×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Harry Rezqiano

26 Juni 2019 10:24

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

Melihat sekilas prediksi dunia DC Universe / DC Extended Universe selepas film terakhir mereka, Shazam..

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

0



Film-film DC Universe memang tidak/belum sebaik Marvel Cinematic Universe. Itu fakta yang tidak perlu dibantah. Walau perlahan mulai membaik dan berusaha mengejar ketertinggalan namun jalan yang harus ditempuh Warner Bros. bersama DC Comics masih sangat panjang dan penuh tantangan jika mereka berniat menyusul Disney dan Marvel Comics di area film superheroes.

Indikator membaiknya jalan DC Universe bisa ditandai dari dua film terakhir mereka "Aquaman" dan "Shazam!" yang meraih hasil positif baik di pasaran maupun kritik. Terutama Aquaman yang bahkan mencetak rekor bagus sebagai bagian klub elit “Satu Miliar Dollar” yang dihuni banyak film Marvel. Shazam juga, walau tidak mencapai penghasilkan sebagus Aquaman, meraih hal-hal positif sehingga bisa dikatakan sukses sebagai sebuah film superhero ‘buat keluarga’.

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

Shazam & Aquaman (Sumber gambar: 411Mania)

Warner dan DC tentu saja tidak berhenti memproduksi film superheroes DC Comics walau kalah dari Disney & Marvel. Teaser produk-produk berikut mereka sudah lalu lalang di internet; mulai dari "Wonder Woman" terbaru hingga klip dan poster film “Birds of Prey” yang bakal heboh mengingat disanalah kemunculan kedua Harley Quinn setelah sebelumnya mencuri perhatian lewat film (gagal secara kritik namun sukses secara komersial) “Suicide Squad”. Karakter psikiater-berubah-sinting yang diperankan dengan pas banget oleh Margot Robbie itu akan jadi salah satu faktor kunci kesuksesan film Birds of Prey.

Loading...

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

Cerdas dan sedikit sinting. Si cantik berbahaya Harley Quinn (Sumber gambar: Hindustan Times)

Perubahan-perubahan ekstrem tidak terhindarkan untuk terjadi di jagat DC Universe ini pasca film Shazam! Seperti misalnya keputusan Ben Affleck pensiun jadi Batman pasca kemunculan terakhir di “Justice League”. Berita ini sempat bikin banyak fans DC kesal karena banyak dari mereka (tentu saja termasuk saya) beranggapan kalau ‘Batfleck’ merupakan sosok ideal memerankan Bruce Wayne aka. Batman yang matang, dewasa, serta penuh kalkulasi. Namun keputusan sudah diambil dan fans harus siap menerima pemeran Batman berikutnya.

Siapa dia? Tanpa diduga, jubah Batman berikutnya diwariskan ke mantan vampire. Maksud saya adalah aktor pemeran vampire terkenal di saga “Twilight” alias Robert Pattinson.

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

Oh lihat! Bukan Edward Cullen?! (Sumber gambar: Twitter #Battinson)

Penunjukan Pattinson, atau kini mulai populer dengan sebutan ‘Battinson’, tentu saja mengejutkan dan menuai berbagai suara di internet. Suara mendukung dan sebaliknya, yang menolak tentu saja melandaskan penolakan mereka pada akting Pattinson di film-film “Twilight”. Dan walau itu alasan bagus namun hal tersebut tidak adil untuk seorang Robert Pattinson. Dia tidak hanya berakting di film Twilight saja. Aktingnya juga dikenal, dilihat serta menuai pujian di berbagai film di luar Twilight seperti “Cosmopolis” (2012), “The Rover” (2014) atau “The Lighthouse” (2019). Plus, keputusan menggunakan Robert Pattinson sebagai Batman, yang jelas lebih muda dari Batman di Justice League, akan menjadikan film “The Batman”-nya Matt Reeves itu sulit masuk ke dalam DC Universe yang dibentuk sejak film “Man of Steel” (2013).

