apa yang baik untuk dilakukan.

Pada level primary causes, diasumsikan bahwa disleksia terjadi karena faktor biologis yang berinteraksi dengan stressor lingkungan. Pada level secondary causes, mengacu pada penurunan kinerja parsial di bidang persepsi visual dan pendengaran, pola motorik, dan memori jangka panjang.

Tips yang dapat dilakukan orang tua di rumah.  

1. Usahakan agar benar-benar aktif dalam mendampingi anak dari waktu ke waktu.

2. Memberikan dorongan sedemikian rupa untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.

3. Buatlah semenarik mungkin ketika mengajarkan membaca. 

4. Berikan model peran, seperti orang-orang sukses yang disleksia. 

5. Bantu mereka dengan teknologi yang membantu. (Tammasse & T, 2018)

Disleksia bisa terjadi pada setiap orang dan berbagai tingkat intelegensi. Individu yang mengidap disleksia bisa memiliki kecerdasan dan keterampilan lebih dari individu pada umumnya. Mereka sering kali ditemukan berbakat di bidang seni, komputer fisika, dan sebagainya.

Perlu ditingkatkan kembali pentingnya memahami kondisi anak-anak penderita disleksia, dengan tidak memberikan label negatif dan membuka peluang yang sama. Setiap anak berhak mendapatkan perlakuan positif serta kesempatan untuk bisa berkembang dan diterima di masyarakat.

Source

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

disleksia anaksekolah Orangtua
Loading...
Creator Banner

Gak perlu khawatir, tulisan kamu bisa tetap
TERBACA DAN TRENDING di Brilio.net

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top