×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Asyita Fairuzsy Rasyiddin (Universitas Pembangunan Jaya)

30 Oktober 2020 21:26

Jauh di mata dekat di Twitter: Keterbukaan diri tanpa disadari

Tahukah kamu bahwa ketika seseorang menggunakan Twitter di kesehariannya akan muncul fenomena keterbukaan diri tanpa disadari langsung..

Jauh di mata dekat di Twitter:  Keterbukaan diri tanpa disadari

0



Era media baru saat ini membawa pengaruh yang luas dalam terjadinya proses komunikasi antarpribadi yang memengaruhi kedekatan individu yang termediasi dengan sebuah platform media sosial. Umumnya para pengguna Twitter membuat akun sebagai dirinya sendiri dan juga anonim saat sedang gundah gulana. Yup! Twitter dijadikan sebagai ruang curhat keluhan maupun kebahagiaan yang tanpa kamu sadari telah membawa pengaruh self-disclosure yang menimbulkan rasa kedekatan walau sebelumnya tidak saling kenal di dunia nyata dengan sesama ‘mutual’ atau pengikutnya. Kok, bisa ya? 

Apa yang muncul pertama kali ketika kamu melihat logo salah satu media sosial ‘burung berwarna biru’ yang masih eksis hingga saat ini. Seperti tidak asing lagi, aplikasi dengan nama Twitter ini telah digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang jumlah penggunanya tercatat melalui situs Hootsuite Wearesocial pada bulan April 2020 mengenai data pengguna Twitter di dunia, Indonesia naik ke posisi 9 dengan jumlah pengguna Twitter sebesar 11.800.000 jiwa dari 11% jumlah populasi penduduk Indonesia.

Data pengguna Twitter dari seluruh dunia, via Hootsuite wearesocial 2020

Jika ditanya mengenai apa alasan seseorang dalam membuat Twitter, masing-masing pengguna memiliki alasannya tersendiri. Selain untuk hiburan, ternyata Twitter merupakan media sosial yang menurut saya efektif dalam mencari topik yang sedang hangat dibicarakan dan terkini karena di Twitter terdapat fitur trending, misalnya melalui penggunaan tanda pagar sebagai acuan topik yang akan ditonjolkan.

Di Twitter kita dapat mengikuti akun-akun base berdasarkan kebutuhannya. Akun-akun base tersebut dibuat untuk menyalurkan pendapat yang sifat pengirimnya anonim, di sana kita mampu menceritakan pengalaman yang pernah kita alami dan mencari informasi, serta menambah relasi yang terbuka luas. Banyaknya komunitas pengguna akun Twitter yang memiliki kesamaan pemikiran serta hobby mendorong adanya keterbukaan diri.

Loading...

Menurut Devito (2010) self disclosure termasuk komunikasi di mana individu mengungkapkan informasi tentang dirinya sendiri yang biasanya tidak diketahui orang lain atau disembunyikan. Informasi tersebut dapat berupa hal mengenai diri sendiri  terkait apa yang dipikiran seperti perasaan dan perilaku seseorang atau tentang orang lain yang sangat dekat di pikirannya. Misalnya dengan membuat akun Twitter pribadi sesuai dengan kesukaannya. Sebagai contoh sebutan  akun “Ava K-Pop” yang dituju untuk para pengguna yang umumnya menyukai K-pop yang identik dengan foto profil penggunanya menggunakan salah satu idola yang disukainya.

Pengguna Twitter

Lebih dari itu, tanpa disadari Twitter juga mampu membuat penggunanya merasa dekat dan nyaman ketika menulis cuitan mengenai kehidupannya ataupun terkait hal kesukaannya di sana. Twitter membebaskan penggunanya menuliskan informasi berupa tweets dari apa yang ada di pikiranmu dan yang sedang terjadi. Karena manusia umumnya suka mencari kesamaan yang ada pada dirinya dengan orang lain agar tidak merasa sendirian dan kesepian. Lalu, benarkah kita semua dapat menemukan hal yang relate dalam kehidupan kita sehari-hari di Twitter?