Dan saat berbicara soal Man of Steel alias Superman akan jadi menyedihkan mengingat Warner Bros tidak (mudah-mudahan belum) memiliki rencana apapun untuk pembuatan film terbaru Superman! Aktor Henry Cavill memang belum (mudah-mudahan jangan) mengumumkan pensiun berperan sebagai Clark Kent/Kal-El/Superman saat dia menunjukkan aktivitas syuting serial Netflix “The Witcher” yang diperankan olehnya di Instagram. Sehingga fans yakin kalau Cavill masih Superman di DC Universe.

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

Superman kini jadi Witcher (Sumber gambar: Kotaku)

Hal berbeda terjadi untuk pemeran Cyborg di DC Universe, Ray Fisher. Walau di kontraknya disebutkan kalau ada opsi pembuatan film solo Cyborg pasca Justice League, namun sampai kini belum terlihat adanya berita maupun gosip tentang proses produksi film solo Cyborg. Cyborg malah nongol di serial TV “Doom Patrol” dan diperankan oleh aktor yang berbeda, Joivan Wade. Doom Patrol sendiri merupakan serial keren walau secara teknis tidak termasuk ke dalam DC Universe versi bioskop.

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

Cyborg versi Doom Patrol (kiri) dan Justice League (kanan). Sumber gambar: Twitter/UberKryptonian

Tersisa karakter The Flash. Alias Barry Allen. Yang diperankan secara brilian dan komedik oleh aktor Ezra Miller.

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

(Sumber gambar: Digital Spy)

Sebelumnya Miller pernah memberikan bocoran informasi soal film solo The Flash pasca Justice League. Dikatakan olehnya kalau film itu nanti akan menggunakan konsep "Multiverse" yang sudah dikenal di dunia komik DC Comics. Jika benar seperti itu maka akan mudah memasukkan 'Battinson' ke dalam DC Universe yang sekarang karena bisa di-setting berasal dari Earth berbeda. Sama seperti film Joker-nya Joaquin Phoenix yang sedari awal sudah dikatakan “terpisah dari DC Extended Universe” karena di DC Extended Universe The Joker sudah (masih?) diperankan oleh Jared Leto.

Jadi film solo The Flash, secara teori, bisa membawa tema “Flashpoint” komik dan DC Extended Universe bisa melewati proses “reset besar-besaran” untuk dimulai dari nol kembali (atau saat/sebelum film Man of Steel dimulai).

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

Joker versi 2019 (Sumber gambar: Global Grind)

Tapi tentu saja itu semua masih spekulasi berdasarkan potongan informasi dari Ezra Miller dan imajinasi para fans DC Comics/DC Extended Universe (seperti saya dan jutaan lainnya). Karena pada kenyataannya proses produksi film The Flash belum dimulai sama sekali. Banyak faktor penyebab hal tersebut dan salah satunya mungkin komitmen Ezra Miller di film epik lain "Fantastic Beasts".

Seperti yang diketahui di film itu Miller memiliki peran yang penting sehingga keterlibatannya diperlukan untuk kelanjutan film yang sudah mengincar seri ketiga tersebut. Peran Miller sebagai Credence Barebone berpengaruh ke film ketiga Fantastic Beasts yang akan mulai syuting musim gugur 2019 sehingga secara praktek dia tidak akan bisa bekerja/syuting untuk film lain saat ini; dan itu termasuk film solo The Flash DC Universe.

Bagaimana DC Extended Universe pasca film Shazam?

Ezra Miller di "Fantastic Beasts" (Sumber gambar: The Hollywood Reporter)

Saya pribadi berharap DC Extended Universe alias DC Universe versi film bioskop ini mulai berbenah besar-besaran dan mengonsepkan dunia mereka secara serius dan berkesinambungan agar terbentuk sebuah semesta yang sinkron satu dengan lainnya. Kalau Disney dan Marvel bisa melakukannya mengapa Warner dan DC tidak? Toh Kevin Tsujihara sudah 'out' dari manajemen Warner Bros. Saatnya menjadikan DC Extended Universe seperti yang seharusnya!

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

DC Universe DC Extended Universe DC Comics Warner Bros Superheroes
Loading...
Creator Banner

Gak perlu khawatir, tulisan kamu bisa tetap
TERBACA DAN TRENDING di Brilio.net

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top