×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Tri Hastuti Arista pertiwi

22 Juli 2021 16:50

Ini dampak negatif pembelajaran daring yang perlu segera diatasi

Penyebaran virus Corona berdampak pada semua sektor, tak terkecuali bidang pendidikan..

Ini dampak negatif pembelajaran daring yang perlu segera diatasi

0



Foto: Julia M Cameron from Pexels

Pada tahun 2020 silam dunia sempat dihebohkan dengan munculnya wabah Coronavirus. Mengutip dari health.detik.com, seorang berusia 55 tahun dari provinsi Hubei, Cina, diduga merupakan orang pertama yang tertular Covid-19. Media South China Morning Post kemudian menemukan kasus awal dideteksi pada 17 November 2019.

Alodokter.com melansir bahwa Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini menyebabkan penyakit yang dinamakan Covid-19. Coronavirus merupakan penyakit menular, sehingga saat itu salah satu kota di negara Cina, yaitu Wuhan melakukan lockdown sebagai upaya menghentikan laju penyebaran virus. Akan tetapi mengutip dari kompas.com, Coronavirus ini telah menyebar hingga 118 negara, sehingga WHO menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global.

Dilansir dari news.detik.com, Indonesia pertama kalinya mengonfirmasi kasus Covid-19 pada Senin 2 Maret 2020 silam. Presiden Jokowi saat itu mengumumkan bahwa ada dua orang Indonesia positif Coronavirus yaitu perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Semenjak saat itu setiap hari terjadi penambahan kasus corona di Indonesia, pada awalnya yang tadinya hanya 2 kasus bertambah menjadi 4 kasus. Begitu seterusnya sampai pada tanggal 24 Maret 2020 kemendikbud.go.id mengeluarkan surat edaran yang mengharuskan para pelajar di Indonesia untuk melakukan pembelajaran secara online.

Pembelajaran secara online ini awalnya dinilai efektif untuk dilakukan di masa pandemi karena mudah dan praktis, juga tidak mengharuskan pelajarnya menempuh perjalanan untuk bertemu tatap muka dengan guru sehingga meminimalisir terjadinya penyebaran Coronavirus. Namun selang beberapa waktu, muncul keluhan mengenai pembelajaran online.

Dilansir dalam kaltim.idntimes.com, seorang pelajar SMP di Tarakan, Kalimantan Utara, ditemukan tewas di kamar mandi. Ia diduga bunuh diri karena mengalami tekanan saat proses belajar online selama masa pandemi. Selain itu, mengutip dari republika.co.id, ada pelajar asal Sungai Guntuang, Nagari Pasia Laweh yang harus naik ke puncak bukit Pakan Salasa setiap akan melaksanakan daring.

Loading...

Berkaca pada kasus di atas terbukti bahwa pembelajaran online yang awalnya dinilai efektif ternyata masih belum cukup, karena terdapat beberapa kesulitan yang dirasakan bagi pelajar. Pembelajaran secara online ini juga sangat mengalami keterbatasan waktu karena per mata pelajarannya hanya dilakukan selama satu jam setiap minggu, tentu saja ini menjadi dampak negatif. Banyak pelajar yang mengeluh sulit untuk mengerti pelajaran sebab waktunya yang terbatas. Selain itu, banyak juga pelajar yang mengeluh bahwasanya mereka lebih banyak menerima tugas daripada materi pembelajaran.

Dampak negatif ini juga dirasakan oleh para staf pengajar. Contohnya pengajar sulit untuk menemukan metode pembelajaran yang tepat agar para murid dapat mengikuti pembelajaran. Sebab selama pembelajaran di rumah ini terdapat beberapa siswa yang jarang hadir di kelas dan hampir sebagian siswa pun tidak seaktif seperti saat tatap muka sehingga pembelajaran ini terlihat seperti pembelajaran satu arah saja. Ditambah durasi waktu mengajar yang singkat mengharuskan para staf pengajar memutar otak dalam menyampaikan materi secara cepat juga tepat. Alhasil ada beberapa staf pengajar yang lebih memilih memberi tugas saja daripada harus menjelaskan materi dalam waktu satu jam yang tentu saja kurang.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran secara online ini masih memerlukan tahapan evaluasi agar tercapai hasil yang maksimal. Sebab dilihat dari sudut mana pun tidak bisa menutupi fakta bahwa pembelajaran daring cukup merugikan bagi beberapa pihak.

Pada tahun 2021 ini kasus Covid-19 cukup meningkat pesat di Indonesia yang menandakan bahwa pada semester yang akan datang masih menerapkan sistem pembelajaran online. Diharapkan kemendikbud untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem pembelajaran secara online. Misalnya mengadakan seminar untuk staf pengajar bagaimana cara menciptakan suasana pembelajaran yang baik, juga seminar untuk para pelajar tentang penyuluhan serunya pembelajaran secara online. Dengan begitu untuk ke depannya pembelajaran online ini dapat berjalan baik.

Source

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

Covid-19 News Dampak negatif Coronavirus Pandemic Corona
Loading...
Creator Banner

Gak perlu khawatir, tulisan kamu bisa tetap
TERBACA DAN TRENDING di Brilio.net

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top