Brilio
×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Home >> Creator
Rizka L R

19 Juni 2019 14:00

B-CAN, bioplastik ciptaan mahasiswa UNS dari limbah enceng gondok

B-CAN merupakan produk bioplastik temuan mahasiswa UNS yang ramah lingkungan dan memiliki biaya terjangkau..

B-CAN, bioplastik ciptaan mahasiswa UNS dari limbah enceng gondok

0



Peningkatan penggunaan plastik kemasan yang terbuat dari bahan baku sintetis menimbulkan dampak negatif, yaitu meningkatnya pencemaran lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dikembangkan penggunaan bahan alternatif terbuat dari polimer alam yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat akan plastik konvensional berbahan dasar sintetis, yaitu dengan membuat plastik yang bersifat ramah lingkungan (bioplastik).

Tim Peneliti B-CAN

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang diselenggarakan oleh Kemeristek DIKTI, tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) telah berhasil membuat bioplastik dari limbah eceng gondok. Tim tersebut adalah mahasiswa gabungan dari fakultas MIPA dan Kedokteran, Jeesica Hermayanti Pratama (S1 Kimia), Rizka Lailatul Rohmah (D4 K3), dan Amalia (S1 Kimia) berhasil menciptakan inovasi. Produk bioplastik tersebut dinamai dengan singkatan B-CAN (Bioplastics Based on Cellulose Acetate Nanofiber).

Isu global terkait dampak penggunaan plastik dan kurangnya pemanfaatan limbah eceng gondok menjadi latar belakang mahasiswa UNS melakukan inovasi pembuatan bioplastik.B-CAN ini. Hal ini terkait dengan ditemukannya baru-baru ini sampah plastik di perairan Indonesia yang tidak hancur meskipun sudah berusia 19 tahun. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah plastik di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun mencapai angka 10,95 jutalembar.

B-CAN merupakan produk bioplastik temuan mahasiswa UNS yang ramah lingkungan dan memiliki biaya terjangkau dengan bahan campuran selulosa eceng gondok, pati, kitosan, dan gliserol. Setelah melakukan penelitian selama beberapa waktu, akhirnya tim peneliti UNS berhasil menemukan formula yang sesuai dalam pembuatan B-CAN. Sifat fisik produk B-CAN yang dihasilkan, berwarna bening, lentur, dan mudah terurai di lingkungan.

Loading...

Bioplastik Selulosa Eceng Gondok

Alasan mahasiswa UNS ini menggunakan limbah eceng gondok karena rendahnya pemanfaatan limbah oleh masyarakat. Selain itu eceng gondok sering dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Padahal, eceng gondok mengandung selulosa dengan kadar yang tinggi, mencapai 50%. Selulosa dari tumbuhan eceng gondok inilah yang nantinya akan dimanfaatkan oleh tim peneliti UNS sebagai bahan campuran dalam bioplastik.

Hasil dari penelitian ini telah didaftarkan sebagai hak cipta dan paten. Lebih lanjut, hasilnya juga akan didesiminasikan dalam pertemuan ilmiah internasional 14th Joint Conference on Chemistry 2019 yang akan diselenggrakan September nanti di Solo, Jawa Tengah. Melalui inovasi B-CAN ini, harapannya mampu menjadi inovasi dalam produksi bioplastik serta mengurangi permasalahan plastik dan limbah eceng gondok.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Pilih Reaksi Kamu


Tags

Loading...
Creator Banner

YUK GABUNG SEKARANG UNTUK DAPETIN
UANG TUNAI DARI HASIL KARYAMU!

Learn More Sign In
Tulis Komentar

RECOMMENDED VIDEO

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

ON FIRE

MORE
Back To Top