×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Fara Putri Wulandari

29 November 2021 18:04

Kenali anger issues: Ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasinya

Anger issues berhubungan dengan permasalahan terkait emosi seseorang, yaitu amarah. .

Kenali anger issues: Ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasinya

0



Apakah kamu pernah mendengar istilah anger issues? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan anger issues itu sendiri?

Anger issues berhubungan dengan permasalahan terkait emosi seseorang, yaitu amarah. Di mana individu memiliki kesulitan dalam mengontrol amarah dan kemudian diimplementasikan dalam bentuk ucapan atau perilaku agresif yang cenderung berlebihan. Pada zaman sekarang banyak sekali remaja hingga orang dewasa yang mengaku mengalami kondisi seperti ini secara sadar atau tanpa mereka sadari, padahal jika seseorang mengalami anger issues atau tidaknya, tidak dapat didiagnosa secara pribadi.

Kemarahan merupakan reaksi emosi yang wajar pada setiap orang jika mereka merasa ada sesuatu yang tidak benar di situasi tertentu. Namun meluapkan sebuah amarah yang berlebihan dan tidak terkontrol juga dapat menyebabkan masalah pada diri sendiri dan dapat membawa dampak yang negatif bagi sekitar kita, lho. Apalagi jika kita sering kali marah pada hal-hal kecil atau sepele, sangat tidak wajar, bukan? Hmm, apakah kamu termasuk salah satu orang yang mengalami anger issues? Kenali ciri dan penyebabnya, yuk!

Ciri-ciri orang yang mengalami anger issues.

Seseorang yang mengalami gangguan ini dapat dilihat melalui beberapa gejala fisik yang sudah diteliti dan dipublikasikan pada laman Science Direct pada tahun 2011. Selain gejala fisik, terdapat gejala atau tanda emosional yang tidak dapat dikendalikan. Berikut penjelasannya secara lebih detail.

Loading...

1. Mengalami gejala fisik.

Kemarahan tersebut akan memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk jantung, otak, dan otot. Terdapat kenaikan darah yang signifikan, kenaikan detak jantung, sensasi kesemutan, dan otot akan menjadi tegang. Studi pada tahun 2011 yang dipublikasikan Science Direct menyebutkan bahwa kemarahan juga dapat menyebabkan peningkatan kadar testosteron dan penurunan kadar kortisol.

2. Mengalami tanda emosional.

Seperti merasa sering frustasi secara berlebihan, mudah tersinggung, stres yang tiba-tiba dan susah dikendalikan, sering merasa bersalah secara mendadak, mengkhawatirkan sesuatu secara berlebih, dan juga sering mengalami perubahan mood yang tidak menentu. Selain itu, munculnya perasaan tidak suka atau benci kepada beberapa hal dan cenderung sensitif kepada hal sepele. Seseorang yang mengalami hal ini biasanya tidak dapat mengendalikan perasaan marahnya, sehingga kemarahan tersebut dapat meluap kepada orang lain kapan saja.

Penyebab orang mengalami anger issues.

Ada beberapa faktor internal dan eksternal yang memicu kemarahan pada seseorang. Di faktor internal dapat mencakup ketidakstabilan mental seperti depresi atau alkoholisme. Sedangkan faktor eksternalnya dapat berupa situasi yang menyebabkan stres atau kecemasan, masalah keuangan atau profesional, atau masalah keluarga dan hubungan. Berikut penjelasannya secara lebih detail.

1. Depresi.

Kemarahan dapat menjadi suatu ketidakstabilan mental, salah satunya ialah gejala depresi, yang ditandai dengan perasaan sedih yang terus-menerus dan kehilangan minat akan sesuatu dan cenderung tidak peduli yang berlangsung setidaknya sekitar dua minggu atau lebih. Depresi yang dibiarkan berlanjut dan tidak mendapatkan penanganan bisa menyebabkan terjadinya penurunan produktifitas kerja, gangguan hubungan sosial, hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.