Yup! Tentu bisa dong! Karena adanya Twitter, seseorang dapat menuliskan keadaannya secara spontan mengenai aktivitas sehari-hari ataupun hal yang mungkin saja berisi rahasia pribadi ke dalam sebuah fitur tweets yang saat ini sudah mencapai 280 karakter. Namun apabila dirasa kurang, saat ini Twitter juga menyediakan fitur threads atau sebuah utas yang fungsinya saling menghubungkan cuitanmu. Twitter memberikan ruang baru bagi kita untuk mengekspresikan diri, misalnya membuat sebuah utas mengenai cerita pengalaman pribadi dan menyebarkan hal yang positif untuk sesama pengguna.

Twitter memiliki banyak fitur untuk dapat menjaga kelangsungan hubungan antar sesama penggunanya tetap terjalin. Hal pertama yang biasa dilakukan pengguna adalah dengan menyahuti kicauan pengguna lain melalui fitur membalas langsung melalui mention, ataupun retweet/RT, dan Like. Secara tidak disadari, hal tersebut mendorong adanya keterbukaan diri antara seorang pengguna dengan para ‘mutual’ atau pengikutnya.

Tampilan Twitter

Interaksi dalam Twitter seperti ini terjadi secara sukarela atau akan ditanggapi dengan cara membalas cuitan orang lain apabila memiliki hal yang relate satu sama lain dengan pengguna lainnya. Hal tersebut sama seperti yang telah diungkapkan oleh salah seorang tokoh komunikasi antarpribadi bernama Pearson, yang  menyebutkan bahwa self disclosure atau perilaku membuka diri dapat terlihat sebagai tindakan seseorang dalam memberikan informasi yang bersifat pribadi pada orang lain yang dilakukan dengan senang hati, disengaja, ada maksud untuk memberitahu cerita pribadinya.

Pengetahuan baru tentang diri sendiri yang tidak kita ketahui akan meningkatkan komunikasi. Seseorang harus dapat membuka diri ketika berkomunikasi dengan orang lain baik secara langsung maupun melalui media. Terdapat dua konsep yang menimbulkan hubungan kedekatan dengan sesama pengguna Twitter. 

Morton (dalam Dayaksini 2009:81) mengemukakan bahwa keterbukaan diri merupakan kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab dengan orang lain. Informasinya dapat bersifat deskriptif dan evaluatif. Konsep deskriptif berarti pengguna dapat menuliskan berbagai fakta tentang diri sendri yang mungkin diketahui juga oleh orang lain. Sedangkan evaluatif artinya pengguna mengemukakan perasaan pribadinya yang mendalam kepada orang lain, hal ini dapat menyangkut perasaan suka atau tidak suka terhadap suatu hal  yang menimbulkan timbal balik ketika sedang berinteraksi melalui fitur mention dan saling bertukar informasi seputar diri mereka yang bisa jadi pesannya berupa rahasia pribadi yang sudah sangat bias. Karena sebuah privasi seseorang saat ini tidak lagi bersifat rahasia, namun semakin terlihat transparan seperti layaknya sebuah kaca yang bening.

Kamu dapat membuka diri di Twitter terkait informasi pribadimu, tetapi tetap harus ingat terhadap privacy boundaries atau batasan pribadi yang kamu miliki. Kamu dapat menyeleksi ‘mutual’ mana yang akan kamu jadikan tempat curhat. Sebab kamu tidak mau, kan, rahasia kehidupanmu bocor ke orang yang salah?

Asalkan dengan intensitas yang sudah terjalin lama dan kamu sudah merasa klop satu sama lain dan telah menjalin pertemanan yang intim. Kamu dapat memanfaatkan momen tersebut untuk membuka dirimu lebih dalam lagi satu sama lainnya. Agar terciptanya pertemanan online yang harmonis.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

komunikasi twitter keterbukaan diri self disclosure akun media sosial
Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top