Brilio
×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Devan

20 September 2019 16:44

MarinaTex, bioplastik dari perut ikan buatan mahasiswi 23 tahun

Plastik buatannya punya penampakan yang tembus cahaya dan fleksibel sehingga bisa dijadikan sebagai pengganti plastik sekali pakai..

MarinaTex, bioplastik dari perut ikan buatan mahasiswi 23 tahun

0



Ilustrasi plastik/ Gambar oleh cocoparisienne dari Pixabay

Manusia punya kemampuan yang luar biasa, baik itu bermula dari bakat, imajinasi, ataupun kelebihan yang dia miliki. Kamu pernah tak sengaja makan jeroan ikan? Bau dari jeroan itu pasti amis banget hingga kamu tidak rela untuk memakannya. Namun, wanita ini dengan kelebihannya mampu membuat jeroan ikan menjadi plastik alternatif. 

Wanita ini bernama Lucy Hughes. Mahasiswi 23 tahun dari Universitas Sussex ini telah membuat penemuan unik, yaitu membuat plastik dari jeroan ikan. Nama proyeknya adalah MarinaRex.

MarinaTex adalah bioplastik yang terbuat dari limbah ikan organik dan ganggang merah. Kelebihan plastik buatannya mempunyai penampakan yang tembus cahaya dan fleksibel sehingga bisa dijadikan sebagai pengganti plastik sekali pakai loh!

Meski terlihat seperti plastik biasa, kelebihan plastik dari jeroan ikan salah satunya adalah bahan yang bisa membuat plastik menjadi lebih kuat, aman, dan berkelanjutan. Lucy Hughes menyatakan bahwa komitmennya terhadap inovasi ini dikarenakan MarinaTex sudah menjadi pedomannya dalam meneliti dan menyeleksi terhadap bahan-bahan yang berkelanjutan, lokal, dan dalam hal desain. Ia tak ingin membatasi dirinya hanya pada bentuk dan fungsi, tapi juga ikut menelusuri jejaknya.

Dari satu ikan cod, ia dapat membuat sampai 1.400 kantong. Plastik tersebut pun dapat terurai dalam waktu empat hingga enam minggu. Bahkan penguraian plastik yang dia buat juga hanya butuh sedikit energi dan suhu yang rendah.

Loading...

Berkat keberhasilan penelitiannya, Lucy Hughes mendapatkan penghargaan James Dyson dari Inggris. Ia akan menerima hadiah sebesar 2.000 britania atau sekitar Rp35 juta atas penemuannya dan akan ikut berkompetisi dalam babak internasional untuk memenangkan hadiah sebesar 30.000 britania atau sekitar Rp527 juta.

Source

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

viral berita viral unik dan seru inovasi inovasi baru
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top