×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Jafarul Afan

18 Juni 2019 12:08

Ini kebiasaan buruk manusia zaman sekarang dalam menyikapi Idulfitri

Idulfitri sejatinya paling dinanti oleh setiap orang. Banyak yang menghabiskan hari libur mereka untuk berkumpul bersama keluarga. .

Ini kebiasaan buruk manusia zaman sekarang dalam menyikapi Idulfitri

0



Idulfitri atau biasa dikenal dengan Lebaran, memilik arti tersendiri bagi setiap orang. Kebanyakan merayakan Lebaran dengan penuh kegembiraan karena makanan sangat melimpah dan semuanya berlomba-lomba untuk memperbarui yang tampak di muka (seperti punya baju baru, perhiasan baru dan sebagainya). 

Mindset yang apa-apa harus baru, sebenarnya keliru. Mengapa? Karena hal tersebut bisa memicu budaya konsumtif dan menimbulkan riya atau pamer. 

Ini kebiasaan buruk manusia zaman sekarang dalam menyikapi Idulfitri

 

Menurut pandangan Islam tentu sangat tidak dianjurkan seorang muslim berlebih-lebihan dan pamer harta yang dimilikinya. Dampak dari pamer biasanya menimbulkan kecemburuan yang bisa mengakibatkan tali persaudaraan antara tetangga satu dengan yang lainnya bisa terputus.

Loading...

Lantas, bagaimana Islam memandang fenomena berdandan dan memaki baju baru di Hari Raya? Dahulu ada sebuah kisah. Ada seorang sahabat yang pergi ke pasar lalu melihat kain sutera dan dia mengambilnya (dibeli), lalu dia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, belilah jubah ini dan berhiaslah dengannya untuk Hari Raya dan menyambut tamu."

Ini kebiasaan buruk manusia zaman sekarang dalam menyikapi Idulfitri

Kisah tersebut menjadi dasar bahwa memakai baju baru di Hari Raya hukumnya memang boleh dan sah-sah saja. Hanya saja harus memperhatikan jenis pakaian agar lebih syar'i dan baik. 

Memakai pakaian baru di Hari Raya sudah menjadi tradisi sejak zaman Rasulullah. Namun banyak orang yang salah mengartikan makna dari pembolehan berhias di Hari Raya. Kebanyakan orang sekarang lebih mementingkan tampil keren dan wah di Hari Raya tanpa mementingkan baik buruknya di kemudian hari.

Ini kebiasaan buruk manusia zaman sekarang dalam menyikapi Idulfitri

Ternyata tak hanya budaya konsumtif sandang saja. Pada aspek pangan, rata-rata masyarakat kita sangat konsumtif di bulan suci, apalagi mendekati Hari Raya. Makanan menumpuk dari ujung meja hingga membanjiri dapur. 

Sejatinya, bulan suci seharusnya menjadi bulan dengan pengeluaran paling sedikit. Namun faktanya, malah menjadi bulan dengan pengeluaran paling banyak. Bagaimana tidak, masak setiap hari paling tidak menggunakan ayam. Belum lagi beli cemilan dan hidangan ringan untuk tamu yang datang ke rumah. 

Ketika memasuki Lebaran, rasanya semua dianggap menjadi sebuah kebutuhan. Misal, sudah punya baju yang masih baik satu lemari tetapi masih tak puas dan ingin menambah koleksi lagi. Selai itu, banyak orang masak dengan porsi besar dan banyak tanpa memperhatikan kebutuhan dan keperluan.

Sikap yang demikian sangatlah konsumtif. Sangat tidak baik dan tidak dianjurkan dalam Islam. Kita tidak boleh terjebak pada sifat boros dan berlebihan dalam berpakaian atau berdandan maupun dalam memasak makanan. Tidak boleh pula kita mengabaikan kriteria pakaian syar’i yang telah ditetapkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah sehingga mengakibatkan “aurat” kita tidak terjaga. Atau berpakaian terlalu ketat. Atau juga terlalu mencolok dan menarik perhatian banyak orang.

Sebaiknya kita menyikapi datangnya Lebaran dengan berbagi apa yang kita punya. Misal uang untuk beli baju baru dan masak besar kita alihkan untuk menyantuni anak yatim atau jompo. Hal demikian lebih bermanfaat ketimbang menghamburkan uang hanya untuk badan dan tubuh yang fana. 

Source

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya


ON FIRE

MORE
Back To Top