2. Obsessive Compulsive Disorder (OCD).

OCD merupakan gangguan psikis yang menyebabkan seseorang terobsesi untuk melakukan suatu hal dan mengulanginya berkali-kali. Nah, biasanya penderita OCD yang tidak bisa melakukan obsesinya akan mudah marah tanpa sebab. Gangguan OCD sendiri dapat dialami oleh siapa saja, namun cenderung kepada orang dewasa yang lebih banyak mengalaminya. Dalam sebuah penelitian yang berjudul Journal of Anger Attacks in Obsessive Compulsive Disorder pada tahun 2011 menemukan bahwa kemarahan adalah gejala umum OCD dan kondisi ini memengaruhi sekitar setengah dari orang dengan OCD.

3. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Seseorang yang mengalami gangguan ini akan hiperaktif pada banyak hal. Tubuh penderitanya sangat aktif dan ingin melakukan apa saja. Biasanya penderita ADHD akan mudah marah jika keinginannya tidak tercapai. Kemarahan dan temperamen pendek juga dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia dengan ADHD. Gejala lainnya yang termasuk penyakit ADHD adalah kegelisahan, masalah fokus, dan keterampilan manajemen atau perencanaan waktu yang buruk.

4. Kecanduan dan penyalahgunaan alkohol.

Pencandu alkohol ternyata juga dapat mengalami anger issues. Alkohol merusak kemampuan seseorang untuk berpikir jernih dan membuat keputusan rasional. Hal ini juga memengaruhi kontrol impuls dan dapat mempersulit seseorang dalam mengontrol emosi mereka. Bahkan ketika marah dan tersinggung mereka bisa ekspresif hingga melakukan tindakan kriminal seperti pemukulan atau tindakan lain yang melukai orang.

5. Berkabung atau bersedih.

Seseorang yang sedang sedih dan berkabung biasanya memiliki bagian emosi yang tidak bisa dilepaskan. Hal ini membuat mereka mudah marah dan tersinggung atas sesuatu. Misalnya ketika seseorang baru sedang berkabung atas meninggalnya seseorang, maka perasaan belum ikhlas bisa diwujudkan dalam bentuk kemarahan yang tidak dapat dikendalikan.

6. Oppositional Defiant Disorder (ODD).

Berdasarkan kutipan dari Hopkins Medicine, Oppositional Defiant Disorder (ODD) adalah gangguan perilaku yang memengaruhi 1 hingga 16 persen anak usia sekolah. Gejala umum ODD meliputi sifat mudah marah dan marah secara berlebihan.

7. Gangguan bipolar.

Gangguan bipolar adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan dramatis dalam suasana hati. Perubahan suasana hati yang intens ini dapat berkisar dari mania hingga depresi, meskipun tidak semua orang dengan gangguan bipolar akan mengalami depresi. Banyak orang dengan gangguan bipolar mungkin mengalami periode kemarahan, lekas marah, dan amarah. Sementara selama episode depresi, orang yang mengidap gangguan bipolar dapat mengalami fase merasa sedih dan putus asa, kehilangan minat pada beberapa hal yang disukai, hingga memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Selain beberapa hal di atas terdapat pula penyebab lain, seperti kesedihan yang berlarut dengan gejala syok, mati rasa, kesalahan, kesendirian, dan rasa takut.

Cara mengatasi anger issues.

Jika kamu merasa mengalami gejala di atas dan yakin bahwa kemarahan kamu tidak dapat dikendalikan, sebaiknya pertimbangkan untuk mencari bantuan atau konsultasi pada ahli kesehatan mental sesegera mungkin. Ahli kesehatan mental akan membantumu dan memberikan suatu arahan agar kamu terhindar dari hal yang buruk dan dari dampak yang negatif pada diri kamu. Inilah mengapa pentingnya kita untuk selalu mengontrol emosi kita terutama amarah. Jika mengalami stress, beristirahatlah sejenak dan melakukan hal-hal yang menyenangkan atau pergi ke tempat yang tenang untuk melupakan hal yang berat. Semoga kita dapat selalu mengendalikan amarah kita ya.

Source

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

emosi psikologi
Loading...
Creator Banner

Gak perlu khawatir, tulisan kamu bisa tetap
TERBACA DAN TRENDING di Brilio.net

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top